Pengantin Pengganti Duda Diktator

Pengantin Pengganti Duda Diktator
BAB 39 | Tepat Sekali


__ADS_3

Tuan Ryzam berjalan masuk kedalam kamarnya dan tidak menemukan siapa-siapa, untungnya tadi Markisa dengan sigap menutup berangkas dan bersembunyi dikolom ranjang.


Setelah dirasa cukup aman, Tuan Ryzam keluar dari kamar disusul oleh Markisa yang langsung berlari ke arah toilet, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan bagi yang lain.


Saat Markisa kembali ke ruang tamu, makan siang sudah tertata di meja makan yang bersebrangan dengan ruang tamu tersebut, Markisa berjalan ke meja makan dan duduk disamping Zac yang berhadapan dengan Tuan Ryzam dan Nyonya Bay


"Masakannya pasti enak," ujar Markisa yang membuat Nyonya Bay menatapnya serius.


"Makanlah Nak, ini Mamamu masak hanya untuk kalian berdua," jawab Tuan Ryzam yang membuat Markisa tersenyum.


"Apakah aku boleh meminta jus jeruk?" tanya Markisa yang membuat Tuan Ryzam dan Nyonya Bay saling melempar pandangan.


"Maaf Nak, Mamamu alergi terhadap jeruk, jadi dirumah ini tidak ada jeruk," jawab Tuan Ryzam yang membuat Markisa mengangguk.


Markisa berdiri dan mengambil piring, ia mengambilkan nasi untuk Zac dan dengan sengaja ia memegang tangan Zac untuk melihat sebuah tanda lahir yang seharusnya ada ditelapak tangan suaminya.


"Tuan? Ternyata tidak hanya dileher, Tuan memiliki tanda lahir di telapak tangan, mirip sekali dengan anak keluarga Hervas yang hilang," ujar Markisa kembali duduk dikursinya.


Uhuk!


Tuan Ryzam dan Nyonya Bay tersedak bersamaan yang membuat keduanya langsung meminum air putih yang membuat Zac bertanya-tanya.

__ADS_1


"Kenapa Ma? Pa?" tanya Zac sedangkan Markisa hanya tersenyum kepada kedua mertuanya.


"Ada apa? Mama sama Papa mengenal keluarga Hervas?" tanya Markisa berusaha memancing keadaan.


"Ti-Tidak, nak," jawab Tuan Ryzam mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Aku kira Papa mengenalnya, Tuan Hervas dan istrinya akan hadir dalam pernikahan Kakakku nanti malam, aku kasian pada mereka, rupanya beberapa tahun lalu mereka kehilangan seorang anak lelaki," ujar Markisa yang membuat Nyonya Bay tersedak untuk kedua kali nya.


"Kenapa Mama? Jangan tersedak, itu tidak baik," lanjut Markisa mengambilkan air minum untuk Nyonya Bay.


"Dan Papa tahu gak, dulu ada pasangan diktator yang psikopat, suaminya mandul dan istrinya memiliki kelainan jiwa, mereka menghilang di tahun yang sama dengan menghilangnya anak dari keluarga Hervas," lanjut Markisa.


Tuan Ryzam dan Nyonya Bay saling melempar pandangan, mereka tiba-tiba kaku, sedangkan Zac hanya menatap bingung dengan perubahan sikap kedua orang tuanya


"Lanjut Makan saja," perintah Tuan Ryzam yang membuat Zac dan Markisa mengangguk.


Zac dan Markisa melanjutkan makan mereka dengan diam, sementara Tuan Ryzam dan Nyonya Bay yang masih kaget hanya ikut terdiam sembari memakan makan siang tersebut.


Setelah selesai, Zac dan Markisa hanya terduduk diruang tamu sedangkan Tuan Ryzam dan Nyonya Bay masuk kedalam kamar mereka, hampir setengah jam menunggu membuat Markisa dan Zac memilih pulang, namun sebelum itu Markisa berjalan ke kamar Tuan Ryzam untuk meminta izin.


"Bay? Bagaimana Markisa bisa tahu tentang skandal kakakmu dulu? Dan dia sepertinya tanu banyak tentang keluarga Hervas," ujar Tuan Ryzam yang membuat Markisa bertanya-tanya.

__ADS_1


"Kakak? Tuan Durex dan Nyonya Fiesta? Adalah dua orang yang berbeda?" gumam Markisa.


Markisa mengurungkan niatnya mengetuk pintu dan memilih mendengarkan obrolan Tuan Ryzam dan Nyonya Bay.


"Aku tidak tahu!" teriak Nyonya Bay yang membuat Markisa segera mengetuk pintu.


Tuan Ryzam membuka pintu yang membuat Markisa segera pamit kepadanya. "Papa? Aku dan suamiku izin pulang dulu,"


Tuan Ryzam mengangguk kemudian kembali menutup pintu, Markisa berjalan ke ruang tamu menemui Zac dengan segudang pertanyaan yang ada didalam kepalanya.


Zac dan Markisa kemudian pulang didalam perjalanan Markisa hanya memikirkan, jika Tuan Ryzam dan Nyonya Bay bukan si pasangan diktator yang menculik Anak Tuan Hervas, bagaimana bisa Zac memiliki karakteristik yang sama dengan anak Tuan Hervas, dan kakak, kalau Pasangan Diktator Tuan Durex dan Nyonya Fiesta adalah kakak Nyonya Bay, kenapa semua data-data, alergi dan profil si pasangan Diktator yang menculik anak Tuan Hervas, mengarah kepada Tuan Ryzam dan Nyonya Bay.


Sungguh Markisa dibuat berpikir dua kali dan cara membuktikannya adalah membongkar semua kedok malam ini.


"Tuan? Apa kau punya foto masa kecil?" tanya Markisa pada Zac.


Zac mengangguk kemudian mengeluarkan dompetnya dimana disana sudah ada fotonya semasa kecil, Markisa terkejut karena foto masa kecil Zac sama seperti bocah dalam gendongan Tuan Hervas.


Sebuah fakta yang harus dipecahkan Markisa semakin bertambah rumit, dan malam ini dia harus menuntaskan semuanya.


__ADS_1


TBC


__ADS_2