
” kakek Yap,mengapa kakek membiarkan Bu Ki pergi sendiri?bukanlah itu akan sangat berbahaya?”
” tidak nona sin,dengan Bu Ki pergi sendiri,dia akan menemukan jati dirinya,dan dia akan matang setelah kembali ke pulau Jawa dalam mengemban tugas menghancurkan kebatilan dan menegakan keadilan.”
” maaf kek,siapakah yang telah menunggu saya kek?"
” dia adalah jodohmu nona sin,saat ini dia sedang bertapa demi mendapatkan sebuah ilmu yang akan membuat dunia persilatan gempar dengan ilmu yang akan di gunakannya.”
” jodoh saya..?”
” benar nona sin, dewa telah memberi tahu saya,kalau kamu telah berjodoh dengan pemuda..,maaf nona sin saya tidak dapat memberitahu padamu sekarang,tetapi kamu bisa menunggu di tempat saya karena pemuda itu akan mencari saya saat pertapaannya telah selesai.”
sin Yuan Li bingung,saat ini keinginan untuk menikah memang ada, tetapi dia masih belum menemukan pria ya g cocok,di usianya yang sudah 25 tahun sin Yuan Li sudah menjadi gadis yang dewasa.
demi menghormati tuan Yap ho,sin Yuan Li ikut dengan tuan Yap ho di tempat dia sendiri tidak pernah menjejerkan kakinya di tempat itu.
**
perjalanan Bu Ki semakin panjang,belum ada satu bulan dia sudah kembali ke pulau Jawa dimana dia harus membereskan situasi yang telah di mulainya,saat ini dia gelisah dengan nasib Ki Ageng Permana dan yang lainnya.
” Tintin kita harus cepat ke pulau Jawa menyelamatkan Ki Ageng dan yang lainnya,karena Ki bajo manusia serakah itu akan bertindak yang akan merugikan dunia persilatan.”
__ADS_1
krak..krak..
Tintin seakan mengerti perkataan Cia Bu Ki,dia pun melesat bagaikan anak panah menuju pulau Jawa yang sangat jauh itu.
**
di sebuah gua dimana ada sebuah penjara yang sangat besar,tampak beberapa penjaga dengan wajah yang sangat seram sedang berdiri di depan gua itu.
ini lah gua kampret dimana gua itu adalah tempat menawan para pendekar aliran putih yang berhasil di lumpuhkan oleh Ki bajo dengan di bantu oleh daeng Tampo.
walau daeng Tampo jarang sekali muncul di dunia persilatan, kesaktiannya tidak berbeda dengan Ki bajo,daeng Tampo bukanlah Pendekar aliran hitam,tetapi bukan juga Pendekar aliran putih.
sejak itu daeng Tampo dendam,dia rela menjadi murid pada musuh besarnya,dengan tujuan akan membalas dendam pada gurunya saat dia besar dan kuat.
beberapa tahun kemudian daeng Tampo yang sudah berusia 18 tahun,mulai menyusun ide bagaimana caranya agar dia dapat membunuh musuh besarnya yang saat ini menjadi gurunya.
saat dia di tugaskan oleh gurunya,daeng Tampo dengan senang hati menerimanya,dengan begitu dia akan dapat leluasa mencari ide untuk menghabisi nyawa gurunya.
pertemuannya dengan Ki bajo,memang sudah takdir Ki bajo yang berhasil melarikan diri setelah mencuri kitab naga putih dari gurunya mencari tempat untuk bersembunyi.
daeng Tampo dan Ki bajo akhirya bersahabat,setelah mereka menceritakan masalah masing masing.
__ADS_1
setelah tugas yang di berikan oleh guru daeng Tampo, dirinya pun kembali ke perguruan dengan Ki bajo yang saat itu belum terkenal di dunia persilatan.
rencana pun mulai di laksanakan, gurunya berhasil meminum racun yang telah di campur keminuman oleh daeng tampo,tetapi guru daeng Tampo telah mengetahui bahwa yang meracuni dirinya adalah daeng Tampo.
akhirnya gurunya pun ingin membunuh daeng Tampo,terjadilah pertarungan antara guru dan murid.
saat itu daeng Tampo harus merasakan kehebatan gurunya,walau tubuh gurunya sudah lemah akibat pengaruh racun yang ia berikan,tetapi daeng Tampo bukanlah lawan sebanding oleh gurunya.
pukulan demi pukulan di terima oleh tubuhnya,sehingga daeng Tampo hampir saja tewas kalau saja Ki bajo tidak membantu daeng Tampo dan berhasil menusukan sebuah pisau kecil milik daeng Tampo ke jantung gurunya.
akhirnya gurunya atau musuh besar daeng Tampo pun tewas,daeng Tampo merasa berhutang Budi pada Ki bajo,sejak itu mereka selalu bersahabat.
tetapi daeng Tampo tidak berminat terjun ke dunia persilatan, dirinya lebih senang hidup di pandepokan gurunya.
sedang Ki bajo telah berhasil menjadi pendekar pilih tanding dan sangat di segani di dunia persilatan,puluhan tahun mereka tidak bertemu,dan Ki bajo kembali ke tempat daeng Tampo dan meminta tolong untuk menghabisi Cia Bu Ki dan merebut kipas lima naga.
daeng Tampo pun bersedia membantu Ki bajo,tetapi saat mereka mencari Cia Bu Ki dan Pendekar pulau es,Ki bajo sangat marah, ternyata Cia Bu Ki telah kembali ke pulau es,dan itu membuat Ki bajo melampiaskan kemarahannya dengan membantai para pendekar golongan putih dan menangkapnya di kurung di gua kampret.
dengan bantuan daeng Tampo,gua kampret menjadi penjara yang sangat sulit di hancurkan,ajian raja petir milik daeng Tampo,telah mengikat para pendekar golongan putih di gua kampret termasuk Ki Ageng Permana.
ajian raja petir sungguh sangat luar biasa, Pendekar sekelas Ki Ageng Permana saja tidak sanggup melepaskan ajian raja petir yang mengikat tubuhnya.
__ADS_1