PENDEKAR PULAU ES 3

PENDEKAR PULAU ES 3
MUSTIKA KIPAS LIMA NAGA BAG 1


__ADS_3

" Apa yang kamu pikirkan Bu Ki?"


Jaka yang baru saja entah dari mana, mengagetkan cia Bu Ki yang sedang melamun?"


" Dari mana sajakah tuan pergi?mengapa tuan pergi saat Ki Ageng menjelaskan tentang yang tidak saya mengerti?"


" Bukan keinginan saya meninggalkanmu Bu Ki?tetapi Ki Ageng sendiri yang menyuruh saya untuk pergi agar ki Ageng dengan leluasa menjelaskan padamu Bu ki."


" Saya sendiri bingung apa yang di maksud Ki Ageng tuan,sepertinya semua yang di katakannya penuh misteri yang tidak dapat saya cerna sepenuhnya?"


" tenanglah Bu Ki,semua itu sudah di atur sang Dewata,kita hidup juga hanya untuk menjalani dan telah di atur oleh Dewata Bu Ki."


" tapi tuan ini tentang masa depan saya?dan saya bingung dengan perkataan Ki Ageng Permana?"


" Bu Ki..jujur saya sendiri iri dengan nasibmu?kamu telah mengetahui masa depanmu dari Ki Ageng Permana."


" apa yang tuan irikan dengan masa depan saya?"


" setidaknya kamu sudah di beri tahu sedikit tentang masa depanmu Bu Ki,sementara saya masa esok saja saya tidak tau,apakah saya masih hidup atau tidak."


" tuan memang pintar,tidak sedikitpun tuan mengalah pada saya,suatu saat saya akan beri taukan pada tuan tentang masa depan saya yang di ramalkan oleh Ki Ageng Permana."


" mengapa tidak sekarang Bu Ki?"

__ADS_1


tanya Jaka penasaran.


" agar tuan juga merasa penasaran apa yang saya rasakan saat ini."


Cia Bu Ki tersenyum,dia berhasil membuat Jaka penasaran,membuat Jaka hanya melongo saat Cia Bu Ki pergi meninggalkannya begitu saja dan entah kemana.


" Bu Ki tunggu.."


Jaka berusaha menyusul Bu Ki yang pergi begitu saja yang masih penasaran apa yang telah di sampaikan Ki Ageng Permana pada dirinya.


**


hari berlalu begitu cepat,Jaka da cia Bu Ki tinggal di tempat nyai Ambar ulan,yang mana nyai Ambar ulan memiliki beberapa murid wanita,termasuk nyai Sarah Wati.


malam ini akan muncul bulan purnama,tetapi Ki Ageng Permana belum juga muncul,hingga malam hampir tiba Ki Ageng juga belum muncul juga.


sehingga Jaka dan Cia Bu Ki memberanikan diri pada nyai Ambar ulan.


" nyai..kemanakah Ki Ageng Permana?mengapa dia tidak muncul juga?"


'' entahlah...manusia satu itu sangat aneh,sangat susah untuk menemukannya dan dirinya akan muncul tiba tiba."


" apakah kita harus menunggunya hingga bulan purnama akan kembali hilang malam ini nyai?"

__ADS_1


" sapa yang bilang saya tidak hadir?"


suara yang mereka kenal muncul,tetapi bukan Ki Ageng Permana yang muncul melainkan halimun yang memenuhi ruangan itu,sehingga tempat itu di tutupi halimun tebal dan semua yang hadir tidak dapat melihat apapun.


ketika halimun itu perlahan menipis dan menghilang,cia Bu Ki sudah tidak berada lagi di tempatnya.sehingga Jaka terkejut dan bertanya pada nyai Ambar ulan.


" nyai..kemanakah Bu Ki?"


" tenanglah saat ini temanmu sangat aman dia di bawa pergi oleh Ki Ageng permana ke suatu tempat."


Jaka sangat lega mendengar jawaban dari nyai Ambar ulan kalau saat ini cia Bu Ki telah di bawa pergi oleh Ki Ageng Permana.


**


Cia Bu Ki tidak dapat bergerak saat tubuhnya di bawa oleh halimun,yang sepertinya membuat tubuhnya sangat kaku dan tidak dapat di gerakan.


Cia Bu Ki pasrah,jangankan untuk melawan untuk melepaskan tubuhnya dari halimun itu dia sangat tidak sanggup,karena halimun itu seperti tali yang sangat kuat mengikatnya.


hingga di suatu tempat yang sangat sunyi tetapi sangat nyaman, Cia Bu Ki terbebas dari halimun itu,dan perlahan halimun itu berubah menjadi Ki Ageng Permana.


" Ki Ageng?dimanakah ini?"


" seperti yang saya janjikan,kita berada di tempat dimana mustika kipas lima naga itu berada anak muda."

__ADS_1


tiba tiba dari dalam bukit keluar cahaya yang sangat terang yang membuat Ki Ageng Permana dan Cia Bu Ki harus melindungi mata mereka dari cahaya yang sangat menyilaukan itu.


__ADS_2