
Milo, Tapasya, Markisa dan Zac terduduk disofa ruang tamu kediaman Tuan Ryzam, menyiapkan diri mendengarkan cerita sebenarnya dari masa lalu yang menyangkut diri Zac.
"Sebenarnya Durex dan Fiesta adalah kakak dari Mamamu, mereka berdua menculikmu sewaktu berumur lima tahun dan dijual kepada Tuan Hervas, mereka berdua sangat membenci keluarga ini, ditangan Tuan Hervas, kau menjadi seperti seorang diktator, semua keinginanmu selalu dituruti oleh keluarga mereka, sehingga ketika keinginanmu tidak dituruti kau akan seperti iblis," jelas Tuan Ryzam pada Zac.
Zac menatap dalam wajah Tuan Ryzam berusaha mencari kebenaran dari dalam sorot matanya yang menyimpulkan bahwa ini adalah yang sesungguhnya terjadi.
"Waktu itu kami hanya keluarga miskin, kami tidak bisa merebutmu kembali dari tangan Tuan Hervas karena mereka adalah keluarga terkaya, kami ibarat orang yang tidak bisa merebut apa yang menjadi hak milik kami, dan tepat setelah dua tahun kejadian itu, Durex dan Fiesta mengalami kecelakaan yang membuat mereka meregang nyawa," lanjut Tuan Ryzam. "Papa yang sudah bertekad merebutmu kembali, akhirnya menggunakan identitas Durex dan Fiesta kemudian menculikmu balik, sedangkan tidak ada yang tahu bahwa Durex dan Fiesta sudah meninggal, jadi sampai saat ini polisi tidak pernah menemukan keberadaan mereka berdua yang dituduh sebagai penculik dirimu dari keluarga Hervas,"
Markisa dan Zac saling melempar pandangan, tidak pernah terbayang dihati mereka sebelumnya bahwa fakta mengejutkan ini akan terdengar ditelinga mereka.
Terlebih lagi Markisa, Milo dan Tapasya yang sudah salah menilai Tuan Ryzam dan Nyonya Baygon, Tuan Ryzam mengatur napasnya kemudian melanjutkan ceritanya.
"Kami sengaja memalsukan identitas kami dulu dengan menggunakan identitas Durex dan Fiesta, yaitu pria mandul dan wanita dengan gangguan jiwa, namun siapa sangka, identitas itu menjadi jejak digital walaupun sudah puluhan tahun berlalu," jelas Tuan Ryzam mengakhiri ceritanya.
Zac berdiri dan menatap kedua orang tuanya dengan tatapan penuh bersalah, dia tidak menyangka bahwa orang tuanya mengalami kejadian yang sangat kelam.
"Aku tidak akan membiarkan Tuan Hervas, begitu saja setelah dia pernah menghancurkan orang tua ku," geram Zac mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
Tuan Ryzam berdiri dan menepuk bahu Zac dan berusaha menenangkan putranya itu. "Kalau kau benar sudah berubah, maka jangan ada dendam dihatimu, mereka tidak sepenuhnya bersalah, jangan hanya karena kesalahan masa lalu, kau menghancurkan yang lain nya,"
Zac mengatur napasnya sejenak, mau bagaimanapun ucapan dari ayahnya ada benarnya, jangan sampai karena sebuah kesalahan masa lalu, Kan menghancurkan orang lain.
"Papa sudah memaafkan mereka, toh sekarang kamu tetap anak kamu, dan Papa bersyukur karena kamu bisa menikah dengan Markisa yang benar-benar mengubah hidupmu," lanjut Tuan Ryzam yang membuat Zac memeluk ayahnya itu.
Melihat Momen emosional itu membuat Markisa, Milo dan Tapasya terharu, bagaimana tidak, sebuah fakta terungkap dari kejadian dua puluh tahun lebih lamanya.
Nyonya Baygon ikut berdiri dan mendatangi Markisa, ia mengambil tangan Markisa dan menatapnya dalam. "Mama titip Zac yah, Mama sudah pernah kehilangannya sewaktu dia kecil, jaga dia baik-baik,"
Markisa tersenyum dan mengangguk kemudian memeluk Nyonya Bay. "Aku juga ada kabar gembira, Aku sekarang sedang hamil Ma,"
Satu lagi misi yang berhasil dari Markisa, dia adalah wanita dengan players yang benar-benar hebat, tidak salah Zac menikahinya.
•
Markisa dan Zac berjalan masuk kedalam rumah mereka setelah seharian penuh menghadapi banyak masalah, hari sudah larut yang membuat Markisa dan Zac segera masuk kedalam kamar.
__ADS_1
"Makasih, sayang," ujar Zac melepas jas serta kemejanya yang membuat Markisa menatapnya sekilas.
"Untuk apa?" tanya Markisa yang tengah duduk ditepi ranjang.
"Untuk semuanya," jawab Zac membuka celananya dan sehingga kini hanya tersisa pakaian dalam dari dirinya.
Zac kemudian berjalan ke arah Markisa dan menindih tubuh istrinya pelan. "Kau benar-benar membuatku menjadi orang yang paling bahagia,"
"Lantas Mas mau apa?" tanya Markisa menyingkirkan wajah Zac dari hadapannya
Zac tersenyum nakal kemudian nenelusukkkan tangannya kedalam dress yang dipakai Markisa membuat Markisa tersentak atas sentuhan yang diberikan oleh Zac.
"Aku ingin meminta bagianku," jawab Zac mengangkat tubuh Markisa dan menurunkan resleting dress yang ada dipunggung Markisa.
Setelahnya Zac langsung melepaskan dress yang dikenakan istrinya dan kembali menindih Markisa, Markisa yang sudah tahu apa keinginan suaminya langsung mengalungkan tangan di leher Zac.
Zac tersenyum sekilas kemudian mulai melanjutkan aksinya yang akan membuat larut malam Zac dan Markisa akan panjang malam ini.
__ADS_1
•
TBC