Pengantin Pengganti Duda Diktator

Pengantin Pengganti Duda Diktator
BAB 51 | Permainan Baru Dimulai


__ADS_3

Jangan Lupa Like Agar Author Semakin Semangat Update :)


Dove dan Markisa berjalan kembali ke mobil yang terparkir sembarang, Dove dan Markisa masuk kedalam mobil yang membuat Dove segera mengatur napasnya kaget.


"Kau hutang penjelasan padaku!" todong Dove pada Markisa.


Markisa menatap Dove sekilas, dia sedikit ragu ingin menceritakan yang sebenarnya kepada Dove terlebih dia masih sangat membenci sosok kakak tirinya itu.


"Aku berjanji, aku akan tutup mulut," mohon Dove yang membuat Markisa terpaksa menceritakan kejadian sebenarnya.


Markisa mengambil napas panjang sebelum menceritakan semuanya, dari tentang Zac, kejadian yang membuat kedua mantan istri Zac meninggal serta beberapa perkara lain yang membuat Dove benar-benar tercengang.


"Jadi sewaktu kalian pergi dari pernikahanku, karena masalah ini?" tanya Dove yang membuat Markisa mengangguk.


"Dan Zac sekarang ada dikantor kepolisian atas tuduhan mencelakakan Kak Milo, dan Tapasya yang melaporkannya," jelas Markisa kembali yang membuat Dove langsung memeluk adik tirinya itu.


Markisa terkejut dengan reaksi Dove, dia Kira Dove akan merasa senang dengan hal ini namun tampaknya Dove juga merasakan apa yang dirasakan Markisa.


"Kenapa banyak masalah yang menimpamu, aku kasian kepadamu, kakak janji, kakak akan membantu kamu menyelesaikan semuanya, kamu adalah wanita kuat, jika tidak ada Milo, ada Dove untukmu," ujar Dove melepaskan pelukannya.


"Kau serius?" tanya Markisa yang membuat Dove membuka dashboard mobilnya dan mengambil dua kacamata hitam.


"Kau pikir? Hanya Milo yang jago dalam hal seperti ini? Aku juga punya kemampuan," jawab Dove memakai kacamata hitam nya.

__ADS_1


Dove juga memberikan satunya kepada Markisa yang langsung dipakai oleh Markisa. "Terima kasih,"


Kini dua wanita berstatus istri yang pernah terlibat skandal balas dendam ini, bersatu untuk mengungkap semuanya, mereka berdua ibarat seorang wanita-wanita kuat yang siap membantai siapapun dihadapan mereka.


"Siapapun pelakunya," ujar Markisa.


"Dia akan menerima pembalasan dan bermain-" lanjut Dove.


"Ular Tangga!" ujar Markisa dan Dove serentak.


Dove mengambil posisi siap kemudian kembali nengendarai mobilnya menuju kantor polisi, karena kecepatan yang tinggi membuat Dove hampir saja menerobos lampu merah, namun akhirnya Dove bisa melanjutkannya dengan aman sampai keduanya sudah tiba di area kantor kepolisian.


Markisa melirik jam tangannya dan menunjukkan angka dua siang. "Saatnya makan siang,"


"Sepertinya menu kita hari adalah perdebatan," timpal Dove keluar dari mobil kemudian menggenggam tangan Markisa.


"Mas Zac?" ujar Markisa saat melihat Zac kini tengah terduduk disalah satu kursi.


Markisa menghampiri Zac yang membuat Zac berdiri dan memeluk istrinya itu, Markisa membalas pelukan Zac kemudian melepasnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Markisa yang membuat Zac segera menjelaskan semuanya.


Zac mulai menceritakan semua yang dia alami yang membuat Markisa dan Dove mengangguk paham tentang apa yang terjadi, pasalnya Markisa tahu betul ada sebuah keanehan saat kakanya menelepon.

__ADS_1


"Aku menuntut kalian melepaskan adik iparku," ujar Dove yang langsung mendapat penolakan dari pihak kepolisian tersebut. "Kenapa?"


"Saat ini, Tuan Zac sedang menjadi tersangka utama dalam kecelakaan yang dialami Tuan Milo, dan ini atas laporan dari Nona Tapasya," jelas polisi tersebut.


Markisa mendatangi polisi tersebut dan menggebrak meja. "Apakah kalian sudah mengecek kamera cctv sebelum menerima laporan ini? Apakah kalian sudah melakukan investigasi lebih lanjut? Jika belum kredibilitas kepolisian kalian harus dipertanyakan,".


Beberapa polisi disana terdiam atas ucapan Markisa yang membuat Dove segera melepas kacamata hitamnya.


"Kalian harusnya menyelediki lebih lanjut, waktu, latar dan kondisinya sebelum melakukan penangkapan hanya karena sebuah laporan, di kantor tersebut banyak cctv dan kalian belum mengecek satupun? Cih!" jelas Dove.


"Bahkan kalian tidak menyadari bahwa ruangan Kak Milo merupakan smartdoor dan yang menjadi pertanyaan terbesar, Zac sendiri tidak memiliki accescard ruangan itu, bagaimana bisa dia masuk kalau tidak ada orang lain yang membukanya duluan," lanjut Dove.


Polisi tersebut kembali terdiam atas penjelasan Dove sedangkan Markisa juga ikut melepas kacamatanya.


"Kalian lupa siapa yang kalian tuduh, dia adalah seorang Richman dinegara ini, dan dia tidak perlu seorang detektif hebat, karena sudah ada istrinya disini, baiklah kalau kalian tidak ingin melepaskan suamiku, setidaknya jika aku mendapatkan bukti suamiku akan keluar dari sini dengan kepala tegap terhormat, dan kalian semua akan benar-benar dalam masalah besar," ujar Markisa.


Markisa kemudian berjalan ke arah Zac dan menangkup wajah suaminya itu, berusaha meyakinkan Zac bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Markisa akhirnya pergi dari sana guna menyelediki semuanya, dia bersama Dove keluar dari sana dengan langkah tegap kemudian memakai kacamata hitam mereka.


"Apakah kau memikirkan apa yang aku pikirkan?" tanya Dove pada Markisa.


"Ada sebuah persengkonkolan disini, dan soapaph. Pelakunya dia sudah menabuh genderang perang dalam kehidupanku," jawab Markisa yang membuat Dove masuk kedalam mobil disusul Markisa.

__ADS_1



TBC


__ADS_2