Pengantin Pengganti Duda Diktator

Pengantin Pengganti Duda Diktator
BAB 37 | Apa Aku Lupa?


__ADS_3

Setelah selesai menelepon Markisa mematikan sambungan tersebut dan menutup laptopnya, ia kembali berjalan ke arah ranjang dan ditutup ditepi ranjang, bagaimana jika benar suaminya adalah anak dari keluarga Hervas yang hilang?


Lantas Tuan Ryzam dan Nyonya Bay adalah siapa dan apa tujuan mereka menculik Zac dan membesarkannya sebagai anak sendiri, ini menjadi sebuah tantangan baru yang harus dipecahkan olej Markisa dan Milo sendiri, namun selain itu dia harus mempersiapkan rencana matang-matang malam ini, untuk mengungkap kebusukan Nyonya Baygon.


"Dimana Tuan Zac?" tanya Markisa dalam hati saat dia menyadari bahwa Zac tidak berada didalam kamar.


Markisa berjalan keluar dari dalam kamar mencari keberadaan Zac dan tidak menemukannya dimanapun, sampai ia mendengar suara gaduh dari dapur yang membuat Markisa berjalan kesana.


"Tuan?" panggil Markisa saat dia melihat Zac tengah memasak dengan bersandar pada counter dapur.


Zac membalikkan badannya, ia tampak bertelanjang dada dengan celemek hitam yang membuat Markisa geli melihatnya.



"Morning, sayang," ujar Zac berjalan ke arah Markisa dan mengecup kening istrinya. "Aku akan memasak sarapan untukmu, kau tahu? Aku juga hobi memasak."


Markisa menaruh tangannya di bahu Zac dan menatap dalam suaminya itu. "Benarkah?"


Zac memiringkan kepalanya dan mengangguk kemudian memagut bibir Markisa lembut sebelum mengangkat tubuh Markisa dan mendudukkanya di counter dapur.


"Tunggu saja, aku akan memasak sesuatu yang enak," jawab Zac mempersiapkan bumbu yang akan dia gunakan. "Tuan, apakah aku boleh meminta sesuatu?"


"Apa?" tanya Zac pada Markisa.


"Aku ingin mengunjungi Tuan Ryzam dan Nyonya Bay, mereka berdua adalah mertuaku, apakah boleh?" jawab Markisa yang membuat Zac menatapnya serius.


"Kenapa dadakan?" tanya Zac kembali.


"Aku hanya ingin berkunjung saja, lagipula hari ini kita libur dan pernikahan Dove nanti malam," jawab Markisa yang membuat Zac mengangguk.


"Baiklah," jawab Zac yang membuat Markisa mencium pipi suaminya dan membuat Markisa melirik kembali tanda lahir yang dia lihat semalam.


"Seperti dugaanku," batin Markisa.

__ADS_1


Markisa sebenarnya hanya ingin mencari tahu tentang kebenaran file yang dia baca, kalau benar Zac adalah anak yang hilang itu, maka sudah pasti data-datanya ada di rumah kediaman Tuan Ryzam, namum Markisa harus bermain cantik untuk mendapatkan bukti.


Karena jika benar pemikirannya bahwa Zac adalah anak Keluarga Hervas, maka Nyonya Bay akan benar-benar dalam masalah besar karena Markisa siap menepuk dua nyamuk dalam sekali tepukan.


Setelahnya Markisa hanya memperhatikan Zac memasak sarapan untuknya, Markisa tidak pernah tau kalau suaminya itu berbakat dalam bidang masa memasak yang membuat Markisa hanya bisa tersenyum memperhatikan Zac.



"Sudah siap?" tanya Zac pada Markisa yang baru saja masuk kedalam mobil.


Markisa mengangguk atas pertanyaan suaminya, dia dan Zac akan bertamu di kediaman keluarga Ryzam, tentunya dengan tujuan tertentu dari Markisa.


Zac menjalankan mobilnya meninggalkan kediamannya sendiri dan menuju kediaman kedua orang tuanya yang tidak jauh dari kediamannya.


"Kamu bawa apa buat Mama sama Papa?" tanya Zac pada Markisa.


"Buah-Buahan, tadi aku pesan online, aku tahu kalau Tuan Ryzam suka manggis dan Nyonya Bay alergi jeruk, apakah itu benar?" jawab Markisa yang berakhir pertanyaan.


"Tepat sekali! Dua pasangan diktator yang menghilang beberapa tahun itu memiliki kesukaan dan alergi yang serupa," batin Markisa yang hanya tersenyum membalas Zac.


"Mama itu yah, dia gak suka makanan yang digoreng soalnya dia ada batuk dan dia paling gak suka dibantah," lanjut Zac. "Tapi kalau Mama salah, kamu bantah aja gapapa, banyak-banyakin sabar sama mama,"


Markisa tersenyum, mengingat semua biodata pasangan Diktator yang dulu menghilang sama persis dengan Tuan Ryzam dan Nyonya Bay, kecurigaan Markisa semakin kuat, dan puncaknya ada pada kediaman Tuan Ryzam, mencari bukti dan mengungkap semuanya.


Tak lama kemudian mobil yang dikendarai Zac memasuki halaman rumah kediaman Tuan Ryzam yang membuat Zac segera memarkirkan mobilnya.


"Tuan duluan saja," ujar Markisa yang membuat Zac mengangguk.


Melihat Zac masuk kedalam rumahnya membuat Markisa segera mengirim pesan kepada Milo.


Markisa


[Kak, Aku sudah berada dikediaman Tuan Ryzam]

__ADS_1


Milo


[Bagus, disana ada kepala pembantu bernama Bodrex, dia yang akan membantumu, ruangan pribadi keluarga Ryzam ada dikamar tidurnya sendiri, hati-hati Markisa]


Mendapat pesan balasan dari Milo membuat Markisa mengangguk kemudian menaruh kembali ponselnya dan turun dari mobil.


Dia siap kembali beraksi mengungkap kebenaran apalagi ini menyangkut suami dan Kekasih kakaknya, jika benar semuanya sesuai dengan apa yang dipikirkan Markisa, berarti Tuan Ryzam dan Nyonya Bay benar-benar orang yang berbahaya.


"Itu Markisa," ujar Zac saat melihat Markisa masuk kedalam rumah, dimana diruang tamu sudah ada Tuan Ryzam dan Zac yang sudah menunggunya.


"Menantuku rupanya," Tuan Ryzam berdiri dan mengelus kepala menantunya itu. "Mama mertuamu ada didapur, dia sedang memasak, makan siang,"


"Ehm, kalau begitu aku boleh menyusul Mama saja?" tanya Markisa yang disambut anggukan Zac dan Tuan Ryzam.


Markisa berjalan ke dapur dan menemukan Nyonya Bay tengah memasak disana, Markisa tersenyum sinis dan berjalan ke arah Nyonya Bay, Markisa melihat merica yang ada disana dan mengambilnya untuk sekedar membuktikan.


"Bisa aku bantu?" tanya Markisa yang membuat Nyonya Bay membalikkan badannya dan langsung di bius merica oleh Markisa.


Nyonya Bay yang diperlakukan begitu sontak langsung terbatuk-batuk yang membuat Markisa tersenyum sinis dengan segala keyakinannya.


"Maafkan aku Ma, ini minum dulu," Markisa memberikan botol minuman dari dalam tas jinjingnya yang langsung diambil oleh Nyonya Bay.


Nyonya Bay meneguk minuman tersebut dan langsung memuntahkannya diwastafel kemudian menatap tajam Markisa. "Apa ini?"


"Jus jeruk, ups? Apakah aku lupa kalau kau alergi Ma? Sama seperti alergi yang diderita si Istri Diktator yang pernah mendekap di rumah sakit jiwa dulu, aku penasaran bagaimana kabar orang tersebut,"


Mendengar itu membuat Nyonya Bay tersentak dan memalingkan wajahnya dari Markisa.


"Sekarang kena kau," batin Markisa.



TBC

__ADS_1


__ADS_2