
Zac melanjutkan mengendarai mobil nya menuju aula tempat pernikahan Dove dan Tango, disepanjang perjalanan tidak ada kalimat atau obrolan apapun, melainkan perasaan khawatir Zac akan kondisi Markisa.
Tak lama kemudian mobil yang dikendarai Zac memasuki halaman aula pernikahan, dimana disana sudah banyak tamu yang diundang, tidak heran karena pernikahan Dove dan Tango terjadi karena skandal video syur mereka berdua.
"Ayo," Zac membukakan pintu pada Markisa dan menggandeng tangan istrinya itu masuk kedalam sana.
Markisa menerima tangan Zac dan berjalan berdampingan dengan suaminya itu, mereka berdua sontak menjadi pusat perhatian bagaimana, tidak, pernikahan Richman Zac dengan pengantin pengganti sempat menjadi perbincangan hangat beberapa waktu yang lalu.
"Kalian sudah datang?" tanya Milo pada Markisa dan Zac. "Bisa aku bicara dengan Markisa sebentar?"
Markisa menatap Zac yang kemudian menganggukkan kepalanya, Markisa melepas tangan Zac dan berjalan ke sisi Milo.
"Aku pinjam istrimu sebentar," ujar Zac menarik tangan Markisa menjauh dari sana.
Sedangkan Zac yang melihat itu tidak terlalu mengambil pusing, dia memilih melihat-lihat area aula pernikahan tersebut, dan disana dia melihat Dove tengah berdampingan dengan Tango.
Harusnya dulu dia yang ada disana, namun Zac merasa bersyukur hikmahnya dia bisa dipersatukan dengan Markisa istrinya.
Sedangkan disana Markisa yang bersama Milo berjalan ke salah satu ruangan dan menemui sosok Tapasya yang sudah menunggunya.
"Bagaimana selanjutnya?" tanya Markisa pada Milo.
"Sepertinya ucapanmu ada benarnya, Kita sudah salah sangka, sebenarnya penculiknya adalah Tuan Hervas," jawab Milo. "Tapi tetap kita harus mengungkap kebusukan Nyonya Bay, karena sudah memaksa Tapasya menyembunyikan identitasnya selama ini,"
Markisa mengangguk kemudian duduk disebuah kursi yang ada disana menyiapkan rencana yang matang, terlepas dari mengungkap siapa sebenarnya orang tua dari Zac.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita memunculkan Tapasya dihadapan Nyonya Bay dan menyudutkannya untuk membuat pengakuan, ibarat menepuk dua nyamuk dalam satu tepukan, disaat tersudut kita memberikan bukti tentang skandal masa lalu Nyonya Bay, sehingga dia akan tersudut dan mengakui semuanya," usul Milo.
"Mas Zac sudah jelas kan anak Nyonya Bay, tapi yang membuatku heran adalah kenapa Nyonya Bay dan Tuan Ryzam memiliki biodata seperti Pasangan Diktator yang hilang, dan kenapa Tuan Hervas memiliki foto bersama Mas Zac sewaktu kecil?" tanya Markisa yang masih menjadi simpang siur.
Brak!
Suara pintu dibanting membuat Markisa, Tapasya, dan Milo menatap ke arah pintu dan disana sudah ada Zac yang berdiri dengan tatapan nanarnya, sontak Markisa berdiri dan mendatangi Zac.
"Apa benar yang aku dengar?" tanya Zac lirih kemudian melirik Tapasya yang gelabakan. "Tapasya."
"M-Maafkan aku Mas, aku tidak bermaksud-"
"Jawab aku! Apa semuanya adalah benar!?" lantang Zac memegang kedua pundak Markisa dan mengguncangnya.
Zac membuang muka, sebuah fakta buruk didengar olehnya, membuat Zac melepaskan pundak Markisa dan memijit keningnya pusing. "Apa maksudmu tentang Tuan Hervas?"
"Kami curiga Mas adalah anak Tuan Hervas yang hilang, namun setelah melakukan penyelidikan ternyata bukan, namun fakta terbalik mengungkapkan bahwa Mama dan Papa memiliki ciri Pasangan Diktator yang menculik anak Tuan Hervas,"
Mendengar itu Zac berjalan ke arah Tapasya dan menatap wajah mantan istrinya itu, sedangkan Milo segera mengambil Tapasya kedalam pelukannya.
"Apa yang ingin kau lakukan Zac?" tanya Milo saat Zac menatap Nanar mereka bertiga bergantian.
"Kenapa kalian tidak jujur padaku? Ini menyangkut keadaanku!" teriak Zac frustrasi yang membuat Markisa menghampiri suaminya itu dan memeluknya erat.
"Aku tidak ingin membuatmu khawatir, aku hanya ingin mengungkap sebuah kebenaran, bagaimana aku bisa tenang jadi istrimu, jika ada mantan istrimu yang tidak mendapat keadilan," jelas Markisa mengusap wajah Zac.
__ADS_1
"Ini harus diluruskan," ujar Zac melepas pelukan Markisa dan berjalan keluar dari ruangan tersebut.
"Mas Zac! Mas mau kemana?" tanya Markisa yang tidak digubris oleh Zac.
Zac mengeluarkan ponselnya dan menelepon Tuan Ryzam berusaha menanyakan keberadaan kedua orang tua nya itu, dia harus mendengar semua penjelasan itu dari Tuan Ryzam dan Nyonya Bay.
[Papa ada dimana? Tidak Hadir dalam pernikahan Dove dan Tango?]
[Mamamu sedang tidak enak badan Zac, kami ada dirumah]
[Aku akan segera kesana]
Zac mematikan telepon sepihak kemudian berjalan keluar dari Aula pernikahan tersebut, Markisa yang melihat Zac berusaha menghentikan suaminya namun gagal yang membuat Markisa terjatuh dan merasakan sakit di area perutnya.
"Mas!" ringis Markisa yang membuat Zac berbalik dan berjalan panik ke arah Markisa.
"Maaf, Maafin aku, kamu gapapa, kita ke dokter yah," Zac menggendong tubuh Markisa dan membawanya masuk kedalam mobil.
Setelahnya Zac masuk ke kursi pengemudi dan menancap gas menuju rumah sakit terdekat.
•
TBC
__ADS_1