
Aran berjalan dikoridor kantor Milo, sebenarnya dirinya malas untuk datang ke kantor ini, terlebih saat Tapasya melabraknya semalam yang berakhir dengan hancur mood Aran.
"Cari siapa?" tanya Asisten dari Milo yang membuat Aran menatap Asisten tersebut.
"Tuan Milo Mourt, saya Aran Anthony Chow siswa dari Gloschool yanh akan menjalani praktek kerja disini, guna bahan Lk," jawab Aran tersenyum manis.
Asisten Milo mengangguk kemudian mengecek tab ditangannya dan menemukan scedhule Aran dan Milo yang baru saja dikonfirmasi tadi pagi.
Asisten dari Milo mengangguk kemudian mengode Aran untuk berjalan mengikutinya, Asisten dari Milo berjalan ke ruangan Milo diikuti dengan Aran yang melangkah gontai.
Mau bagaimana lagi, jika tidak menjalani praktek ini, tentunya akan berpengaruh besar pada nilai Aran dan kompetensi kelulusannya dan jika sampai hal itu terjadi, Aran akan mendapatkan tendangan fajar dari Kakak, Bunda dan Papanya yang sudah menantinya di Melbourne, Australia.
Tok!
Tok!
Tok!
Asisten Milo tanpa mengetuk pintu ruangan Milo, yang membuat Milo berteriak pelan, menanyakan siapakah sosok dibalik pintu ruangannya yang baru saja mengetuk pintu.
"Ini saya Tuan," jawab Asisten dari Milo yang membuat Milo didalam sana terdiam sejenak.
"Ada apa?" tanya Milo sedikit berteriak.
"Ini Siswa yang akan melakukan praktek kerja di kantor ini sudah datang, dia ingin bertemu dengan Tuan," jelas Asisten dari Milo.
"Aran?" lirih Milo. "MASUK!"
__ADS_1
Mendapat perintah dari Milo, Asisten dari Milo kemudian membuka pintu dan melangkahkan kakinya masuk disusul Aran yang ekspresinya sudah datar saat melihat Milo tengah berkutat dengan laptopnya.
Setelah mempertemukan Aran dan Milo, Asisten dari Milo kemudian pamit keluar yang membuat Aran hanya berdua saja dengan Milo di ruangan itu, Aran berdiri diam, saat Milo mengangkat kepalanya menatap Aran.
"Duduk," perintah Milo yang membuat Aran menarik kursi dan duduk dihadapan Milo.
"Okey, Aran, hari ini, kamu sudah boleh mulai bekerja, bagian Divisi Penasaran, sesuai dengan CV praktek yang diajukan pihak sekolah kamu," jelas Milo menyerahkan beberapa map yang harus dipelajari Aran guna mempersiapkan diri selama seminggu disini. "Ada pertanyaan?"
Aran yang sudah membaca semua isi map tersebut, kemudian menggelengkan kepalanya menandakan dia tidak memiliki pertanyaan, sehingga membuat Milo mengangguk.
Selanjutnya Milo terdiam sejenak dalam hening sebelum Milo dengan gesit menarik tangan Aran. "Aran, mengenai hari itu, Om minta maaf,"
Aran terdiam, hatinya masih keki, dia tidak menjawab, melainkan langsung pamit ke Milo untuk pergi ke divisinya tanpa membalas ucapan permintaan maaf Milo.
Milo hanya mengangguk kemudian diam dalam ruangannya melepas kepergian Aran yang tampaknya masih kesal dengannya.
Aran menghela napas, dia tidak tega pada ekspresi wajah Milo, namun dia adalah gadis yang keras kepala, dia membuka pintu ruangan Milo dan berjalan keluar sebelum sebuah tangan menariknya dengan kasar sehingga membuat Aran terbentur ditembok.
Tapasya berdiri dihadapannya dengan tatapan tajam penuh kebencian. "Kamu ngapain disini? Kamu pasti cari perhatian dengan Milo,"
Aran menghela napas panjang, kesal, emosi dan ingin menghantam sosok Tapasya dihadapannya, demi dewa kenapa bisa ada wanita seperti Tapasya. "Sudah berapa kali aku bilang Tante, AKU GAK ADA HUBUNGAN SAMA OM MILO!"
"Bohong!" sentak Tapasya yang membuat Aran kesal.
Jika kemarin, mungkin Aran masih bisa mentolerir sikap Tapasya, namun hari ini, Aran sudah harus bertindak tegas.
"Daripada aku dituduh terus, bagaimana kalau ku lakukan beneran," ujar Aran sinis.
__ADS_1
Brak!
Aran menjatuhkan dirinya sendiri kemudian berteriak kencang, yang membuat Milo keluar dari ruangan nya dan menemukan Aran terjatuh dengan Tapasya didepannya.
"Aran?" Milo berjalan panik ke arah Aran, ia kemudian membantu Aran untuk berdiri. "Kamu gapapa kan? Kenapa bisa jatuh?"
"Gapapa Om, tadi aku didorong sama Tante ini, katanya aku ngerebut Om dari dia," jelas Aran berbohong..
Terkadang kita harus bertindak licik.
"Bohong Milo!" ujar Tapasya membela diri.
"Sudah! Lebih baik kamu pergi dari sini!" teriak Milo mengusir Tapasya.
Tapasya tertegun, Milo mengusirnya pergi, Tapasya tidak habis pikir kenapa Milo tega melakukan itu, dengan air mata yang ditahan ia kemudian membalikkan badannya pergi meninggalkan Milo dan Aran..
"Kau benar-benar gadis bermuka dua!" bisik Tapasya pada Aran sebelum pergi.
"Apa bedanya denganmu?" jawab Aran sinis menohok.
Tapasya pergi darisana meninggalkan Aran dan Milo di koridor itu, Aran sendiri melipat kedua tangannya puas, dia tidak ingin ini terjadi namun ini sudah kelewatan
"Seharusnya aku tidak bertindak begini, tapi kau yang memulainya," batin Aran menyiapkan mental untuk menghadapi Tapasya kembali.
•
•
__ADS_1
•
TBC