PENDEKAR PULAU ES 3

PENDEKAR PULAU ES 3
PERTARUNGAN JILID DUA


__ADS_3

Cia Bu Ki berkelebat kesana kemari mencari Ki bajo,semua penghalang pengikut atau murid Ki bajo dengan mudah di lumpuhkan oleh Cia Bu Ki.


Ki bajo yang sedang asik menggenjot Dewi siluman kampret tak kuasa menahan marah,di pukulnya pengikut yang berani mengusik kesenangannya,hingga tewas di tempat.


” apa yang terjadi Ki?”


” pemuda itu datang mengacau markas ini,saya tidak bisa biarkan saya bersumpah akan cincang tubuh pemuda itu sampai menjadi kecil kecil.”


Ki bajo segera memakai bajunya yang berserakan di lantai.


Dewi siluman kampret juga menyambar pakaiannya dan mengikuti Ki bajo keluar,tetapi mereka dikejutkan dengan kehadiran Cia Bu Ki yang berdiri membelakangi dengan pedang di tanganya.


” kau...berani benar kau kembali,apa kau sudah bosan hidup?”


Ki bajo dengan amarah yang berkobar-kobar menunjuk Cia Bu Ki sampai suaranya gemetar menahan amarah yang melanda hatinya.


” ya saya kembali untuk mengirimkan kalian berdua ke akhirat.”


Cia Bu Ki membalikan tubuhnya,tampak senyum sinis menghiasi wajahnya yang sangat dingin.


” baiklah anak muda,kali ini aku tidak akan mengampuni jiwamu.”


Ki bajo bergetar hebat,kedua tangannya mulai menimbulkan sisik putih.

__ADS_1


Dewi siluman kampret mundur beberapa langkah,dia tidak percaya Ki bajo akan menggunakan jurus pamungkasnya untuk seorang pemuda yang baru saja hadir di dunia persilatan.


wajah Ki bajo juga di penuhi sisik naga putih,inilah jurus bersatu dengan roh naga.


jurus yang hampir tidak pernah di gunakan Ki bajo selama puluhan tahun.


selama turun di dunia persilatan,jurus ini hanya baru sekali di gunakan saat merebut puncak pendekar nomor satu di tanah Jawa ini,sekarang Ki bajo harus menggunakan jurus bersatu dengan roh naga membuat Dewi siluman kampret yang baru saja menikmati indahnya bersama Ki bajo harus merinding.


dirinya berpikir lebih baik pergi dari tempat ini,karena jaring pemikat Sukma juga telah raib,untuk mengandalkan kemampuan dalam bertarung mereka bukanlah lawanya.


dengan diam diam Dewi siluman kampret pun pergi meninggalkan kedua pendekar yang memiliki kemampuan yang jauh dengan kemampuan nya sendiri.


Dewi siluman kampret pun pergi lewat pintu belakang,dan kembali ke pandepokannya,berharap dengan membantu Ki bajo,untuk menyelamatkan gunung Lawu dari perebutan beberapa pendekar kini dia harus kehilangan jaring pemikat Sukma yang di dapatkanya dengan susah payah.


**


arggggg....


hanya itu keluar dari mulut Ki bajo,saat perubahannya sempurna,kini wajah Ki bajo hampir mirip menjadi seorang monster daripada manusia.


” apakah hanya itu kemampuanmu?sekarang bersiaplah untuk menemui malaikat maut.”


dengan nada dingin Cia Bu Ki mengejek perubahan Ki bajo.

__ADS_1


” tersenyumlah kau anak muda,karena senyuman mu itu senyuman terakhir bagimu.”


suara Ki bajo juga menjadi sangat berat,andai bukan Cia Bu Ki yang ada di hadapannya mungkin orang itu akan lari terbirit-birit karena mereka tau bagaimana kemampuan Ki bajo saat merubah dirinya menjadi setengah monster.


Ki bajo langsung menyerang Cia Bu Ki,dengan kecepatan yang sangat sulit untuk di hindari oleh Cia Bu Ki, sungguh perubahan Ki bajo membuat kemampuanya meningkat berpuluh-puluh lipat.


sebuah pukulan telak menggenai tubuh Cia Bu Ki,membuat Cia Bu Ki terlempar sangat jauh hingga keluar dari pandepokan Ki bajo.


tetapi walau darah mengalir di bibir Cia Bu Ki,dia masih bisa berdiri dan kembali menatap Ki bajo yang masih mengejar untuk kembali melepaskan pukulan untuk kedua kalinya.


walaupun kali ini Cia Bu Ki dapat menghindari pukulan Ki bajo,dia tetap berdiri dan menerima pukulan Ki bajo,untuk keduakalinya Cia Bu Ki menerima pukulan yang maha dahsyat dari Ki bajo dan dirinya terlempar sangat jauh hingga melewati Cia tong lay yang berdiri melihat anaknya di pukul dengan telak oleh musuhnya.


tetapi tidak sedikitpun Cia tong lay menunjukan ekspresi terkejut,dia hanya menonton pertarungan anaknya.


” Bu Ki,ayah tau kamu pasti dapat menyelesaikan musuhmu dengan kemampuan mu itu.”


Cia tong lay berbisik di dalam hati,tetapi suara itu sangat jelas terdengar di telinga Cia Bu Ki yang dirinya masih udara karena terlempar jauh akibat pukulan Ki bajo.


” ayah..jangan khawatir,Bu Ki hanya ingin mengukur kekuatannya saja ayah,karena sepertinya dia belum mengunakan kemampuannya yang sesungguhnya.”


pembicaraan lewat tenaga dalam ayah dan anak itu terus berjalan,itu sangat membantu Cia Bu Ki.


walau hanya dengan percakapan saja itu sudah cukup membantu untuk menambah kepercayaan diri Cia Bu Ki.

__ADS_1


__ADS_2