PENDEKAR PULAU ES 3

PENDEKAR PULAU ES 3
NYI LORO PUN TEWAS


__ADS_3

" kurang ajar siapa yang berani membopongku dari belakang?"


NYI loro hanya bisa mengeluarkan sumpah serapah karena saat ini tubuhnya terasa kaku,walau dirinya sudah menggunakan obat penawar,tetapi obat itu akan bekerja setengah jam kemudian.


setelah asap beracun itu berangsur hilang terbawa angin,Jaka perlahan mendekati nyi loro yang hanya diam terpaku dan matanya melotot sambil berharap Jaka tidak akan berbuat yang bukan bukan sebagai pendekar yang menjunjung tinggi kebenaran.


" mau apa kau Jaka?pergi jangan dekati aku?"


NYI loro yang kembali timbul rasa takutnya akibat wajah kecut Jaka memandang dirinya.


" Hem...apa yang akan aku lakukan padamu,akan membuatmu menyesal nenek peyot,dan ini tidak akan pernah kamu bayangkan selama hidupmu."


" tidak...jangan...pergilah,aku mohon ampuni diriku Jaka."


" mengampuni dirimu?tidak NYI loro, setelah apa yang kau perbuat pada istriku dan diriku,sehingga saat ini aku harus kehilangan istriku dan sebuah lenganku dengan mudah kau meminta ampun padaku?itu bukan hal yang mudah bagiku NYI loro."


" Jaka...ingat,kamu adalah pendekar sejati,tidak mungkin kau akan berbuat pada lawanmu yang sudah tidak berdaya."


" Hem...kamu benar juga NYI loro,saya tidak mungkin akan melakukan itu,tetapi saya punya satu cara yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya."


wajah NYI loro pucat,dia tidak tau apa yang akan di lakukan Jaka,tetapi itu akan sangat menyakitkan baginya.


jaka pun meninggalkan NYI loro,dan mendekati Cia Bu Ki yang sedang duduk di sebuah pohon,cia Bu Ki tidak ingin ikut campur,dengan permasalahan sahabatnya dia hanya menonton apa yang akan di lakukan sahabatnya itu.


" saudara Bu Ki,turunlan.."


jaka memanggil cia Bu Ki,dan berbisik pada Cia Bu Ki.


" tuan..bukankah itu perbuatan yang sangat tidak terpuji?"

__ADS_1


" Bu Ki..buat orang orang seperti dia,perbuatan itu sangat pantas untuknya."


" baiklah tuan,saya akan melakukan apa yang tuan lakukan,saya mengerti kesedihan tuan saat ini."


cia Bu Ki pun pergi meninggalkan Jaka,walau NYI loro tubuhnya masih kaku,tetapi telinganya dan mulutnya masih dapat berfungsi dan mendengar pembicaraanJaka dengan Cia Bu Ki.


**


" apa yang akan kau rencanakan Jaka?tidak seharusnya dirimu sebagai pendekar panutan golongan putih,bertindak yang tidak pantas bagi orang yang sudah tidak berdaya."


Jaka hanya tersenyum,dia tidak ingin berdebat pada NYI loro yang telah membunuh istri dan membuntungin tanganya.


" Jaka ...bicaralah jangan kau hanya tersenyum."


" NYI..sebentar lagi kamu juga tau apa yang akan aku perbuat denganmu."


tidak lama kemudian,cia Bu Ki kembali,dan membawa sarang semut rangrang.


" tuan...tolong,semut ini mengganggu sekali."


" saudara Bu Ki,letakan saja di situ,kamu aneh..bukan begitu cara mengambil semut rangrang itu."


cia Bu Ki meletakan sarang semut rangrang dan membersihkan seluruh tubuhnya dari serangan semut rangrang.


Jaka mengambi sebuah ranting panjang,dan meraih sarang semut rangrang itu,diapun berjalan mendekati nyi loro yang sangat pucat.


seumur hidupnya baru kali ini dia di perlakukan orang seprti ini.


membuat dia harus berteriak teriak tidak karuan.

__ADS_1


" Jaka..apa yang kau lakukan?jangan..menjauh dariku,"


NYI loro yang ketakutan,tampak wajah peotnya semakin pucat membuat Jaka tertawa di dalam hati.


" NYI loro..sebelum kamu mati di tanganku,tidak salahkah aku menyiksamu dengan cara seperti ini."


" tidak Jaka,jauhkan semut itu."


tetapi sarang semut itu telah di lemparkan ke tubuh NYI loro,membuat ribuan semut hinggap di tubuh NYI loro.


hanya sumpah serapah dan makian yang keluar dari mulut NYI loro.


.semut semut itu menyerang NYI loro di sekujur tubuhnya.


bahkan ada juga yang masuk ke telinga membuat NYI loro menjerit kesakitan akibat ribuan semut menggigiti seluruh tubuhnya.


sungguh nyi loro tersiksa,tubuhnya lemas walau racun di dalam tubuhnya masih menguasai dirinya,NYI loro tidka dapat berbuat apa apa lagi.


NYI loro hanya pasrah agar Jaka membunuhnya dengan segera.


permintaan NYI loro pun di kabulkan oleh Jaka.


pedang langitnya pun di cabut,dan mulunnya berkata.


" istriku..hari ini kau akan tersenyum di alam sana,orang yang telah membunuhmu dan Janin di dalam rahimmu,hari ini akan aku kirim ke neraka."


pedang langit langsung memenggal kepala NYI loro,dan kepala itu menggelinding di tanah,dengan mata masih melotot sekan belum rela mati di tangan Jaka.


tubuh nyi loro masih berdiri,dan masih di rubungi semut rangrang.

__ADS_1


cia Bu Ki hanya bisa mengelus dada,ternyata di balik kewibawaan Jaka tersimpan amarah yang sangat mengerikan.


__ADS_2