Pengantin Pengganti Duda Diktator

Pengantin Pengganti Duda Diktator
BAB 55 | Tertarik Denganku?


__ADS_3

"Aku serahkan Indomietha kepada kalian," ujar Markisa yang membuat Vanish dan Soklin mengangguk.


Markisa dan Dove kemudian berjalan kembali dikoridor rumah sakit tersebut dengan langkah berat yang akan mengarahkan mereka kepada Tapasya.


Sungguh hari yang melelahkan, mereka berdua harus bolak-balik selama beberapa kali hanya untuk menuntaskan sebuah masalah kecil, Markisa dan Dove akhirnya sampai diluar rumah sakit, mereka berdua naik keatas mobil yang kembali disetir oleh Markisa.


Markisa mengambil ponselnya kemudian menaruhnya di stand dashboard sembari menjalankan mobil milik Dove meninggalkan area rumah sakit.


Markisa memencet kontak panggilan dalam ponselnya dan mencari kontak Tapasya, setelah cukup lama menyecroll dengan posisi menyetir mobil, akhirnya Markisa menemukan kontak milik Tapasya.


[Halo?]


Suara Tapasya yang terdengar membuat Markisa yang geram berusaha menahan emosinya sembari fokus menyetir mobil.


[Kau tidak menjaga, Kak Milo?]


Markisa tidak langsung menanyakan keberadaan Tapasya melainkan hanya ingin mengajaknya basa-basi sedikit.


[Tidak, mungkin sebentar malam]


[Baiklah, tapi aku ingin menawarkan sebuah perjanjian kepadamu, kau mau?]


[Apa?]


Markisa tersenyum, Tapasya masuk kedalam perangkapnya yang membuat Markisa tersenyum licik.


[Dimana kau, akan kutemui untuk membicarakan hal ini]

__ADS_1


[Di Apartemen ku, kau bisa datang kesini saja]


Markisa mengangguk walaupun hal tersebut tidak bisa dilihat oleh Tapasya.


[Baiklah]


Markisa kemudian mematikan telepon tersebut sepihak dan kembali fokus menyetir mobil setelah ia melirik Dove yang sudah selesai melakukan tugasnya.


Dove membalas tatapan Markisa kemudian memperlihatkan monitor ponselnya kepada Markisa yang membuat Markisa mengangguk kecil.


"Clip On, dan alat perekam, sudah ada di bajumu, jangan sampai ketahuan, dan aku sudah mengabari pihak kepolisian yang lebih berkredibiltas untuk masalah ini," ujar Dove yang membuat Markisa tersenyum puas.


Markisa mempercepat laju mobil tersebut menuju apartemen Tapasya yang terletak di Rouse Tort, dimana banyak sekali Apartemen khusus disana.


Ibaratnya Meikarta diindonesia, di negara Denmark ini memiliki hal yang serupa, Markisa membelokkan mobilnya disalah satu halaman bangunan yang terdiri dari beberapa Apartemen disana.


"Bagaimana sudah siap?"


Dove mengangkat jempol, setelahnya tampak empat orang personil kepolisian datang dan masuk kedalam mobil Dove.


"Kau boleh pergi sekarang," ujar Dovr pada Markisa.


Markisa mengangguk kemudian memakai kacamata hitam nya dia keluar dari mobil dan masuk kedalam bangunan apartemen tersebut, unit milik Tapasya hanya berada dilantai dua sehingga tidak sulit bagi Markisa jika hanya menggunakan lift.


Ting!


Pintu Lift tersebut terbuka menandakan Markisa sudah bisa masuk kedalam sana, Markisa menjejakkan langkah dan kakinya kedalam lift, menanti siapa yang akan naik bersamanya.

__ADS_1


Melihat tidak ada orang membuat Markisa memilih memencet tombol pada lift tersebut membuat pintu lift tersebut tertutup dan membawa Markisa naik ke lantai dua.


Ting!


Pintu lift kembali terbuka membuat Markisa melihat pemandangan jejeran pintu-pintu Apartemen yang membuat Markisa keluar dari lift dan mencari unit Tapasya.


Tak lama kemudian akhirnya Markisa menemukan unit Tapasya yang membuat Markisa segera mengetuk pintu tersebut.


Sembari menunggu seorang pelayan lewat disana membawa satu nampan wine yang membuat Markisa menghentikan pelayan tersebut.


"Apakah itu wine?" tanya Markisa yang membuat pelayan tersebut mengangguk.


Markisa mengeluarkan beberapa dollar dari tas-nya dan memberikannya kepada pelayan tersebut dan mengambil dua gelas wine.


"Shut," ancam Markisa yang membuat pelayan tersebut pergi dari sana.


Markisa menatap dua gelas wine tersebut dengan seksama dan senyum sinis nya kemudian mengeluarkan kamera kecil yang kali ini ditaruh tepat didalam wine miliknya sendiri.


"Markisa?" Tapasya melihat Markisa yang membuat Markisa tersenyum kepadanya.


"Hai? To the Point saja, aku juga membenci Zac, mau bekerja sama?" tanya Markisa yang membuat Tapasya tercengang.



TBC


Follow Instagram Author

__ADS_1


@authoridz_


__ADS_2