PENDEKAR PULAU ES 3

PENDEKAR PULAU ES 3
PULAU ES SEKARANG


__ADS_3

pulau es tidak sesepi dahulu,kini pulau es banyak sekali anak anak yang sedang bermain di pulau es,walau demikian anak anak itu di larang keras masuk ke istana pulau es yang saat ini telah di kelilingi tembok setinggi 4 meter.


kasta tertinggi di pulau es adalah kasta dari penghuni atau keluarga dari majikan pulau es.


walau demikian aturan telah di buat semua kasta saling menghormati walau kasta bangsawan atau keluarga majikan pulau es juga menghormati kasta lainnya.


pulau es bagaikan desa baru di tengah tengah laut,nan indah dan sangat sejuk udaranya.


sein Bu sedang memandang ke selatan dimana dia menunggu kakak seperguruannya,yang belum juga kembali dari membantu putra nya yang sedang dalam bahaya dalam pengembaraannya.


saat sein akan kembali ke istana pulau es,dia melihat sebuah bayangan hitam di angkasa,mata yang tajam dapat melihat bayangan hitam itu akan menuju ke pulau es.


” Hem...makluk apakah itu?apakah makluk itu akan membawa kebaikan atau permusuhan?”


sein Bu bertanya di dalam hatinya.


tetapi bayang hitam yang semakind dekat membuat jantungnya berdegup kencang,tampak dua orang di punggung makluk yang berupa burung sangat besar orang yang di nanti,yaitu kakak seperguruannya Cia tong lay dan seorang pemuda yang tak lain adalah putranya Cia Bu Ki.


terlihat senyum di wajah sein Bu yang sangat manis dengan wajahnya sangat tampan walau umurnya sudah menanjak kepala tiga.


Tintin menjejakkan kakinya dengan sangat mulus di pulau es.


para penghuni pulau es pun melihat burung besar itu dan merekapun heran dan berusaha mencari tau tetapi tidak berani mendekati areal burung itu mendarat sebelum tanda bahaya berbunyi.


Cia Bu Ki dan Cia tong lay melompat dari punggung Tintin dan menjejakkan kakinya dengan sangkat manis di hadapan sein Bu.


” Lay Suheng kamu sudah kembali?”

__ADS_1


sein Bu memeluk kakak seperguruannya yang telah di angkat sebagai majikan pulau es sekaligus ketua dunia persilatan aliran putih.


” ya Bu site,dan kamu pasti sudah mengira kalau dia adalah keponakanmu Bu ki.”


Cia Bu Ki la gaung memberi hormat dengan membungkukan tubuhnya di hadapan sein bu.


” Bu Ki...”


kamu sudah besar,sein Bu pun memeluk tubuh Cia Bu Ki dengan erat,karena sudah sangat lama sein Bu tidak bertemu Cia Bu Ki.


” paman Bu..”


Cia Bu Ki juga sangat rindu pada sein Bu yang dahulu sering mengajaknya bermain dan menggendongnya di punggungnya.


saat mereka sedang berpelukan melepas rindu yang sudah lama terpendam, suara teriakan yang membuat mereka harus menoleh ke belakang.


” Ki er...kamu kah itu?”


Cia Bu Ki berlari ke arah wanita itu yang tidak lain nyonya Wui yin atau ibu kandung cia Bu Ki.


” ibu.....”


Cia Bu Ki pun berlutut di hadapan orang yang telah melahirkan nya yang sudah sepuluh tahun lebih tidak bertemu.


Nyonya Wui yin langsung memeluk tubuh Cia Bu Ki yang masih berlutut,air mata pun tertumpa di kelopak mata mereka, sungguh mengharukan pertemuan ini Dan anak itu yang sudah lebih kurang sepuluh tahun tidak bertemu.


” ibu...apakah itu Bu Ki Gege?”

__ADS_1


seorang gadis kecil yang hanya terpaut beberapa tahun dari Cia Bu Ki bertanya pada ibunya.


Wui Yin tersenyum pada gadis yang ada di belakangnya.


” Bi lan kemarilah nak,dia adalah kakakmu Bu Ki nak.”


Cia Bu LAN putri bungsu Cia tong lay yang belum pernah bertemu dengan Cia Bu Ki dengan malu malu mendekati ibu dan kakaknya.


walau mereka belum pernah bertemu,tetapi darah mereka mengalir sama mereka juga berpelukan dengan rasa kasih sayang seorang kakak dan adik.


hari itu pulau es akan mengadakan pesta meriah dengan kembalinya putra majikan mereka ke pulau es,membuat suasana pulau es yang tenang menjadi hiruk pikuk oleh para penghuni pulau es yang ikut merasakan kegembiraan keluarga pulau es.


**


sein Bu dan Cia tong lay sengaja menjauh dari keramaian yang sedang berlangsung,dimana mereka menari dan bernyanyi serta membacakan puisi di iring gelak tawa yang sangat riuh.


” lay Suheng,maaf kalau saya harus memanggilmu lewat suara batin yang kita pelajari di alam dewa.”


” ya saya mengerti Bu sute,tetapi seperti yang kamu ketahui,pulau es ini sudah lama saya tinggalkan dan kamu juga harus kembali ke kerajaan,jalan satu satunya kita harus merelakan kembali Bu Ki untuk mencari saudaranya di tiga negri.”


” saya juga berpikir seperti itu lay Suheng,tetapi seperti yang kita ketahui Bu Ki baru saja berkumpul di pulau es ini,apakah itu tidak akan mengecewakan kakak yin,yang sudah lama menantikan kehadiran Bu Ki?”


” saya akan membicarakan pada istri saya,tetapi tidak dengan waktu sekarang Bu sute,karena situasi yang masih dalam selimut kebahagiaan,saya tidak ingin merusak itu semua dan mengecewakan hati istri saya Bu sute.”


” saya paham Lay Suheng,Bu Ki hanya punya waktu beberapa hari di pulau es ini,sebelum dia harus kembali meninggalkan pulau es untuk mencari adiknya yang hilang di bawa badai pasir.”


” begitulah Bu sute,sebaiknya kita harus menyusun kata demi kata,agar yin yin tidak curiga dengan bu ki yang akan pergi ke tiga negeri”

__ADS_1


mereka pun menyusun kalimat agar Wui Yin tidak curiga dengan kepergian Cia Bu Ki.


__ADS_2