PENDEKAR PULAU ES 3

PENDEKAR PULAU ES 3
MENJEJAKAN KAKI DI DAERAH SELATAN.


__ADS_3

berita kematian NYI loro telah tersebar,membuat Ki bajo saat ini sangat marah.


entah dari mana berita kematian NYI loro bisa sampai ke telinga ki bajo,membuat dia memanggil Ki Sono dan si kembar wolo dan welo,untuk datang ke tempatnya di kaki gunung Bromo.


" apa yang harus kita lakukan kang mas?"


" kita harus balas dendam atas kematian nyi loro."


" bagaimana dengan perburuan mustika kipas lima naga kang mas bajo,apakah kita harus menghentikan nya sementara?"


" Hem...keduanya sama sama penting,tetapi filing saya saat ini pendekar pedang langit juga ikut berburu mustika itu."


" filing saya juga begitu kang mas."


" bagus...kalau memang dia ikut mencari mustika itu,akan lebih baik membunuhnya."


" tetapi ingat Sono,kamu tidak akan mempu membunuhnya sendiri."


Ki Sono hanya menunduk,dia sangat ingat bagaimana dahulu dia hampir saja tewas ketika pedang langit hampir saja memenggal kepalanya, untunglah NYI loro menangkis pedang langit dengan pedang tunggalnya,sehingga kepalanya selamat dari pedang langit milik Jaka.


" apa yang akan saya lakukan kang mas,saya tau ilmuku tidak setara dengan kang mas dan si kembar wolo dan welo."


" Sono..sebaiknya kamu bersama wolo dan welo, setidaknya walau kalian tidak dapat membunuh Pendekar pedang langit,setidaknya akan membuat manusia sok suci itu akan terluka parah."


" baiklah kang mas,kami akan selalu bersama,apakah kang mas tidak ikut bersama kami."


Ki Sono yang menguji rasa kesetiaan kawanan Ki bajo untuk ikut bersama mereka,Ki Sono tau Ki bajo tidak akan mau jalan bersama si kembar dari neraka,karena tingkahnya yang sangat aneh juga akan membuat Ki bajo akan naik darah melihat tingkah aneh dari wolo dan welo.


" Sono mungkin saya tidak akan ikut bersama kalian,tetapi kalian harus ingat saya memiliki seorang murid yang kemampuanya sama dengan kalian."


lalu Ki bajo pun memanggil seorang muridnya yang bernama durasa.

__ADS_1


pemuda yang mungkin umurnya hanya beberapa tahun lebih muda dari jaka datang menghadap.


wajah pemuda itu tidak tampan juga tidak jelek,Ki Sono tau kehebatan durasa yang memiliki kemampuan yang di bilang tidak berbeda jauh dari kemampuan nya.


tapi sayang sejak kecil durasa tidak dapat berbicara,tetapi dia dapat mengerti apa yang di bicarakan orang lain.


" durasa..kamu harus ikut dengan mereka,balaskan dendam bibimu saat kalian bertemu dengan Jaka pendekar pedang langit."


durasa hanya bisa mengangguk tanpa berkata sekalipun,kini Ki Sono menjadi serba salah,andai saja bukan Ki bajo yang memerintahkan dirinya,mungkin dia sudah mendamprat kakek tua itu.


dia harus berjalan dengan ketiga orang aneh,si kembar yang sifatnya sangat aneh walau sudah tua tetapi suka ribut sesama saudaranya sedangkan durasa hanya dapat mendengar tanpa dapat berkata


mereka pun meninggalkan kaki gunung Bromo dan mencari Jaka yang kabarnya ikut dalam perburuan mencari mustika kipas lima naga.


**


saat ini Jaka dan Cia Bu Ki telah berada di daerah selatan tanah Jawa.


dan tanpa sengaja mereka mendengar pertarungan antara pendekar golongan hitam dan pendekar golongan putih.


tampak pertarungan sangat sengit dimana NYI Sarah Wati sudah mulai terdesak,karena jari besi milik Ki dogol sudah beberapa kali harus mengoyak pakaian dari NYI Sarah Wati.


hingga akhirnya NYI sarah Wati harus terkena pukulan yang sangat membuat NYI Sarah Wati harus mundur sejauh lima tombak kebelakang dan memuntahkan darah segar.


" ha ha ha...sarah Wati,percuma kamu melawan,lebih baik kau menyerah dan menemaniku NYI Sarah Wati."


" lebih baik kau bunuh saja aku bandot tua,dari pada harus menemanimu,puiiiih.."


nyi sarah Wati meludah darah yang ada di mulutnya.


" kamu keras kepala NYI,baiklah kalau itu mau mu aku akan memaksamu."

__ADS_1


Ki dogol pun melepaskan totok yang sangat cepat membuat NYI Sarah Wati tidak dapat berkelit,dia pasrah kini tubuhnya kaku,dan hanya matanya mendelik pada Ki dogol.


" lepaskan aku bandot tua,lebih baik kau bunuh aku."


" tidak semudah itu aku membunuh wanita yang sudah matang,kau akan menjadi istriku dan melayaniku seumur hidupmu."


" tidak..aku tidak Sudi.."


tampak air mata NYI Sarah Wati menetes,dia tidak akan Sudi menjadi wanita pemuas nafsu Ki dogol,lebih baik dia mati daripada harus melayani Ki dogol.


tetapi saat NYI Sarah Wati yang sudah pasrah sekelabat bayangan yang tidak lain cia Bu Ki muncul di hadapan mereka.cia Bu Ki tidak tahan melihat wanita di perlakukan kurang ajar seperti itu dia pun harus turun tangan untuk memberi pelajaran pada Ki dogol.


" lepaskan wanita itu kisanak,atau kau akan menyesal."


cia Bu Ki langsung mengancam Ki dogol.


" pergilah kau bocah ingusan,ini bukan urusanmu."


" aku paling tidak suka ada lelaki pengecut yang memaksa seorang wanita."


" kurang ajar,kau pikir dirimu itu dewa berkata seperti itu,baiklah saya akan memberimu pelajaran agar kau sedikit sopan dan tidak ikut campur dengan urusan orang lain."


Ki dogol pun yang belum tau kemampuan cia Bu Ki menendang sebuah batu dan melayang dengan cepat kearah cia Bu Ki.


dia tersenyum batu itu melayang sangat kencang langsung mengarah ke kepala cia Bu Ki dan berharap cia Bu Ki akan mengalami luka di kepalanya dengan sangat serius.


dengan mudah cia Bu Ki Menangkap batu itu dan meremasnya hingga menjadi debu,Ki dogol yang masih menganggap remeh lawanya masih menggoda NYI Sarah Wati.


" sudah ku katakan lepaskan wanita itu."


Ki dogol terkejut dia menoleh ke belakang,batu yang di tendangannya kini telah menjadi debu di tangan cia Bu Ki.

__ADS_1


" siapa kau anak muda?"


kini Ki dogol mulai waspada ternyata anak muda di hadapanya bukanlah orang sembarangan.


__ADS_2