Pengantin Pengganti Duda Diktator

Pengantin Pengganti Duda Diktator
BAB 44 | Malaikat Yang Sesungguhnya


__ADS_3

Mobil Zac dan Milo memasuki halaman kediaman Tuan Ryzam, mereka berempat segera turun dari mobil masing-masing terutama Zac yang tanpa basa-basi langsung masuk kedalam rumah dan menemukan Papa dan Mamanya sedang berada diruang tamu.


"Zac?" lirih Tuan Ryzam berdiri yang membuat Zac segera menanyakan hal yang mengganjal dihatinya saat ini.


"Ada hubungan apa Papa dengan Tuan Durex dan Nyonya Baygon?" tanya Zac yang membuat Tuan Ryzam dan Nyonya Bay tersentak.


Tuan Ryzam dan Nyonya Bay saling bertatapan dengan wajah kaku mereka, Zac yang sedari tadi berdiri sendiri langsung didatangi oleh Milo, Markisa dan Tapasya.


Nyonya Bay dan Tuan Ryzam kembali terksjut dengan apa yang dilihatnya, sosok Tapasya masih hidup, bahkan wajah kaget ditengah guratan menua terpampang jelas diwajah Tuan Ryzam dan Nyonya Baygon.


"B-Bicara apa kamu Zac!" bentak Tuan Ryzam yang membuat Zac tidak gentar.


Zac berjalan kearah Tapasya dan menarik tangan Tapasya kehadapan Tuan Ryzam dan Nyonya Bay, membuat Tapasya hanya terdiam dengan wajah tertunduk.


"Lupakan soal Tuan Durex! Aku hanya ingin bertanya kepada Mama, kenapa Mama memisahkan kami secara sepihak dulu dan memalsukan kematian Tapasya?" tanya Zac yang membuat Nyonya Bay terdiam.

__ADS_1


Nyonya Bay terdiam tidak bergeming, ia mencoba menarik tangan Zac namun ditepis oleh Zac. Milo dan Markisa yang melihat itu hanya diam tanpa harus ikut campur lebih dalam lagi pada masalah ini.


"Aku butuh penjelasan Ma!" teriak Zac yang kali ini membuat Nyonya Bay menangis histeris.


Markisa mendatangi Zac dan memegang lengan suaminya itu dengan menggelengkan wajahnya berusaha memberi kode bahwa dia sudah kelewatan kepada Nyonya Bay.


"Maafkan Mama Zac! Maafkan Mama, Mama selama ini mengurusi hubungan rumah tanggamu karena Mama kasian kepada istri-istrimu, kau memiliki sebuah penyakit diktator yang menyiksa sejak kecil, Mama tahu kalau Tapasya masih mencintai Kekasihnya namun kau malah memaksa kami melamar nya untukmu, makanya Mama berpura-pura membencinya agar Tapasya ingin pergi dari sini dan memalsukan kematiannya agar dia kambali kepada kekasihnya, Mama tidak bisa tenang disaat Mama tahu bahwa ada wanita yang sedang berada dalam kekangan pria diktator dan pria itu anak Mama sendiri!" jelas Nyonya Bay yang membuat Zac tertegun.


"Mama?" lirih Markisa merasa bersalah selama ini karena sudah berpikiran buruk kepada Nyonya Bay.


Tuan Ryzam mengambil Nyonya Bay dan memeluk nya erat, karena Nyonya Bay tidak sanggup bicara lagi, maka Tuan Ryzam yang melanjutkannya.


"Istriku sengaja menjadi mertua yang jahat, apalagi pada Markisa, Dia tahu bahwa Zac yang sudah menghancurkan Markisa dan dia tidak ingin Markisa lebih hancur lagi bersama Zac, makanya dia berlaku jahat untuk membuat Markisa tidak nyaman." jelas Tuan Ryzam memberi jeda. "Salahkah istriku menjadi jahat demi melindungi wanita lain bahkan kalau istriku ini adalah malaikat sesungguhnya?"


Zac terdiam, semua orang disana terdiam, Zac duduk bersimpuh dan memegang kaki Nyonya Bay. "Maafkan aku Ma, Maafkan aku, karena penyakitku ini, Mama harus berkorban banyak, tapi percayalah Markisa sudah berhasil merubahku, dia adalah menantu yang selama ini Mama cari-cari."

__ADS_1


Markisa meneteskan air mata sejenak kemudian berlari memeluk Nyonya Bay, dia menyesal atas apa yang sudah dia lakukan, dia merasa orang paling berdosa disini, karena telah menghakimi malaikat yang sesungguhnya.


"Maafin Kisa Ma, Maafin Kisa!" sesal Markisa yang membuat Nyonya Bay menatap Markisa dan mengelus pipi menantunya itu.


"Harusnya Mama yang meminta maaf, Mama sudah lalai bahwa kamu adalah istri yang paling sempurna dan memegang kendali atas Zac, Mama hanya tidak ingin kamu terluka sayang," jawab Nyonya Bay.


"Percaya padaku, aku tidak akan terluka bersama suamiku, aku sudah mendapatkan hatinya dan seharusnya aku bisa mendapatkan hati ibunya," ujar Markisa tersenyum dalam kepada Nyonya Bay.


Nyonya Bay tersenyum kemudian mengangkat Zac berdiri dan mengusap air mata anaknya itu. "Kamu adalah anak Mama, bagaimanapun keadaanmu Zac,"


Semuanya terdiam dalam haru sebelum Zac kembali bertanya bagaimana bisa orang tuanya memiliki hubungan dengan Tuan Durex dan Nyonya Fiesta.


Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Tuan Ryzam ragu. "Ini menyangkut kenapa Zac memiliki sifat Diktator, akan kami ceritakan tapi kami perlu waktu."


__ADS_1


TBC


__ADS_2