
Setelah membaca pesan dari Toppoki untuknya, Markisa segera menghabiskan susu ibu hamil nya dan turun dari kursi, ia menggerai rambutnya sejenak sebelum melanjutkan langkahnya menuju ruangan gym pribadi milik Zac.
Biasanya setiap sore dan hari libur, Zac menghabiskan waktunya ditempat ini, namun baru kali ini Markisa ingin masuk, biasanya ia hanya menatap dari luar ruangan tersebut yang terletak disamping tangga menuju lantai atas.
Suara langkah kaki berat Markisa berdetak seirama saat kakinya kini menjejakkan langkah diambang pintu ruangan tersebut, ia melihat suaminya tengah bertelanjang dada dengan celana Training pendeknya sedang melakukan latihan di Treadmill, entah apa manfaatnya Markisa sendiri bingung, toh menurut Markisa, gendutpun nanti Zac tidak akan mengubah rasa cinta Markisa.
Markisa mengambil posisi duduk di kursi yang terletak disana, Zac yang mengetahui kehadiran istrinya hanya meliriknya sejenak sebelum melanjutkan latihannya di Treadmill.
"Susunya udah kamu minum?" tanya Zac dengan napas tersengal.
"Sudah," jawab Markisa memangku dagu dengan kedua tangannya.
"Yasudah istirahat dikamar, nanti malam kita ada agenda," ujar Zac yang membuat Markisa menarik dua ujung bibirnya ke atas.
"Aku maunya ngelihat Mas latihan, emang gak boleh?" tanya Markisa yang merasa bahwa diusir oleh suaminya.
Zac tersenyum simpul, ia kemudian menekan tombol off pada alat Treadmill-nya yang membuat Treadmill tersebut berhenti berfungsi. Ia mengambil handuk yang terletak di pegangan Treadmill yang baru saja dia gunakan, ia mengelap peluh yang terjatuh dari keningnya.
"Emang kamu gak bosan?" tanya Zac balik berjalan ke arah Markisa.
Markisa tidak menjawab, dia lebih memilih menarik tangan suaminya dan mendusel manja di dada bidang Zac. "Aku bau keringat, sayang,"
"Gapapa, baunya Mas Zac enak kok, Baby Z aja suka," jawab Markisa mengorbankan nama anaknya atas kepuasan pribadinya.
Melihat itu Zac hanya pasrah saat Markisa mendusel manja di badan nya, membiarkan istrinya itu bersikap manja sejenak, biasanya sepuluh kali pun Zac mandi, Markisa akan mengatakan bahwa bau dari Zac tidak enak. Namun entah kenapa Markisa malah menyukainya.
__ADS_1
"Kamu kenapa?" tanya Zac pada Markisa.
Markisa menggeleng mendapat pertanyaan dari Zac. Zac mengangkat alisnya kemudian hanya membiarkan mendusel di badan nya.
"Mas? Kalau semisal aku ngidam, Mas mau nurutin kan?" tanya Markisa pada Zac.
Zac menatap Markisa kemudian memberikan senyum terbaik nya kepada Markisa. "Apa sih yang gak pernah Abang turutin?"
"Dih, Abang," ledek Markisa yang membuat Zac terkekeh dan menekan hidung Markisa.
"Emang kamu mau apa?" tanya Zac yang membuat Markisa melebarkan senyum yang membuat Zac merinding seketika.
Zac paham betul dengan apa yang ada dikepala istrinya, jika dia sudah tersenyum begitu, maka tandanya akan ada sesuatu luar biasa yang akan Markisa lakukan.
Markisa sendiri langsung menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu yang tidak pernah Zac sangka-sangka, Markisa menuju meja riasnya dan mengambil benda panjang berwarna merah yang selalu memoles bibirnya itu.
"Nah, ini dia," gumam Markisa mengambil lipstik tersebut kemudian keluar dari kamar dan kembali ke ruangan gym Zac.
Kamar yang terletak dilantai dua rumah kediaman Zac ini membuat Markisa harus menuruni tangga untuk kembali ke ruangan gym milik Zac.
"Kamu habis ngapain sih?" tanya Zac membuka penutup lipstik miliknya kemudian mulai memoles bibirnya hingga beberapa lapis.
Zac yang melihat itu tersentak dan menatap kaget istrinya, terlebih saat Markisa selesai dan langsung mendatangi Zac, Zac mundur beberapa langkah saat istrinya tersenyum menyeringai kepadanya.
"Kamu mau ngapain sayang?" tanya Zac mencoba mundur saat Markisa mendekat.
__ADS_1
"Ini ngidam aku, demi Baby Z," jawab Markisa memberikan tatapan manja kepada Zac.
"T-Tapi kamu mau ngapain?" tanya Zac yang membuat Markisa membuang muka malas.
"Aku cuma mau ngasih kissmark di badan Mas, ini permintaan Baby Z terhormat loh," jawab Markisa.
Zac mengangkat alis bingung yang membuat Markisa langsung menarik tangan suaminya itu sehingga tanpa aba-aba, Zac langsung terjatuh dalam posisi terlentang di lantai.
Markisa yang melihat kesempatan itu langsung duduk di atas perut Zac, Zac yang ingin protes langsung dibekap oleh Markisa, sedangkan Markisa langsung menciumi badan Zac sehingga lipstiknya berbekas di badan Zac.
Zac yang mendapati hal itu hanya terdiam tak mampu menolak keinginan Markisa apalagi kalau sudah menyangkut Baby Z, sehingga kini Zac harus pasrah badannya dipenuhi watermark dari bibir Markisa.
"100%! Mau heran tapi ini istriku," batin Zac pasrah dengan keadaan.
•
•
•
TBC
Markisa ngadi-ngadi aja ngidamnya.
__ADS_1