PENDEKAR PULAU ES 3

PENDEKAR PULAU ES 3
MENINGGALKAN PANDEPOKAN PUTRI KENCANA


__ADS_3

" Andini mengapa kamu di sini?ada apa denganmu?"


bukan jawaban yang diterima dengan Cia Bu Ki,tetapi dia malah memeluk cia Bu Ki,entah keberanian dari mana Andini dapat memeluk Cia Bu Ki.


membuat cia Bu Ki kelagapan,sudah sangat lama dia tidak di peluk seorang wanita,terakhir kali saat dia kecil dipeluk oleh ibunya Cui yin.


saat Putri Andini memeluknya ada hal yang aneh,getaran yang ada di dadanya seakan meledak,rasa itu hadir begitu saja membuat cia Bu Ki tidak dapat mengungkapkan dengan kata kata.


Cia Bu Ki hanya diam,saat dirinya di peluk oleh putri Andini.lama Putri Andini memeluk Cia Bu Ki hingga akhirnya nya cia Bu Ki merasa terkejut saat bajunya basah oleh air mata putri Andini.


" Andini mengapa kamu menangis?apa yang terjadi denganmu?"


pertanyaan cia Bu Ki membuat putri Andini tersadar,dan melepaskan pelukannya dan pergi meninggalkan Cia Bu Ki yang masih bingung.


putri Andini pergi meninggalkan cia Bu Ki begitu saja,dan menghapus air matanya dengan ujung bajunya dan kembali ke pandepokan.


cia Bu Ki yang masih bingung dengan suasana seperti ini hanya memandang punggung putri Andini yang mulai menjauh darinya yang terus melesat ke pandepokan putri kencana.


" Hem....Bu Ki..bu..Ki...,ternyata hari ini kamu telah membuat seorang gadis kecewa."


" tuan...kamu di sini?apa yang tuan lakukan apakah kamu mengintai diriku?"


" ha ha ha..jangan salah paham dulu Bu Ki,kemarilah ada hal yang akan saya ceritakan padamu."


Bu Ki menuruti kemauan Jaka,dia pun duduk di samping Jaka,sambil menikmati cahaya bulan yang sangat terang.


" Bu Ki..saat diriku seusia mu,mungkin aku jauh lebih tampan darimu Bu Ki,banyak gadis gadis yang tergoda dengan ketampanan ku,itulah yang membuat diriku pada masa itu sangat di kagumi para wanita."


" maaf tuan,saya tidak mengerti apa yang tuan maksud."


" begini Bu Ki,apakah kamu tidak mengetahui kalau putri Andini jatuh hati padamu?"


" jatuh hati? bagaimana mungkin Putri Andini jatuh hati pada saya?bahkan untuk berbicara saja dia sepertinya enggan pada diriku tuan?"


" itulah sifat wanita Bu Ki,susah di tebak,wanita sangat pintar menyembunyikan perasaannya."


" apa yang harus saya lakukan tuan?andai benar Putri Andini jatuh hati pada saya?"


" jawabannya ada padamu Bu Ki,apakah kamu juga jatuh hati padanya?"


Bu Ki terdiam,dia tidak bisa menjawab pertanyaan Jaka.


" mengapa kamu diam Bu Ki?"


" saya bingung tuan,apakah saya jatuh hati juga pada Andini saya tidak tau,tetapi di dekat Andini hatiku sangat senang."

__ADS_1


" kamu aneh Bu Ki,seharusnya kamu bisa menjawab apa yang kamu rasakan."


" tapi tuan,saya tidak dapat menjawabnya,saya bingung tuan."


" Hem...inilah cinta Bu Ki,dia datang dan pergi sesuka hatinya kapan dia mau dia akan datang,tetapi dia akan pergi setelah dia sudah tidak menginginkannya."


" maaf tuan,andai tuan menjadi saya,apa yang akan tuan lakukan?"


mendengar itu Jaka terdiam,dia juga mengalami polemik yang sama seperti Bu Ki saat ini.


dimana saat Jaka muda,banyak sekali wanita harus mengalami rasa kecewa karena Jaka menolak secara halus para wanita yang ingin mendapatkan cintanya.


" kenapa tuan?"


hampir saja Cia Bu Ki melompat dan menjitak kepala Jaka,karena baru saja mereka asik bercerita masalah wanita,Jaka telah mendengkur sangat keras membuat Cia Bu Ki hanya melampiaskan kekesalannya didalam hatinya.


" tuan tuan...kamu selalu saja membuatku kesal,tapi sudahlah tuan sebaiknya kamu tidur saya juga sudah ngantuk."


Cia Bu Ki pun pergi meninggalkan Jaka,dan kembali ke kamarnya.


setelah Cia Bu Ki pergi,Jaka membuka matanya.


" maafkan saya Bu Ki,saya juga tidak dapat menjawab pertanyaannmu,tetapi dengan adanya masalah seperti ini saya harap kamu akan menjadi lebih dewasa Bu Ki."


Jaka pun meninggalkan tempat itu dan kembali ke kamarnya juga.


**


" nyai.. kami pergi dahulu,doakan kami agar dapat bertemu dengan Ki Ageng Permana."


" ya saya akan mendoakannya,Jaka jaga Bu Ki dengan baik,jangan biarkan dirinya terluka."


" baik nyai,saya akan senantiasa menjaganya."


" nyai..nyai...dimana Putri Andini?"


cia Bu Ki yang baru saja datang langsung bertanya pada nyai darsih."


" kenapa Bu Ki,mengapa kamu mencari putri Andini?"


" maaf nyai sebelum saya pergi,saya ingin berpamitan pada putri Andini."


" oh...hanya pamitan toh?bukan yang lain?"


Jaka kembali menggoda cia Bu Ki."

__ADS_1


" sudahlah Jaka,jangan menggodanya,Bu Ki saat ini Putri Andini sedang keluar mungkin sebentar lagi dia akan kembali."


" terima kasih nyai,saya akan menunggu nya."


nyai darsih yang tidak tau apa yang terjadi,menatap Jaka untuk mendapat jawaban dengan semua ini.


Cia Bu Ki pun pergi ke gerbang pandepokan mununggu putri Andini,setelah cia Bu ki pergi


Jaka menjelaskan tentang kedekatan Bu Ki dan Andini,membuat nyai darsih hanya bisa menggeleng sambil menarik nafasnya dalam dalam.


**


putri Andini baru saja Sampai di depan gerbang pandepokan bersama para juniornya,hari ini mereka mendapat giliran untuk ke desa mengambil bahan makanan yang sudah di pesan beberapa hari yang lalu.


" Andini..bolehkan saya menggangu sebentar?"


Putri Andini sangat terkejut saat Cia Bu Ki muncul tiba-tiba didepannya.


dia pun mengangguk dan menyuruh juniornya untuk duluan masuk kedalam membawa bahan makanan mereka.


" ada apa Bu Ki?"


" Andini hari ini saya dan tuan Jaka kan pergi,saya ingin pamit padamu."


bagaikan dan sambar petir,kabar dari mulut cia Bu Ki membuat putri Andini seakan tidak percaya,baru saja dia ingin lebih mengenal cia Bu Ki karena semalaman suntuk dia berpikir tentang apa yang di rasakannya,hari ini orang yang sangat penting dalam hidupnya walau hanya baru kenal sehari akan pergi meninggalkannya.


tetapi walaupun demikian,putri Andini harus merelakan kepergian Cia Bu Ki, dirinya berharap suatu saat dirinya akan bertemu kembali pada Cia Bu Ki.


" selamat jalan Bu Ki,saya harap kita akan bertemu kembali lagi."


lalu putri Andini pun pergi dengan senyuman sangat manis pada Bu Ki menyusul juniornya,dan memberikan surat pada Bu Ki.


Bu Ki hanya terpana melihat senyuman manis Andini,selain senyuman ibunya,baru kali ini dia melihat senyuman manis seorang wanita yang begitu indah.


Bu Ki pun menyimpan surat pemberian Andini.


diapun kembali dimana Jaka dan nyai darsih menunggunya.


" bagaimana bu ki apakah kamu sudah bertemu dengan Andini?"


" sudah nyai terima kasih,saya pamit dahulu nyai."


" hati hati Bu Ki,semoga apa yang kamu cari cepat kamu dapatkan."


" terima kasih nyai."

__ADS_1


Jaka dan Cia Bu Ki pun pergi,mereka meninggalkan pandepokan putri kencana,dan pergi ke selatan dimana mereka akan mencari Ki Ageng Permana atau pendekar tua.


__ADS_2