
" maafkan saya Bu Ki,saya malu sebagai pendekar yang menjujung tinggi kebenaran,saya telah berbuat tidak patut dilakukan oleh seorang pendekar seperti saya."
" sudahlah tuan,kalau menurut saya dia pantas mendapatkan semua itu tuan."
Jaka melihat mayat NYI loro yang terpenggal kepalanya,dia menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya perlahan.
setelah dia tenang,Jaka pun menggali lobang untuk menguburkan ya.
**
" Bu Ki..terima kasih,kau telah membantuku,saatnya aku akan membalas jasa jasamu Bu Ki."
" tuan...apakah saya tidak salah dengar,bukankah selama ini tuan lah yang selalu membantu saya?"
" Hem...Bu Ki,seperti yang kamu katakan,mustika apakah yang kamu cari selama ini sampai kepulau Jawa?"
" maaf tuan,saya tidak dapat menceritakan nya,karena guru saya melarang menceritakan pada orang lain,yang pasti mustika itu pusaka dari leluhur guru saya,dan di sembunyikan di pulau Jawa ini tuan."
" di sembunyikan?bagaimana mungkin mustika dari negri kalian sampai di sembunyikan di negri kami?"
" menurut cerita guru saya,mustika itu sangat di incar oleh para pendekar di negri kami,dan guru harus menyembunyikan di negri tuan,karena keistimewaan mustika itu yang sangat dahsyat tuan."
semoga saja kamu dapat segera menemukanya Bu Ki."
" terima kasih tuan."
" Bu Ki saatnya saya akan membantumu Bu Ki,karena dendam saya sudah saya laksanakan,mudah mudahan di perjalanan kita nanti saya akan menemukan orang orang yang telah turut membuat akau cacat seumur hidupku Bu Ki."
" apa tuan ingin membantuku mencari mustika itu?"
" kenapa Bu Ki,apakah kamu menolaknya?"
" tapi tuan,saya merasa tidak enak,andai saya merepotkan kan tuan."
" ha ha ha ....,apa selama ini saya merepotkan mu Bu Ki?"
__ADS_1
" tidak tuan...jangan salah paham dulu?"
" sudahlah mari kita pergi dari sini,lebih cepat mustika itu kamu temukan semakin bagus bukan?"
" baiklah tuan,saatnya kita berlomba tuan."
kini Cia Bu ki mulai berani untuk mengajak Jaka untuk berlomba memamerkan kecepatan yang dia miliki.
Jaka tersenyum dia tidak menjawab tapi mengangguk dan langsung melesat meninggalkan Jaka yang masih termangu,dengan sifat Jaka yang tidak terduga.
dua pendekar dari beda negri itu saling berlomba,mereka saling memamerkan kecepatan yang mereka miliki.
kadang cia Bu Ki mendahului Jaka,terkadang Jaka juga mendahului cia Bu Ki.
Jaka sangat kagum pada Cia Bu Ki,dengan umur yang masih muda,cia Bu Ki memiliki ilmu yang sangat tinggi.
berbeda dengan cerita yang beredar selama ini,bahwa pendekar dari negri tiongkok hanya memiliki kecepatan dan tidak memiliki kemapuan.
tetapi berita itu hanya berita belaka,di depannya anak muda yang berasal dari negri Tiongkok telah membuktikan kalau dia memiliki kecepatan dan kekuatan.
**
cia Bu Ki yang berhasil mendahului Jaka akhirnya berhenti ketika mendengar teriakan Jaka.
" ada apa tuan?mengapa harus berhenti di sini?"
" tunggu dulu Jaka,pulau Jawa ini begitu luas, dimanakah guru saudara Bu Ki menyimpan mustika yang saudara Bu Ki cari?"
" maaf tuan,saya lupa menanyakan pada guru,saya hanya di beri satu petunjuk,langkah saya akan menuju ketempat mustika itu,dan dia akan mengeluarkan cahaya yang sangat terang apa bila dekat dengan mustika itu walau mustika itu berada di dalam bumi sekalipun tuan."
" Hem..benar benar unik Bu Ki,saya menjadi sangat penasaran ingin segera melihat mustika itu Bu Ki."
cia Bu Ki hanya tersenyum,dia percaya pada pendekar dari pulau Jawa ini,yang memiliki sifat yang luhur dan tidak serakah.
" mari tuan kita lanjutkan kembali perjalanan kita."
__ADS_1
" tunggu dulu Bu Ki,sebaiknya kita singgah di padepokan sahabat saya di dekat sini."
" sahabat tuan?"
" benar Bu Ki,sekalian saya akan memperkenalkan dirimu dengan sahabat saya."
" baiklah tuan,saya juga sudah lapar?"
" ha ha ha...kamu ada ada saja Bu Ki,mari kejar saya."
kembali mereka pun saling kejar,kini tampak Jaka sedikit lebih unggul karena dia menggunakan seluruh kecepatannya, walau demikian Jaka semakin kagum walau dia telah menggunakan seluruh kecepatannya,jarak antara mereka hanya satu tombak.
mungkin beberapa tahun lagi,saat ilmu yang di miliki cia Bu Ki,telah matang mungkin cia Bu Ki sudah jauh melampaui ilmu yang dia miliki.
**
" lihatlah Bu Ki..."
Jaka yang berhenti mendadak membuat cia Bu Ki panik,hampir saja dia menubruk Jaka,andai dia tidak melompat salto beberapa kali di udara dan akhirnya menjejakan kakinya dengan sangat sempurna tanpa sedikitpun mengeluarkan suara.
" tuan apa yang tuan lakukan?"
cia Bu Ki sedikit protes karena Jaka menghentikan tubuhnya dan berhenti mendadak,membuat Cia Bu Ki hampir saja menubruknya,walau itu di katakan secara lembut dan tidak ingin Jaka tersinggung.
" sabar Bu Ki jangan marah dahulu,lihatlah pandepokan milik putri Kirana,telah ada di depan?"
" apa yang harus kita tunggu tuan mari kita kesana,bukankah tuan sudah lapar seperti saya?"
" kamu Bu Ki?"
Jaka hanya tersenyum,benar yang di katakan Bu Ki perutnya juga sudah merasa lapar,tetapi di pandepokan putri Kirana bukanlah tempat dimana ada perjamuan makanan,mana mungkin dia akan meminta makanan di pandepokan putri Kirana.
" ada apa tuan?"
sebelum kita kesana sebaiknya kita singgah di desa di dekat pandepokan itu,sepertinya perutku juga minta di isi."
__ADS_1
" ayo tuan."
kali ini Jaka yang bertindak dahulu,mendahului Jaka yang masih mengira berapa sisa koin yang ada di sakunya.