Pengantin Pengganti Duda Diktator

Pengantin Pengganti Duda Diktator
BAB 66 | Sudah Hakku Mempertahankan Istriku


__ADS_3

Tango berjalan keluar dari dalam mobilnya setelah seharian dia bekerja dirumah sakit, selama seminggu ini dia tidak pernah mengalami kontak suara dengan Dove dan menghina Dove lagi, terkadang kalimat Toppoki masih membayangi kepalanya.


"Bukan salahku merebut istrimu,"


Kalimat tersebut terngiang dikepala Tango, bagaimana tidak kalimat penuh penekanan itu berhasil membuat Tango berpikir dua kali atas kalimatnya.


Jika benar kalau anak dalam kandungan Dove anaknya, tentu ini akan membuat dirinya akan terbayang nanti, namun disisi lain dia masih sabar mencintai Markisa.


Dia delima antara belajar mencintai istrinya yanh menjalin pernikahan diujung tanduk dengan nya, atau terus positif mengejar cinta Markisa untuknya.


Namun Markisa sudah pasti tidak bisa dia dapatkan apalagi Markisa sedang mengandung anak Zac, apakah Tango harus membuka hatinya untuk Dove disaat ada pria dari masa lalu istrinya yang siap memberikan surga untuk istrinya.


"Selamat Malam, Dokter Tan,"


Tango menutup pintu mobilnya dan hmenatap sumber suara tersebut dan Membuang muka malas saat melihat bahwa itu adalah Toppoki.


"Mau apa kau disini?" tanya Tango mengusap peluh di kepalanya dan menatap tajam Toppoki.


"Ingin menemui sahabatku, Dove, kau tidak berkenan?" jawab Toppoki mengangkat alisnya.


Cukup! Aku sudah muak, batin Tango berjalan ke arah Toppoki.


Angin malam dipekarangan rumah Tango membuat suasana yang terjadi diantara kedua pris ini malah bertambah panas, apalagi Tango yang sudah muak dengan kehadiran Toppoki yang selalu mengatakan akan merebut istrinya.


Tango kini sudah berada dihadapan Toppoki yanh sebenarnya badan Tango lebih kekar dari Toppoki yang membuat Tango dengan mudah menarik kerah kemeja Toppoki.

__ADS_1


"Jauhi istriku!" ujar Tango penuh penekanan yang membuat Toppoki tersenyum kecut.


"Bukannya kau tak mengakui anak yang ada didalam kandungannya, aku mau loh menjadi Ayah Pengganti untuknya," jawab Toppoki yang membuat angin malam itu terasa memberikan hawa suram pada hati Tango.


"Dengarkan aku! Seberapa keraspun kau ingin berjuang merebut istriku, bukan salahku juga kalau mempertahankan istriku," kecam Tango mengeratkan tangannya pada kemeja Toppoki.


Toppoki kembali tersenyum kecut disertai kekehan tawa yang sangat menyebalkan ditelinga Tango, bagaimana tidak, nada bicaranya sudah sangat menyebalkan ditambah tawa renyah yang bernada ledekan itu benar-benar membuat siapapun kesal mendengarnya.


Bugh!


Tanpa aba-aba dan ancang-ancang lanjutan, Toppoki langsung memberikan pukulan kencang kepada Tango berupa bogeman mentah yang membuat Tango terhuyung kebelakang.


Toppoki mengusap kedua tangannya kemudian berjongkok dihadapan Tango yang memegangi pipinya, dia menatap wajah pria yang berstatus suami sahabatnya Dove.


"Dengarkan aku Dokter Tan, ku denger kau adalah dokter, sepertinya kau harus memeriksakan dirimu, karena kabel merah pun sudah putus," bisik Toppoki. "Kalau kau tidak sanggup katakan, jangan membuat Dove terluka lagi, kenapa baru sekarang kau berkata begini, SEBELUMNYA KEMANA SAJA KAU BASTARD!"


Suara bisikan penuh intimidasi berujung teriakan kencang itu membuat Tango tersentak dia lalu melepaskan kerah kemeja Tango dan berdiri..


Dengan tangan kirinya yang memakai sebuah jam tangan bermerek rolex berwarna hitam pekat, ia menodong Tango dengan jari telunjuk dan tatapan tajam. "Dengarkan aku! One day aku akan merebut istrimu,"


Setelahnya Toppoki mengulurkan tangannya dengan maksud membantu Tango berdiri, Tango menerima uluran tangan tersebut dan berdiri dengan bantuan Toppoki


"Kalau kau menginginkan istri malaikat, setidaknya berikan dia surga," bisik Toppoki.


Toppoki berjalan pergi meninggalkan area rumah Tango setelah Membantu Tango. Tango sendiri dibuat bingung dengan segala personal dan sifat Toppoki padanya yang membuat Tango tidak pikir panjang dan berjalan masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


Tango membuka pintu rumah nya yang terbuat dari kaca itu dan masuk kedalam dimana dia melihat Dove tengah tertidur disofa dengan buku ditangannya.


Ia tadi mendapat pesan bahwa akan ada perkumpulan keluarga namun dirinya tidak datang karena shift malam-nya, Tango berpikir mungkin Dove terlalu lelah sampai ketiduran di sofa ruang tamu mereka.


Tango melepaskan sepatunya dan berjalan ke arah Dove, dia mengambil buku di tangan Dove dan membaca sampulnya.


"Menjadi istri yang baik?" lirih Tango menautkan kedua alisnya membaca judul buku tersebut.


Tango tersenyum sejenak, walaupun wajahnya masih ngilu akibat pukulan dari Toppoki, dia menggendong tubuh Dove dan membawanya masuk kedalam kamarnya sendiri.


Sebenarnya sampai saat ini mereka masih pisah kamar, Tango kemudian menidurkan Dove di ranjang, dan berniat pergi dari sana sebelum Dove menahan tangannya dalam keadaan mengigau dan menarik tangan Tango.


Tango jatuh dan menimpa tubuh Dove yang masih mengigau membuat Tango terdiam, entah kenapa ada getaran yang berbeda dan akhirnya dia bangkit karena dia ingat Dove tengah hamil sekarang.


"Aku mencintaimu, Tan!" Dove mengigau sembari menahan Tango.



TBC


Dove dan Tango



__ADS_1


__ADS_2