
Happy Reading!
•
Dairy, Soklin dan Vanish kini sudah tiba di tempat dimana mereka akan menyekap Markisa, entah jenis penyiksaan apa yang akan Dairy berikan yang penting Dairy sudah menyiapkan rangkaian rencana yang bagus untuk kedatangan Milo dan Zac.
Karena dia yakin bahwa Milo dan Zac akan datang tanpa di beritahu, Dairy berjalan ke arah Markisa dan mengambil ponsel Markisa, Dairy kemudian membantingnya sehingga ponsel tersebut menjadi tidak berbentuk.
"Aku paham pola permainan kalian," bisik Dairy pada Markisa.
Markisa yang sedari tadi hanya pura-pura pingsan segera membuka matanya dan menatap Dairy tajam. "Jadi kau pikir kau menang?"
Dairy tertawa puas, Soklin dan Vanish kemudian membawa Markisa masuk kedalam sebuah ruangan yang cukup kedap suara dan tertutup, Markisa sendiri tidak tahu ruangan apa itu, yang Markisa tahu ruangan tersebut cukup tertutup yang membuat insting kewaspadaan Markisa meningkat.
"Lepaskan aku Dairy!" teriak Markisa menendang Dairy dari posisinya yang terikat.
Dairy yang mendapat tendangan diperutnya otomatis langsung hendak menampar Markisa namun Markisa dengan sigap menyingkirkan kepalanya sehingga tangan Dairy terkena paku yang ada di kursi Markisa.
"Ah! Kau benar-benar mengesalkan! Kau akan menyesal," teriak Dairy menatap tajam Markisa yang balik menatapnya tajam.
"Setelah bergabung dengan geng Dove dulu, bukan cuma wajahnya yang makin licin, bibirmu juga semakin licin, apakah bibir itu yang kau pake untuk memuaskan pria-pria yang bermalam denganmu?" sinis Markisa pada Dairy.
Dairy menarik kerah baju Markisa dan menatapnya tajam, sehingga Markisa terkekeh dibuatnya dalam keadaan sinis.
__ADS_1
"Kau pikir kau siapa? Kinanto? Yang akan menarik kerah bajuku dan mengatakan 'Do You Love Her?' lepaskan tangan menjijikkanmu," berontak Markisa yang membuat Dairy melepaskan tangannya.
"Kau kalah telak Dairy, bahkan dia masih bisa menghinamu dalam keadaan seperti ini," ujar Soklin pada Dairy.
"Diam!"
Dairy kemudian keluar dari ruangan itu disusul oleh Soklin kecuali Vanish yang cukup lama disana, dia bermain mata dengan Markisa dan memberinya sebuah pin untuk keluar dari ruangan tersebut jika nanti dikunci.
"Aku tidak salah mengharapkanmu," ujar Markisa pada Vanish.
Vanish mengangguk kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut dan menutup pintunya tanpa menguncinya, meninggalkan Markisa sendiri disana yang siap membalas perbuatan Dairy.
Sementara itu Zac yang melajukan kendaraannya dengan kecepatan penuh menyusul Milo yang mendapatkan ip tempat terakhir lokasi Markisa, masih diliputi keadaan panik, pasalnya Zac tidak tahu bagaimana kondisi Markisa saat ini.
"Aku sudah menghancurkan hidupnya dalam satu malam, aku mohon jangan berikan dia luka yang lebih dalam," batin Zac memohon kepada Tuhan.
"Dairy? Jadi kamu yang menyekap Markisa? Apa maksudmu!" lantang Zac menodong Dairy dengan jarinya.
"Kau pikir?" jawab Dairy menatap tajam Zac dan Milo.
"Hari itu, aku belum menamparmu, jadi siaplah menerima pembalasan atas perbuatanmu pada Markisa!" ujar Zac berjalan ke arah Dairy dan kedua temannya namun dihentikan oleh Milo.
"Lebih baik kau selamatkan Markisa, biar aku yang mengurus mereka," usul Milo yang paham betul bahwa Vanish dan Soklin adalah Atlet Wushu paling berbakat di kota ini.
__ADS_1
Sehingga melawan kedua wanita itu merupakan lawan yang imbang bagi Milo yang memiliki kemampuan berkelahi diatas rata-rata.
Sementara itu Zac segera masuk kedalam tempat Markisa disekap mencari ruangannya saat Milo tengah sibuk melakukan perlawanan terhadap Soklin dan Vanish.
Dairy yang melihat Milo sudah ditahan segera masuk kedalam tempat Markisa disekap untuk melihat apakah Zac berhasil menemukan ruangan Markisa.
Zac sendiri akhirnya berhasil menemukan ruangan Markisa disekap, ia sedikit heran kenapa ruangan tersebut tidak dikunci, namun Zac tidak berpikir panjang, dia segera masuk kedalam sana dan memeluk Markisa.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Zac khawatir dan menatap Markisa sendu.
"Tuan Zac? Kenapa kau disini?" tanya Markisa menatap Zac yang kali ini menangkup kedua pipi Markisa.
"Kau bodoh! Kau pikir aku akan membiarkanmu mati disini? Kau menyebalkan Markisa!" jawab Zac berusaha melepaskan ikatan pada diri Markisa.
Setelah berhasil lepas Zac segera meraih Markisa ke pelukannya, Markisa tidak menolak dan hanya diam saja, entah kenapa perlakuan Zac padanya membuat dirinya sedikit berbeda, Markisa yang pasrah dipelukan Zac lebih terkejut lagi saat Zac mengecup puncak kepalanya.
Saat mereka semua sedang berpelukan, tanpa sadar ada Dairy yang sedang menutup pintu dan menguncinya. "Kalian pikir aku tidak tahu kalau Vanish dan Soklin berkhianat?"
Dairy kemudian mengunci dan merubah pin ruangan tersebut yang ternyata adalah ruangan khusus pendingin, menurunkan suhu ruangannya yang membuat makhluk hidup apapun tidak akan tahan didalam sana.
"Membunuh secara perlahan adalah keahlianku," monolog Dairy berjalan keluar dari tempat itu.
•
__ADS_1
TBC
Besok Crazy Up gak nih? Kalau rame Crazy up wakakakakaka Author sengklek!