Pengantin Pengganti Duda Diktator

Pengantin Pengganti Duda Diktator
BAB 99 | Menikah Saja Lagi


__ADS_3

Lima bulan semenjak hari itu, kondisi Markisa sudah semakin buruk dan drop, dia hanya bisa berdiam diri, sedangkan Zac masih selalu setia bersamanya.


Pandangan Markisa sekarang sering kosong, wajahnya sudah tak seberbinar yang dulu, walaupun badannya masih bagus dan wajahnya tidak memudar kecantikannya, Namum Markisa seolah kehilangan semangat hidupnya.


Zac sedang sibuk menyiapkan makanan di dapur untuk Markisa, kini kandungan Markisa sudah memasuki Trimester Terakhir atau usia kandungan delapan bulan.


Perut Markisa sudah semakin membesar, sehingga dia sudah kesulitan jalan dan kondisi kesehatannya juga membuat dirinya sedikit renta.


"Sayang? Makan dulu yuk," ujar Zac membawa sepiring makanan untuk Markisa.


Markisa menatap Zac dalam, Zac kini duduk disamping Markisa, sebenarnya Markisa kasian kepada Zac yang harus terus-terusan mengurusnya sedangkan dia tidak pernah mengurus Zac.


"Mas gak ngantor?" tanya Markisa yang membuat Zac menatap Markisa balik.


"Gak, Mas mau nemenin kamu aja," jawab Zac menyendok makanan tersebut dan menyuapi Markisa. "Ayo makan,"


Markisa membuka mulutnya, Zac masih setia saja padanya mungkin kalau pria lain, dia akan meninggalkan Markisa yang sudah tidak berdaya, tapi Zac beda, dia malah setia karena dia merasakan bahwa cinta sejatinya adalah Markisa.


"Mas? Kalau aku udah gak ada, Mas nikah lagi juga gapapa," ujar Markisa yang sontak membuat Zac tersentak.

__ADS_1


Deg!


Zac terasa dihantam dengan kalimat Markisa yang seolah sudah yakin bahwa dirinya tidak akan selamat, Zac menatap Markisa dalam, kemudian menggenggam kedua tangannya.


"Kamu ngomong apa sih?" tanya Zac dengan nada kesal.


Markisa terdiam dan menunduk. "Aku kasian sama Mas, nanti kalau aku gaada Mas cari istri lain saja yang bisa ngurus Mas,"


Markisa mengucapkan kalimatnya dengan lantang dalam keadaan tertunduk yang mebua Zac sedikit kesal pada istrinya itu.


Bagaimana bisa istrinya memiliki pemikiran bahwa dia harus menikah lagi hanya karena tidak terurus, Zac menatap Markisa dalam, Wajah Markisa dia angkat sehingga kedua manik mata mereka saling bertemu pandang, Zac memandang dalam dan membuat Markisa terdiam.


Hening diantara mereka kala kedua manik mata itu saling berhadapan membuat Zac menghela napas panjang dan Markisa membuang muka. Kini keduanya dalam posisi yang sedikit canggung.


"Mas gak selamanya ngurus aku," ujar Markisa.


Sekali lagi kalimat terlontar dari bibir Markisa, sebuah kalimat kurang mengenakkan dan tidak Logis serta membuat batin Zac sedikit berdebat, betapa panas dan kesalnya ia sekarang atas permintaan istrinya itu..


"Walaupun harus selamanya, Mas akan tetap ngurus kamu sampai mata Mas tertutup dan tidak bisa terbuka lagi, kau tidak akan kenapa-napa sayang, kau dan Baby Z akan selamat," jawab Zac kembali menyuapi Markisa. "Kau tahu sayang? Sebelum mengenal dan jatuh cinta padamu, Mas tidak pernah menghargai apa itu wanita, tapi setelah kau hadir dalam hidup Mas, akhirnya Mas sadar bahwa tidak semua sejalan dengan pemikiran Mas,"

__ADS_1


Zac mencoba menenangkan dirinya sehingga tidak terlihat marah dihadapan Markisa, dia tidak ingin Markisa merasa bahwa Zac sedang kesal saat ini.


"Mas tidak percaya apa itu bidadari sebelum mengenalmu," lanjut Zac yang membuat Markisa tersentuh. "Jadi jangan harap Mas bisa jatuh cinta pada wanita lain selain dirimu."


Markisa tersenyum sebenarnya Markisa sendiri juga tidak rela jika Zac harus menikah lagi, dia hanya mengetest dan tampaknya suaminya itu terlalu setia padanya.


Hanya saja Tuhan sedang menempatkan mereka berdua dalam posisi yang sulit sehingga berat bagi Markisa dan Zac untuk menentukan keputusan.


Disaat keduanya kembali larut dalam hening, Markisa merasakan sakit diperutnya dan perasaan ingin buang air besar membuat Zac panik, Markisa merasakan ingin melahirkan sedangkan kondisi kehamilannya baru delapan bulan.


Tanpa pikir panjang, Zac segera menggendong Markisa dan membawanya masuk ke mobil dan segera ke rumah sakit.





TBC

__ADS_1


__ADS_2