PENDEKAR PULAU ES 3

PENDEKAR PULAU ES 3
MISTERI BUKIT SICAULU


__ADS_3

” Bu Ki,beruntung kita memliki Tintin dan kita akan segera tiba di tiba negri.”


” apakah tiga negri masih jauh enci Li?”


” ya tiga negri masih sangat jauh,kita membutuhkan hampir sebulan bila menggunakan ilmu meringankan tubuh,dan satu bulan lebih bila menunggang kuda,tetapi bila mengunakan Tintin kita hanya membutuhkan beberapa hari saja ke tiga negri.”


” oh.... sebaiknya kita beristirahat dahulu enci,kasihan Tintin sudah seharian terbang.”


” baiklah,di depan sana ada sebuah bukit sebaiknya kita turun kesana.”


Cia Bu Ki mengangguk dan membisikan pada Tintin untuk segera turun di bukit di depan sana.


bukit sicaulu adalah bukit kecil yang di diami oleh seekor ular siluman, masyarakat di bukit sicaulu sangat terganggu dengan siluman ular di bukit sicaulu.


tetapi tidak ada yang berani untuk melawan siluman ular itu,bahkan masyarakat sicaulu harus rela menumbalkan beberapa hewan untuk membayar pajak pada siluman ular di bukit sicaulu.


kehidupan ini sudah puluhan tahun di lakukan,dan sudah menjadi kebiasaan sehingga para penduduk sicaulu mau tidak mau setiap tahun mengadakan tumbal pengorbanan agar mereka tidak di mangsa oleh siluman ular.


dahulu para penduduk sempat tidak melakukan sebuah pengorbanan ternak ke bukit sicaulu,tetapi kejadian yang mengerikan terjadi di desa sicaulu, beberapa orang harus menerima kemarahan dari siluman ular itu sehingga beberapa orang harus merenggang Nyawa dengan cara yang sangat mengenaskan.


sejak itu para penduduk selalu mengadakan ritual pengorbanan hewan ternak pada siluman ular di bukit sicaulu.


tetapi beberapa tahun ini,siluman ular sudah tidak menginginkan hewan ternak dalam pengorbanan,setiap tahun dia meminta nyawa seorang anak bayi agar di timbulkan.


para penduduk menjadi sangat resah,dan satu persatu harus rela meninggalkan desa sicaulu agar mereka tidak lagi mengorbankan nyawa anak mereka.


tetapi apa yang terjadi, penduduk yang berusaha pergi dari desa sicaulu harus rela kehilangan nyawa setelah siluman ular membunuh mereka dalam perjalanan keluar dari desa sicaulu.


**


Cia Bu Ki dan Sin Yuan Li melompat dari punggung Tintin dan dengan manis menjejakkan tanah tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


mereka mencari tempat beristirahat untuk meluruskan tubuh mereka yang penat.


sementara Tintin mencari tempat untuk mencari makanan dan minuman setelah seharian terbang di angkasa.


” Bu Ki,mari kita kesana itu ada sebuah batu di bawah pohon rindang itu.”


” enci Li pergilah dahulu,saya dan Tintin akan mencari air untuk kita.”

__ADS_1


Cia Bu Ki pun kembali naik ke punggung Tintin dan terbang mencari sumber mata air.


setelah menemukan sumber mata air,cia Bu Ki segera memenuhi tempat air minum mereka dan membersihkan wajahnya agar menjadi segar kembali.


dia pun membisikan pada Tintin,untuk mencarikan buah buahan di hutan, sepertinya di bukit ini yang penuh batuan tidak terdapat buah buahan.


Tintin pun pergi,meninggalkan Cia Bu Ki untuk mencarikan makanan buat tuannya.


setelah Tintin pergi, Cia Bu Ki kembali ketempat dimana sin Yuan Li sedang duduk di bawah pohon dan mengamati tempat dimana seseorang sedang mengintai mereka sejak kedatangannya.


” maaf enci,mungkin enci Li menunggu lama,ini minumlah.”


Cia Bu Ki pun memberikan tempat minuman pada sin Yuan Li yang tersenyum padanya.


” dimana Tintin Bu Ki?mengapa dia tidak bersama mu?"


” oh...Tintin mencari buah buahan untuk kita,kebetulan di tempat ini tidak ada tanaman buah buahan,saya takut enci Li menunggu terlalu lama saya memutuskan biar Tintin yang mencari makanan.”


” burung yang cerdas,sangat cerdas.”


” benar enci Li,Tintin sangat cerdas.”


” ha ha ha ... sejak kedatangan kita,saya sudah mengetahuinya enci Li,tetapi dia bukanlah apa apa dia hanyalah seorang siluman kecil.”


” siluman kecil?”


” benar enci Li,bahkan dia sangat takut dengan Tintin saya dapat merasakannya.”


” sungguh kemampuanmu sungguh luar biasa Bu ki.”


” saya pelajari ini dari tanah Jawa enci Li,teman saya yang mengajarkan itu semua tetapi dia malah harus menjadi tersesat setelah,ah sudahlah Bu Ki saya kasihan dan tidak ingin mengingat teman saya itu.”


saat asik mereka berbincang sebuah senjata rahasia meluncur dengan deras kearah mereka.


tetapi hanya sekali kibasan tangan saja senjata rahasia itu gugur ke tanah.


” Hem... sepertinya dia ingin menyerang kita enci Li,baiklah saya akan tangkap dirinya.”


tubuh Bu Ki berkelebat sangat cepat sekali, mengejar siluman yang telah melepaskan senjata rahasia pada mereka.

__ADS_1


siluman kecil sangat kaget,karena dia langsung meninggalkan tempatnya saat mengetahui senjata rahasianya dengan mudah di patahkan.


” kau....”


siluman kecil itu yang tidak lain adalah siluman ular bukit sicaulu terkejut, wajahnya sangat pucat melihat manusia asing yang baru saja di berhasil mematahkan serangannya kini sudah berada di hadapannya.


” Hem....sejak tadi saya tidak ingin menggangu kamu,tetapi kamu telah melepaskan senjata mu pada kami,berarti kamu ingin mencari urusan dengan kami.”


” si..si..apa kalian,maafkan saya telah mengganggu kalian.”


” maaf saja tidak cukup kamu harus di beri pelajaran agar kamu tidak lagi melukai orang yang berada di tempat ini.”


Cia Bu Ki pun ingin melepaskan pukulan buat memberi pelajaran pada siluman ular itu.


tetapi siluman ular itu berlutut,dia tau manusia ini bukanlah tandingan nya,melawan pemuda yang ada di hadapannya berarti akan mengakhiri hidupnya.


” ampun tuan,maafkan saya yang telah lancang menyerang tuan.”


" tahan Bu Ki...”


sin Yuan Li berteriak pada Cia Bu Ki yang akan melepaskan pukulan pada siluman ular itu.


Cia Bu Ki menoleh ke belakang dan menurunkan tangannya.


” enci Li,apa yang harus kita lakukan pada siluman ular ini?”


” lepaskan dirinya,dia sudah meminta maaf dan menyadari kesalahannya.”


dengan sangat berwibawa sin Yuan Li meminta ampunan pada Cia Bu Ki untuk siluman ular itu.


” baiklah saya akan melepaskannya,pergilah jangan muncul kembali di hadapanku.”


Cia Bu Ki melepaskan siluman ular itu,dan siluman ular itu segera pergi tanpa di perintah dua kali.


setelah kepergian siluman ular itu,sin Yuan li dan Cia Bu Ki mencium bau yang sangat aneh, beberapa penduduk sedang menaiki bukit itu dan sambil membawa berupa sesajian untuk upacara dan seorang anak bayi yang di tandu dan di biarkan menangis.


” enci Li,apa yang mereka lakukan?saya mencium ada yang janggal di tempat ini enci Li.”


” sebaiknya kita sembunyi Bu Ki,dan melihat apa yang akan mereka lakukan.”

__ADS_1


Cia Bu Ki dan sin Yuan Li mencium keadaan yang aneh segera sembunyi untuk mengetahui apa yang akan mereka lakukan ditempat ini.


__ADS_2