
"Kamu udah siap?" tanya Zac pada Markisa yang tampak anggun dengan balutan dress putihnya serasi dengan kemeja putih yang dikenakan Zac.
Markisa berdiri dan mensejajarkan posisinya dengan Zac kemudian membenarkan posisi jas Zac yang sedikit berantakan.
"Dikit lagi Tuan," jawab Markisa yang membuat Zac menarik Markisa ke pelukannya dan membuat pinggang mereka saling bersentuhan.
Markisa menatap manik mata Zac yang memancarkan ketentraman dan membuat Markisa luluh seketika.
Punya pesona apa pria perkasa dihadapannya itu, dia jatuh hati tanpa membalaskan dendamnya karena perjuangan Zac kepadanya.
Pria yang dulu menghancurkan hidupnya kini membuat hidupnya jauh lebih baik-baik saja.
"Panggil aku, Mas," bisik Zac pada Markisa kemudian mulai mencium pipi Markisa.
Markisa membuang muka kemudian memegang kedua pipi Zac dan tersenyum manis dihadapan Zac. "Iya Mas,"
"Mas Suami sekarang bisa keluar dulu kan? Aku harus melanjutkan bersiap-siap," lanjut Markisa yang membuat Zac melepas pegangannya.
"Kamu punya sepuluh menit sayang," Zac berjalan keluar dari dalam kamar meninggalkan Markisa yang melanjutkan merias wajahnya.
Ting!
Ponsel Markisa bergetar, tanda ada pesan yang masuk, Markisa membaca pesan tersebut yang ternyata dari Milo, Kakaknya.
[Aku sudah mencari Info, ternyata Nyonya Baygon memang memiliki Saudara bernama Tuan Durex, namun yang menjadi pertanyaan besarnya adalah, kenapa semua biodata dan bukti bahwa penculikan anak Tuan Hervas yaitu Zac, mengarah ke Tuan Ryzam dan Nyonya Baygon]
Markisa membaca pesan tersebut sembari mengetik balasan untuk kakaknya.
[Bagaimana hasil DNA-nya?[
Status "Online" di bawa nama kontak Milo berubah menjadi "Typing" yang membuat Markisa deg-degan menanti jawaban dari kakaknya, sembari menunggu Markisa kembali melanjutkan merias wajahnya namun tak lama kemudian dia merasakan mual di perutnya yang membuat dia segera berlari ke toilet yang ada didalam kamar tersebut.
__ADS_1
Hoek!
Markisa merasakan pahit dimulutnya, padahal kondisinya baik-baik saja, Markisa mengambil tisu dan mengelap bibirnya.
"Mungkin hanya masuk angin," gumam Markisa berjalan keluar dari toilet.
Markisa melihat satu pesan balasan dari Milo dan membaca pesan tersebut dengan mata terbuka lebar.
[Hasilnya Positif, Zac adalah anak kandung Tuan Ryzam dan Nyonya Baygon, aku terkejut, namun banyak sekali fakta dibalik semua Ini]
Markisa menautkan kedua alisnya dan kembali mengetik pesan balasan kepada Milo.
[Kalau sudah begini, berarti Pasangan Diktator yang hilang adalah Tuan Hervas sendiri dengan Istrinya? Tapi kenapa Tuan Hervas memiliki foto bersama Zac kecil? Dan bagaimana Nyonya Bay dan Tuan Ryzam memiliki ciri khas dari penculik Anak Tuan Hervas, jika memang Zac bukan anak Tuan Hervas, lantas kenapa dia memiliki yanda lahir yang sama?]
Markisa mengirim pesan tersebut kepada Milo sembari menunggu balasan dari Milo yang ternyata Milo langsung melakukan panggilan suara, Markisa mengangkat telepon tersebut dan mulai berbicara.
[Kamu mikirin apa yang aku pikirkan dek?]
Mendapat pertanyaan dari Milo membuat Markisa mendapatkan satu titik terang.
Markisa menaruh tangan di kepala akibat berpikir terlalu keras, ia kemudian menatap wajahnya di cermin sebelum suara kakaknya kembali masuk ke ponselnya.
[Menurutmu ada sebuah perjanjian? Kalau Nyonya Bay memang tidak bersalah, mengapa dia sengaja memalsukan kematian kedua Mantan menantunya]
Markisa kembali berpikir keras.
[Ada sebuah alasan disana, dan itu yang harus kita pecahkan kak, lakukan saja rencana kita, biarkan Nyonya Bay sendiri yang memberitahukan semuanya, kita hanya perlu sedikit memancingnya]
Milo yang berada diseberang telepon mengangguk dan membuat Markisa mematikan telepon tersebut sepihak.
Markisa kemudian berjalan keluar dari kamar menemui Zac yang tengah sibuk diruang tamu menunggunya.
__ADS_1
"Ayo Berangkat," ujar Markisa yang membuat Zac bangkit.
Zac mengandeng tangan Markisa dan berjalan keluar menuju halaman rumah dimana mobil Zac berada.
Zac membukakan pintu untuk Markisa setelahnya ia masuk ke kursi pengemudi setelah Markisa sudah siap.
"Kamu cantik malam ini," ujar Zac menyalakan mobilnya.
Markisa tersenyum dihadapan suaminya dan mengelus lembut wajah suaminya itu.
"Dan Mas baru menyadarinya?" jawab Markisa tersenyum menggoda yang membuat Zac beralih mencium bibirnya sekilas.
Markisa melepas ciuman tersebut dan merasakan mulas yang membuat Zac menjadi khawatir, Markisa membuka jendela mobil membuat angin segar masuk menerpa wajahnya.
"Kamu gak apa-apa? Kita ke dokter saja bagaimana?" tanya Zac mengelus rambut Markisa.
"Tidak Mas, lanjut saja, ini hanya tidak enak badan biasa," jawab Markisa tersenyum dihadapan Zac.
"Serius?" tanya Zac kembali menatap Markisa dalam.
Markisa menggangguk karena dia sudah merasakan perasaan yang baik, Zac melanjutkan menjalankan mobilnya menuju pernikahan Dove.
Ting!
[Nyonya Bay dan Tuan Hervas Bersaudara, nama lengkap Tuan Hervas sebenarnya adalah Tuan Durex Hervas Fernando]
Sebuah pesan dari Milo kembali membuka fakta baru bagi Markisa.
•
TBC
__ADS_1
Besk janji Crazy Up! jangan lupa like!