
Cia Bu Ki tersenyum saat dari jauh Jaka yang sudah menggunakan kemampuanya mengejar dirinya.
tidak lama kemudian Jaka pun tiba dengan sedikit wajah cemberut Mandang Cia Bu Ki.
" tuan..mengapa tuan lama sekali?"
" Bu Ki,bukanya saya lama tetapi kamu yang terlalu cepat?apa yang ki Ageng Permana ajarkan padamu sehingga dirimu jauh meninggalkan diriku?"
" saya sendiri tidak mengerti tuan,ini akibat dari mustika itu tuan,sehingga tubuhku jauh lebih ringan."
" sungguh istimewa mustika kipas lima naga itu Bu Ki,selain dia dapat di jadikan senjata ternyata mustika itu berpengaruh kepada pemiliknya."
" apakah tuan jadi ingin melihat kipas lima naga itu?"
Cia Bu Ki sengaja mengalihkan pembicaraan dari Jaka,karena khawatir kalau saja mereka berlama lama di tempat ini,akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
Jaka hanya mengangguk setuju, Cia Bu Ki pun diam sejenak,lalu menarik nafasnya dalam dalam,energi yang ada di pusatkan kepikiran untuk memanggil mustika lima naga yang ada di dalam tubuhnya.
sebuah sinar keluar dari dalam tubuhnya,walau tidak seterang dengan sinar pertama kali cia Bu Ki menemukan kipas lima naga,tetapi sinar itu cukup membuat Jaka harus memicingkan matanya dan melindungi dengan kedua tangannya.
Cia Bu Ki memegang kipas lima naga,ukiran setiap tangkai kipas sangat menakjubkan,karena setiap tangkai kipas tergambar sebuah naga yang berbeda beda warna dan bentuknya.
perlahan sinar itu mulai redup sehingga mereka dapat dengan jelas melihat bentuk kipas lima naga yang sungguh sangat menakjubkan.
__ADS_1
entah siapa yang membuat kipas lima naga,tetapi bagi mereka kipas ini sungguh sangat sempurna.
" Bu Ki..apakah kamu pernah di beri taukan oleh gurumu bagaimana penggunaan kipas lima naga itu?"
" apakah tuan becanda?bahkan saya telah mengusai jurus jurus bagaimana menggunakan kipas ini?"
" bolehkah saya mengetahui bagaimana kamu memainkan satu jurus saja Bu Ki."
" saya tidak yakin tuan,karena saya tidak ingin membuat kerusakan."
" saya mohon Bu Ki,saya hanya penasaran saja."
Cia Bu Ki melihat wajah Jaka,sepertinya sangat penasaran,dirinya tidak yakin bila mengunakan senjata kipas lima naga,tidak akan merusak alam yang ada di sekitar.
dengan hanya menggunakan senjata kipas biasa,mengakibatkan pepohonan di sekitar hancur dan mengakibatkan hutan itu menjadi gundul akibat angin yang di hasilkan jurus itu sangat dahsyat.
" tuan...maaf,jurus itu sangat berbahaya tuan,apa lagi dengan kemampuan saya yang meningkat sangat drastis bisa bisa bukit ini akan rata tuan,maafkan saya tuan saya tidak dapat memenuhi permintaan tuan."
" apa..tidak mungkin,bukit ini bisa rata menjadi tanah Bu ki?
" apakah tuan ingin bukit ini rata menjadi tanah,bagaiamana nanti dengan nasib nyai Ambar ulan,bukankah bukit ini ciptaan dari ilmu yang di miliki nyai Ambar ulan?"
" tidak Bu Ki,sebaiknya jangan kau lakukan?karena akan membuat nyai Ambar ulan terluka bisa bisa tewas."
__ADS_1
" itulah yang saya takutkan tuan,tetapi suatu saat saya akan tunjukan jurus itu tuan di tempat yang lebih aman."
" tidak Bu Ki,kita harus berpisah,karena mungkin kamu akan kembali ke negrimu?"
" tuan...apakah Ki Ageng Permana tidak mengatakanya pada tuan Jaka?"
" tidak?"
" saya akan kembali sebentar untuk bertemu dengan orang tua saya,dan saya akan kembali lagi kepulau Jawa ini untuk mengabdikan diri bagi negri tuan."
" benarkah itu Bu Ki?"
wajah Jaka berseri,karena kabar yang di katakan oleh Cia Bu Ki seakan hadiah yang sangat berharga yang di dapatkanya.
" jangan khawatir tuan,masa depan saya ada di negri tuan,karena saya akan menjadi legenda yang tidak terlupakan sampai akhir jaman."
" baiklah Jaka,berita itu sangat membuatku sangat senang,kapan kamu kembali ke pulau es Bu Ki?"
" saat musuh musuh tuan harus membayar dengan hilangnya salah satu tangan tuan."
mendengar itu Jaka terharu,salah satu tangannya telah buntung,dan tidak mungkin dia dapat membalaskan dendamnya dengan sendiri,karena kemampuan musuhnya di atas kemampuanya.
apa lagi musuhnya sangat licik,dan akan membuatnya akan terkuak dengan muda walau saat ini kemampuan Jaka sudah lebih baik dari pada saat dirinya hampir tewas di tangan kelima pemimpin golongan hitam itu.
__ADS_1