
" Bu Ki mau kemana kita?mengapa kita kembali?bukankah kita akan pergi ke pulau es?"
" tuan nanti saya jelaskan,sebaiknya kita harus cepat sebelum terlambat."
Cia Bu Ki pun terus melesat dan Jaka hanya bisa mengejar Cia Bu Ki yang begitu cepat Sampai Jaka harus menggunakan seluruh kekuatanya untuk mengejar Jaka yang begitu cepat.
kini mereka harus saling kejar kejaran,hingga debu berterbangan di belakang mereka.
di sebuah bukit yang tinggi Cia Bu Ki menghentikan langkahnya.
hingga Jaka hampir saja menabrak Bu Ki.
" Bu Ki apa yang kamu lakukan?mengapa kamu berhenti mendadak seperti itu?"
" tuan lihatlah di sana,sepertinya ada yang aneh di tempat itu."
Jaka pun menoleh tempat dimana Bu Ki menunjukan arah.
" apa yang kau tunggu,ayo mari kita tolong mereka."
Jaka melesat,kini Cia Bu Ki yang ada belakang Jaka.
**
" kumpulkan harta yang kalian punya,atau kalian harus membayar dengan nyawa kalian."
" ampun kisanak,hanya ini yang kami punya jangan bunuh kami."
" borok..cepat ambil itu,dan lepaskan semua perhiasan wanita itu."
" baik ketua."
borok pun mengambil harta yang telah di kumpulkan dan melepaskan secara paksa perhiasan dari wanita itu.
__ADS_1
" jangan..."
hanya itu yang keluar dari suara dari wanita itu.
" dasar perampok hina?apakah kalian tidak bosan harus membuat orang menderita."
jaka langsung membentak para perampok itu.
membuat para perampok itu langsung terkejut saat melihat siapa yang datang.
" pendekar pedang langit."
wajah para perampok pun menjadi pucat,sudah dua kali ini dia bertemu Jaka,yang telah menghajarnya hingga hampir tewas,kini di depannya kembali dia bertemu sehingga tanpa di komando lagi mereka segera kabur meninggalkan tempat itu tanpa membawa hasil rampokan mereka.
" tunggu..."
Cia Bu Ki berteriak dan ingin mengejar mereka,tetapi Jaka segera menghentikannya.
" biarkan mereka pergi Bu Ki,mereka tidak akan berani kembali lagi."
" kamu benar Bu Ki,tetapi mereka juga memiliki hak untuk bertahan hidup,sekarang mari kita bantu mereka sepertinya bapak itu sedang terluka."
Cia Bu Ki baru sadar,kalau saat ini salah satu dari korban sedang terluka.
mereka pun membantu para korban itu.
" terima kasih kisanak,telah membantu kami."
" mau kemanakah kalian?"
" kami ingin pergi ke kampung sebelah,karena akan menghadiri pernikahan keponakan kami."
" apakah bapak dapat melanjutkan perjalan kalian?''
__ADS_1
" sepertinya tidak kisanak,kami akan kembali dari pada harus bertemu para perampok itu lagi.'
" hati hatilah,kami akan mengantarkan kalian sampai ke perbatasan kampung.''
" terima kasih kisanak.''
Jaka dan Bu Ki pun mengantarkan mereka sampai keperbatas kampung,setelah selesai mereka kembali meniggalkan tempat itu dan kembali kejar kejaran.
di sebuah hutan Bu Ki kembali menghentikan langkahnya.
" tuan sebaik ya kita beristirahat dahulu."
" baiklah Bu Ki,tetapi kamu masih punya hutang pada saya.''
Jaka menagih janji cia Bu Ki untuk menjelaskan apa yang terjadi.
" baiklah tuan,saya akan menjelaskan pada tuan."
lalu Bu Ki menarik nafas panjang dan menceritakan tentang kejadian di pulau es,dan harus mencari daun dewa yang ada di daerah tropis seperti di pulau Jawa ini.
" Hem...daun dewa,saya pernah mendengar daun itu Bu Ki ''
" benarkah tuan?"
" benar Bu Ki,daun dewa hanya tumbuh di puncak gunung Kelud,dan kita harus Kelud,dan kita harus segera kesana."
" gunung Kelud?"
" benar Bu Ki,daun itu hanya tumbuh saat bulan mati,sebaiknya kita harus sampai di sana saat bula mati,karena hidup daun itu hanya saat bulan mati,dan apa bila daun itu terkena sinar bulan daun itu akan menghilang.
" Hem...sungguh daun yang sangat aneh,sebaiknya kita harus mencari daun itu tuan,karena ini menyangkut keselamatan pulau es dan ayah saya."
" mari Bu Ki kita harus segera kesana."
__ADS_1
mereka pun kembali ke kegunung Kelud dimana saat ini Ki bajo berada di gunung Kelud.