PENDEKAR PULAU ES 3

PENDEKAR PULAU ES 3
DURASA TEWAS.


__ADS_3

seminggu sudah Jaka harus rela di rawat Ki Ageng Permana,berkat obat salep yang di berikan Cia Bu Ki,kini tulang punggung Jaka sudah baikan dan tidak sedikitpun rasa sakit yang ada di pungung Jaka.


walau demikian Jaka belum bisa meninggalkan pondok teratai,karena saat ini pondok teratai masih dalam ancaman oleh para Pendekar golongan hitam yang berhasil kabur saat Cia Bu Ki melepaskan pukulan jarak jauh yang membuat mereka harus terluka.


**


di kaki gunung Bromo,tampak beberapa pendekar yang tidak lain ki Sono atau pendekar wajah pucat dengan welo dan wolo membopong durasa yang terluka cukup parah.


saat pukulan jarak jauh oleh seseorang,durasa lah yang mendapat dampak paling besar karena dia harus terluka cukup serius,di tambah lagi luka panjang karena pedang langit milik Jaka.


durasa yang tidak dapat berbicara hanya bisa merintih,kesakitan karena luka yang di alaminya.


" apa yang terjadi dengan kalian,mengapa murid ku menjadi seperti ini?"


Ki bajo atau Pendekar naga putih merasa heran dengan apa yang telah terjadi dengan mereka.


" kang mas nanti kami akan ceritakan sekarang sembuhkan dahulu muridmu ini, dia terkenal pukulan jarak jauh oleh seseorang yang kami sendiri tidak mengenalnya."


Ki bajo pun segera mengobati muridnya,untuk bertanya lebih lanjut di urungkan sementara,karena lebih mementingkan muridnya selamat dari luka yang dia alaminya.


wajah durasa sangat pucat,tubuhnya dingin dan gemetar menahan rasa dingin yang di alaminya.


Ki Sono dan si kembar dari neraka sudah berusaha mengobati durasa,tetapi hanya mengurangi rasa sakit sementara.


Ki bajo mengerutkan dahinya,dia sangat heran dengan apa yang di lihatnya,pukulan ini bukanlah milik pendekar tanah Jawa.


karena setau dirinya sudah malang melintang di dunia persilatan dia tidak pernah melihat pukulan seperti ini.


walaupun demikian,dia tetap berusaha mengobati durasa yang sudah sekarat.


tapi takdir berkata lain,luka dalam durasa sangatlah parah,di tambah lagi luka yang sudah mulai membusuk akibat pedang langit yang telah membuat luka durasa membusuk.


durasa menghembuskan nafas terakhirnya,yang membuat Ki bajo sangat geram dengan kematian murid kesayanganya durasa.


" aku akan membalaskan dendammu durasa,beristirahatlah dengan tenang, dendammu akan saya balaskan."

__ADS_1


wajah Ki bajo memerah,dia menahan amarah yang bergejolak di dalam dadanya,membuat dia melepaskan teriak yang membuat Ki Sono dan si kembar dari neraka terkejut dengan teriakan Ki bajo.


" kang mas ada apa?mengapa kamu menjadi semarah ini?"


" katakan siapa yang membuat muridku menjadi mayat seperti ini?"


Ki Sono dan welo wolo terkejut,ternyata nyawa durasa murid Ki bajo tidak terselamatkan lagi,walau mereka sudah berusaha membawanya ke tempat gurunya.


" maaf kang mas,kami tidak melihatnya pukulan itu sangat dahsyat membuat kami terpental sangat jauh dan telah gagal membunuh Jaka dan nyai Ambar ulan yang sudah di depan mata."


" Hem...pukulan ini bukanlah milik pendekar pulau Jawa,ini milik pendekar pulau es yang sangat jauh dari pulau Jawa tidak mungkin pendekar dari pulau es itu sampai di pulau Jawa."


" apa...pukulan dari pendekar pulau es? bagaimana mungkin kang mas?"


" saya juga tidak yakin dimas Sono,tetapi bisa saja pendekar dari negri tirai bambu itu ada di pulau Jawa saat ini?"


" mau apa dia sampai kepulau Jawa ini?apakah dia juga mencari mustika kipas lima naga seperti kita kang mas?"


" entahlah...tetapi yang saya herankan,bukankah pendekar pulau es sudah lama tidak terdengar lagi,saat saya kecil guru saya pernah bertarung dengan pendekar pulau es itu,dan berhasil menahan pukulan seperti ini."


" benar dimas,walau guru saya terluka,tetapi dia berhasil di sembuhkan oleh Datuk Warso,yang saat ini bertapa di gunung Kelud."


" Datuk Warso?apakah dia masih hidup kangmas,saya juga pernah mendengar Datuk Warso salah satu pendekar aliran hitam yang sangat mengerikan itu."


" menurut cerita guru saya,dia tidak akan mati,karena memiliki ilmu rawa rontek yang sangat langka itu."


" kang mas,apa sebaiknya kita bertanya pada naga yang ada di tubuh kang mas bajo."


" baiklah..saya akan memanggil naga putih,mungkin dia mengetahui siapa yang telah membuat durasa sampai menjadi tewas seperti ini."


Ki bajo pun merapalkan mantranya untuk memanggil ruh naga putih yang bersemayam di dalam tubuhnya.


mulutnya bergerak gerak,dan tidak lama kemudian asap keluar dari ubun ubunya,yang semakin lama menjadi sesosok naga yang mengambang di udara.


" ada apa kamu membangunkan tidur saya?"

__ADS_1


" maaf naga,ada sesuatu yang akan saya tanyakan padamu."


" katakanlah"


" naga,,apakah kamu tau siapa yang membuat durasa menjadi mayat seperti ini?"


naga putih pun melihat durasa yang telah pucat menjadi mayat di sebuah batu milik Ki bajo.


" sebentar saya akan melihatnya."


naga putih pun berputar putar di angkasa,selama beberapa menit dan kembali lagi.


" naga apa yang kamu lihat,apakah kamu sudah tau siapa yang membuat durasa seperti ini?"


" iya saya sudah tau,dia salah seorang anak muda yang bukan berasal dari pulau Jawa ini."


" apa..anak muda?"


Ki bajo seakan tidak percaya dengan jawaban dari naga putih.


setau dia pendekar pulau es lebih tua dari gurunya,mana mungkin pendekar itu masih muda."


" iya,dia adalah putra dari pendekar pulau es yang saat ini terkenal di negrinya."


" bagaimana mungkin pendekar pulau es yang mungkin umurnya sudah ratusan tahun, memiliki putra masih muda naga putih."


" Ki bajo,itulah yang saya lihat,pendekar pulau es terdahulu telah tiada saat ini pendekar pulau es adalah ayah dari pemuda itu."


" apa...?"


Ki bajo hampir tidak percaya,karena ternyata pendekar pulau es telah tiada dan di gantikan oleh ayah dari pemuda itu.


" Ki bajo,saat ini perburuan mustika kipas lima naga semakin berat,karena pemuda itu telah mendapatkannya."


jantung Ki bajo seakan berhenti, bagaimana mungkin pemuda dari negri tirai itu bambu telah mendapatkannya, sementara'selama ini mereka telah berbulan bulan mencari keberadaan kipas lima naga dan belum juga berhasil menemukanya.

__ADS_1


__ADS_2