
Nyai Ambar ulan pun menuruti kata kata Cia Bu Ki,dia kembali duduk bersila mengatur nafasnya yang sangat sesak.
" nyai maaf,saya harus menyentuh bagian tubuhmu guna untuk mengobati luka dalam nyai"
nyai Ambar hanya mengangguk tanda setuju, Cia Bu Ki meletakan kedua telapak tangannya di punggung nyai Ambar ulan.
aliran energi dari telapak tangan Cia Bu Ki perlahan masuk melewati telapak tangan Cia Bu Ki.
wajah nyai Ambar ulan perlahan memerah,racun yang ada di tubuhnya pun ternetralisir oleh hawa dingin yang keluar dari telapak tangan Cia Bu Ki.
hampir sepuluh menit Cia Bu Ki menggunakan tenaga dingin untuk membekukan racun yang ada di dalam tubuh nyai Ambar.
lalu dia menotok jalan jalan darah nyai Ambar ulan,dan membuat nyai Ambar ulan merasa mual dan memuntahkan darah yang bercampur racun yang mengeluarkan bau amis yang sangat menyengat.
Ki Ageng Permana yang baru saja sampai karena ketinggalan jauh kecepatan berlari ya dari Cia Bu Ki,hanya menggelengkan kepala ketika melihat anak muda itu mengobati nyai Ambar ulan dengan metode dari negri tirai bambu itu.
sungguh Ki Ageng Permana merasa takjub dan sangat kagum pada Cia Bu Ki,dengan umurnya yang sangat muda dia memiliki ilmu pengobatan serta memiliki ilmu yang tinggi yang akan berguna bagi negrinya di masa depan.
" bagaimana nyai?apakah dirimu sudah baikan?"
Cia Bu Ki melepaskan kedua tanganya dari punggung nyai Ambar ulan.
nyai Ambar ulan pun membuka kedua matanya,kini pandanganya jernih tidak berkunang kunang lagi,walau dadanya masih terasa sedikit sesak, dengan beristirahat satu hari sesak itu akan hilang sendirinya,yang terpenting racun yang ada di dalam tubuhnya telah hilang.
" terima kasih Bu Ki, bagaimana dengan Jaka?apakah dia baik baik saja?"
Cia Bu Ki menoleh pada Jaka,yang saat ini tidak sadarkan diri,dan di tolong oleh Ki Ageng Permana.
__ADS_1
" Ki..?bagaimana dengan tuan Jaka?apakah dia baik baik saja?"
" Jaka baik baik saja anak muda hanya tulang punggungnya saja yang retak akibat terkena senjata lawan,luka dalamnya juga tidak terlalu serius,tetapi Jaka terlalu memaksakan tenaganya sehingga dia kehilangan kesadarannya,mungkin dengan beristirahat besok dia akan siuman."
" Ki saya ada obat dari guru saya Ki,obat ini cocok buat menyembuhkan tulang patah atau pun retak Ki."
" bagus anak muda,dengan obat ini tulang punggung Jaka akan kembali normal dalam beberapa hari."
Ki Ageng pun membawa Jaka ke dalam pondok teratai milik nyai Ambar ulan, sedang-kan nyai Ambar ulan di bantu oleh para murid muridnya memasuki pondok teratai milik nyai Ambar ulan.
**
pagi yang cerah, Cia Bu Ki masih merenungi apa yang di katakan oleh Ki Ageng Permana kemarin,bahwa dia akan di kenal sepanjang masa di negri ini,apa yang akan terjadi di masa depan, Cia Bu Ki hanya bisa bertanya di dalam hatinya.
" maaf Kisanak,Ki Ageng Permana memanggil kisanak,karena saudara Jaka telah siuman kisanak."
" benarkah tuan Jaka sudah siuman?baiklah saya akan kesana segera."
tampak wajah Jaka mulai bersinar karena punggungnya sudah di beri salep pemberian Cia Bu Ki oleh Ki Ageng Permana.
" tuan..apakah tuan sudah baikan?"
" Bu Ki kemarilah,saya sangat berterima kasih padamu Bu Ki,kau telah menyelamatkan hidupku."
" apa yang saya lakukan tidak sebanding dengan tuan lakukan padaku, justru sayalah yang sangat berterima kasih pada tuan Jaka."
"kamu ini Bu Ki,sudah pandai berbicara rupanya,membalikan fakta sebenarnya."
__ADS_1
gelak tawa mewarnai tempat itu,sehingga nyai Ambar ulan masuk dan membuat mereka harus menahan tawa mereka.
" apa yang kalian tertawakan?"
" maaf nyai,ini hanya lelucon tentang Bu Ki nyai."
" maaf Bu Ki,saya lupa berterima kasih karena dirimu saya dan Jaka masih bisa menghirup udara segar sampai hari ini."
" nyai tidak usah sungkan,ini semua berkat dewa nyai,Oia..siapakah mereka yang menyerang nyai dan tuan Jaka?"
" Bu Ki..biar saya yang jelaskan."
Jaka yang mendengar pertanyaan Bu Ki,pun memanggil untuk duduk di sampingnya.
" ada apa tuan?"
" mereka adalah musuh lama saya,bukan hanya saya tetapi para golongan putih sangat memusuhi mereka."
" sungguh ilmu mereka sangat tinggi,tuan Jaka dan nyai Ambar ulan,dapat di kalahkan mereka."
" kesaktian mereka memang sulit di ukur Bu Ki,sudah dua kali saya berhadapan dengan mereka,dan dua kali saya hampir saja tewas di tangan mereka Bu Ki."
" sebaiknya saya juga harus berhati hati,andai suatu saat mereka bertemu dengan saya,apakah saya sanggup menghadapinya tuan?"
" mungkin soal kedikdayaan kamu saat ini sangat sulit di kalahkan mereka,apa lagi dengan mustika kipas lima naga yang ada padamu saat ini,tetapi ingat Bu Ki,mereka sangat licik mungkin saja mereka akan menipumu dengan tipu muslihat mereka yang sangat memalukan itu."
" terima kasih tuan,atas saran tuan,saya akan selalu mengingatnya."
__ADS_1
Cia Bu Ki dan yang lainya mengobrol santai,di pondok teratai.
walau saat ini kipas lima naga telah berada di tangan Cia Bu Ki,bukan berarti mustika itu aman,mungkin saat ini Cia Bu Ki adalah orang nomor satu yang akan di cari oleh pendekar di dunia persilatan untuk merebut kipas lima naga milik cia Bu Ki.