
perbuatan warga kampung sudah sangat kelewatan batas,Kasran yang sudah tidak berdaya dan tak sadarkan diri dan di pasung di tengah hutan kecil,kakinya di rantai wajah yang di penuhi darah tidak membuat warga kampung kasihan,mereka malah meludahi wajah Kasran.
tiga pasang mata yang sejak tadi memperhatikan warga kampung sudah tidak tahan lagi sehingga salah satu dari mereka membentak para warga kampung itu.
” apakah kalian sudah tidak punya hati nurani,sehingga kalian tega berbuat sedemikian keji pada salah satu dari kalian?”
warga kampung menoleh pada orang itu,mereka memperhatikan dengan seksama ketiga pria yang berdiri bersebrangan dengan mereka.
walau mereka sedikit terkejut karena ketiga pria yang berbeda usia tiba tiba muncul,tetapi itu hanya sejenak karena mereka berpikir,ketiga pria itu memang sejak tadi di tempat itu dan mereka tidak memperhatikan karena sibuk dengan Kasran.
” pergilah kisanak,ini bukan urusan kalian.”
” memang itu bukan urusan kami,tetapi kami paling tidak suka melihat manusia di perlakukan seperti binatang.”
” kisanak jangan pancing kemarahan kami yang sedang bekobar,kami tidak akan segan untuk menangkap dan menganiaya kisanak,dengan tuduhan berkomplot dengan manusia laknat ini kisanak.”
” begitu sangat mudah kalian menuduh kami seperti itu,kami jadi curiga kalau pemuda itu memang tidak bersalah dan saat ini dia sedang di fitnah.”
” lancang sekali mulut kalian,sekarang kalian pergi atau kami akan menangkap kalian dan menemani manusia laknat ini di sini.”
salah satu warga yang merasa dirinya sok jago berusaha mengancam mereka yang tidak lain adalah Cia tong lay dan putranya serta dewa tinju mabuk.
warga pun menjadi ikut marah,darah mereka juga mendidih sehingga mereka kini maju ke depan untuk menghadapi ketiga orang asing yang mencoba menolong Kasran.
tetapi di saat situasi yang sangat genting,suara teriakan perempuan yang mereka kenal tidak lain adalah Aminah membuat para warga merasa bersalah.
” apa yang kalian lakukan pada kakang Kasran? apakah kalian tidak malu?membuat kakang Kasran menjadi seperti ini?”
” Aminah....”
teriak salah satu warga,kebingungan karena wajah Aminah yang pucat terlihat sangat marah.
” ya saya Aminah,hari ini meminta pertanggung jawaban saudara saudara semua yang telah menganiaya kakang kasran.”
” bukankah Kasran telah menodai mu Minah?"
” bukan kakang Kasran pelakunya,kakang Kasran adalah orang baik,mengapa kalian tega menyakiti nya?”
Aminah terduduk menangis,dia menyesali mengapa warga tega menyiksa Kasran yang sangat baik, takdir memang kejam di saat dia harus kehilangan kesuciannya kini dia harus menyaksikan kekasihnya di siksa oleh warga kampung yang menuduh telah memperkosa dirinya.
warga kampung terdiam,mereka hanya bisa menunduk,karena merasa bersalah telah membuat Kasran menjadi seperti ini.
__ADS_1
” lepaskan dia,mengapa kalian diam saja?"
kali ini Cia Bu Ki yang berteriak karena sudah tau masalah sebenarnya.
warga kampung pun tersadar mereka melepaskan ikatan di tubuh Kasran dan pasing yang ada di kakinya.
Kasran pun di bawa kembali ke ruang mah untuk segera di obati dengan dukun kampung.
**
para warga meninggalkan Cia tong lay dan yang lainnya begitu saja,dan membawa Kasran dan Aminah ke kampung untuk segera di obati.
” ayah sepertinya kampung itu sedang ada masalah?”
” benar Bu Ki,kita sudah sangat dekat dengan dia?"
Cia tong lay membisikan ke telinga Cia Bu Ki.
sementara dewa tinju mabuk memperhatikan sekelilingnya,guci saktinya bergerak gerak perlahan,tanda ada sebuah roh yang sangat kuat di dekat mereka.
” Pendekar cia, sepertinya kita sudah sangat dekat dengan tujuan kita.”
” benar tuan,saya juga merasakan kekuatan yang sangat besar sangat dekat dengan tempat ini.”
mereka pun memutuskan untuk berpencar,sedangkan para warga sudah jauh meninggalkan mereka, tetapi sebuah kentongan dari warga kampung karena saat mereka memasung Kasran Jaka memiliki kesempatan untuk mencari korban.
kali ini Jaka, kepergok saat dia berusaha menerawang Siti anak pak suwito,yang masih berumur 15 tahun.
pak Suwito yang baru saja pulang dari kebun,langsung berteriak saat Jaka sedang memaksa Siti anak gadisnya.
pak Suwito langsung berteriak membuat jaka terkejut,dengan sekali kibas saja pak suwito langsung mencelat jauh kebelakang.
istri pak Suwito yang melihat berteriak keras sehingga memancing warga yang tidak ikut ke hutan untuk memasung Kasran segera berdatangan dan melihat Jaka yang sudah ketangkap basah.
suara kentongan pun bersahutan,sehingga kini Jaka terkepung.
Jaka yang memiliki kemampuan dan kesaktian dapat saja menghilang tanpa bisa di tangkap oleh warga kampung.
tetapi karena dia juga sangat marah,diapun ingin menghabisi dan memberi pelajaran pada warga kampung.
dengan tatapan dingin seakan tidak bersalah Jaka memandang satu persatu wajah orang kampung yang mengepung dirinya.
__ADS_1
” tangkap manusia ini,karena sudah berbuat keji pada Siti dan ayahnya.
” benar ternyata manusia inilah dalang semuanya,tangkap dan jangan lolos.”
” ha ha ha....”
tawa Jaka yang di sertai tenaga dalam membuat warga kampung harus menutup telinganya,suara tawa Jaka membuat telinga warga kampung mengeluarkan darah dari hidung dan telinga.
mereka bergulingan menahan rasa sakit yang luar biasa,di saat yang sangat genting ini Cia Bu Ki datang sebelum warga kampung tewas akibat tawa Jaka yang akan merenggut nyawa mereka.
tawa Jaka terhenti karena sebuah pukulan jarak jauh dari Cia Bu Ki menghantam kekuatan tawa Jaka dan ledakan besar terjadi.
tawa Jaka menghilang,dan nyawa para warga pun selamat.kini Jaka dan Cia Bu Ki berhadapan.
” akhirnya kamu datang juga Bu Ki,sudah lama aku menunggumu.”
” tuan sadarlah,ini jalan sesat kamu hanya di peralat oleh iblis itu tuan.”
” ha ha ha...diperalat?apakah ucapanmu itu tidak salah Bu Ki? bukankah kamu yang selama ini memperalat diriku,hingga dirimu memiliki kekuatan sekarang ini.”
” tua kamu....”
” kenapa Bu Ki?mengapa tidak kau lanjutkan kata katamu?”
” baiklah tuan,aku akan menghentikan perbuatamu yang sudah kelewat batas itu.”
” ha ha ha ...apakah kamu sanggup Bu Ki?silahkan kalau dirimu mampu.”
” baiklah tuan,kamu akan merasakan yang belum kamu rasakan.”
cia Bu Ki pun langsung menyerang Jaka,dengan sedikit gerakan yang sangat aneh membuat Jaka terkejut.
” jurus apa ini Bu Ki?”
” inilah jurus tapak dewa tuan,ini adalah jurus kakeku yang belum sekalipun aku perlihatkan padamu tuan.”
pertarungan Jaka sungguh sangat seru,Jaka yang seperti terkesima dengan gerakan indah Cia Bu Ki yang seperti menari nari dan menulis nulis di udara dan sebuah tapak dewa berhasil mengenai dada Jaka.
Dessss....
tubuh Jaka mundur beberapa langkah,dadanya sangat sesak karena pukulan tapak dewa Cia Bu Ki yang sederhana dan sangat indah.
__ADS_1
” guru dimana dirimu?”
Jaka mencari gurunya yang sedang pergi karena dia tidak ingin menyaksikan Jaka yang sedang memerawani korbannya.