
Ki bajo dan daeng Tampo telah berada di depan goa kampret,dan tampak penjagaan di goa kampret begitu ketat, Cia Bu Ki baru menyadari mengapa di pandepokan itu tidak terdapat penjaga di gerbang utama, ternyata separuh dari murid pandepokan itu di tugaskan untuk menjaga di mulut goa kampret.
” Hem...dengan adanya Jaka, kekuatan ku sekarang mungkin seimbang dengan kekuatan mereka,tapi mengapa Jaka masih hidup?sesuatu yang menarik untuk di pecahkan.”
Cia Bu Ki sambil mengikuti Ki bajo dan daeng Tampo berpikir bagaimana cara untuk menghadapi sekaligus kekuatan mereka.
mungkin Jaka saat bersama roh tapak iblis,sangat sulit di kalahkan Jaka,tetapi bukankah roh tapak iblis telah terpenjara oleh guci sakti dewa tinju mabuk.
andai roh tapak iblis masih menyatu dengan tubuh Jaka,kemungkinan Cia Bu Ki tidak akan sanggup mengalahkannya bila di bantu oleh Ki bajo dan daeng Tampo.
tetapi kini Cia Bu Ki telah di bekali ilmu sakti Dali kakeknya,dengan jurus jurus yang di pelajari saat di pulau es, Cia Bu Ki yakin dia mampu mengalahkan mereka,tetapi itu butuh strategi yang matang,atau dia akan jadi pecundang yang akan membuatnya menyesal seumur hidupnya.
Cia Bu Ki mulai mencari jalan bagaimana dia melumpuhkan Ki bajo dan daeng tampo tanpa kehadiran Jaka.
**
Ki bajo dan daeng tampo masuk ke dalam goa kampret di mana para tokoh aliran putih di tawan di sana.
” saat ini kesabaran kami telah habis,kami ingin mendengar jawaban kalian sebelum kalian akan menjadi budak kami selamanya.”
” Ki bajo,sampai kapanpun kami tidak akan bekerja sama dengan manusia seperti dirimu,walau kami harus mati di tanganmu.”
__ADS_1
” kalian keras kepala,baiklah apa dengan ajian pemikat Sukma kalian akan tetap keras kepala seperti ini?bersiaplah menjadi budak kami selamnya.”
setelah Ki bajo berkata demikian,para tokoh aliran putih hanya bisa menunggu apa yang akan mereka lakukan,ajian pemikat Sukma baru kali ini mereka dengar,jadi mereka hanya berusaha memperkuat batin mereka untuk menghadapi ajian pemikat Sukma.
tetapi sungguh di luar dugaan mereka,tiba-tiba di leher mereka ada sebuah gelang besar yang mengikat leher mereka masing-masing,entah bagaimana daeng Tampo melakukannya, ternyata ajian raja petir yang mengikat tubuh mereka berubah menjadi sebuah gelang besar yang kini telah berada di leher mereka.
walau mereka terbebas dari ikatan yang membuat tubuh mereka tak berdaya dan tidak mampu bergerak,tetapi mereka tidak berpikir kalau ajian pemikat Sukma itu sangat lebih mengerikan dari pada ajian raja petir.
para tokoh aliran putih yang sejak beberapa hari harus merasakan kekuatan ajian raja petir yang hanya bisa duduk,kini mereka meluruskan tubuh mereka tidak terkecuali dengan Ki Ageng Permana dan nyai darsih yang baru saja bergabung dengan mereka.
” sekarang kalian bebas,silahkan kalian pergi kami sudah tidak membutuhkan kalian lagi."
para tokoh aliran putih saling berpandangan,mereka merasa ada yang tidak beres dengan situasi seperti ini,mereka tau karakter Ki bajo,yang tidak segan segan membunuh lawannya walau sudah tidak berdaya.
” apa yang akan kalian lakukan pada kami, sepertinya ada sesuatu yang aneh."
” aku juga tidak akan pergi,sebelum aku membalas dendam pada kalian yang telah membunuh murid muridku.”
nyai darsih langsung mengumpat Ki bajo dan daeng tampo.
” silahkan kalau kamu mampu nyai.”
__ADS_1
Ki bajo tersenyum,walau di hadapannya lebih dari dua puluh tokoh sakti aliran putih yang akan siap membantu nyai darsih,dan mungkin mereka juga akan membalaskan dendam mereka atas hancurnya pandepokan mereka dan kematian para murid murid mereka.
Ki bajo yang hanya bersama daeng Tampo tidak sedikitpun menunjukan rasa ciut mereka, menghadapi sekian banyak tokoh aliran putih di goa sempit ini.
” kali ini kamu salah dalam melihat situasi Ki bajo,walau kamu memiliki kesaktian setinggi langit,kamu tidak akan mampu menghadapi kami."
nyai darsih sengaja membakar semangat para tokoh lain untuk menghadapi Ki bajo.
nyai darsih langsung menyerang Ki bajo, seluruh kemampuannya di gunakan di goa sempit ini menghadapi Ki bajo,melihat nyai darsih menyerang Ki bajo,para tokoh lain pun merasa gatal tanganya,mereka juga ingin membalaskan dendam mereka pad Ki bajo dan daeng Tampo yang telah menghancurkan pandepokan mereka dan membunuh semua murid murid mereka.
Ki bajo menghadapi gelombang serangan dari berbagai Pendekar hanya tersenyum kecut,daeng Tampo hanya mundur tiga langkah di belakang Ki bajo,dia memberi kesempatan pada Ki bajo untuk memamerkan sedikit keahliannya hitung hitung berolah raga melenturkan tubuhnya yang sudah beberapa hari ini hanya di temani wanita wanita murid murid dari berbagai pandepokan yang berhasil di hancurkan nya.
Ki bajo mulai terdesak,gelombang serangan tokoh aliran putih itu tidak hentinya melepaskan serangan mereka,membuat dirinya harus merasakan berbagai senjata yang berhasil di mendarat di tubuh Ki bajo.
tetapi Ki Bajo yang memiliki ajian pancasona,dengan sendirinya luka yang ada di tubuhnya menghilang seperti sedia kala.
Ki bajo melirik daeng tampo,agar membantunya,daeng Tampo menangkap sinyal dari Ki bajo membacakan mantra ajian pemikat Sukma,dan secara mendadak para tokoh aliran putih itu berhenti menyerang Ki bajo.
mereka merasakan leher mereka sangat sakit dan hampir tidak dapat bernafas,membuat mereka mengentikan serangan pad Ki bajo dan sibuk ingin melepaskan leher mereka dari gelang yang mengikat leher mereka.
bahkan mereka sampai berteriak teriak minta ampun dan minta ingin di bunuh agar terlepas dengan siksaan sakit yang ada di leher mereka masing-masing.
__ADS_1