Pengantin Pengganti Duda Diktator

Pengantin Pengganti Duda Diktator
BAB 46 | Pria Sialan Yang Kucintai


__ADS_3

Zac membuka matanya sejenak, badannya masih lelah dengan kejadian tadi malam yang sangat menguras tenaga Markisa dan Zac dalam permainan ranjang mereka.


Zac berjalan keluar dari dalam kamar dengan hanya menggunakan pakaian dalamnya saja dan bertelanjang dada, ia mencari keberadaan Markisa yang tengah berbaring disofa sembari melihat ponselnya.


Melihat itu Zac hanya tersenyum kemudian ikut duduk disamping Markisa, tangannya segera merangkul Markisa yang sudah merubah posisinya menjadi posisi duduk.


Markisa mengambil remote televisi dari meja dan memencetnya mencari siaran yang bagus untuk dia tonton, jam masih menunjukkan pukul Delapan pagi dan Markisa memasuki shift jam sepuluh sebelum kembali bertugas sebagai dokter kandungan.


"Gak nonton Ikatan Rentenir?" tanya Zac yang menyebutkan sinetron yang tengah di gandrung para penonton saat ini.


Markisa menggeleng dan sedang menikmati sebuah film romantis yang tengah terpampang jelas dimonitor televisi dihadapannya.


"Nonton yang lain aja," Zac meraih remote yang langsung direbut kembali oleh Markisa


"Bagus tahu ini, awalnya jutek terus jadi bucin, kan kayak Mas, sekarang jadi bucin, coba dulu ngelamar aku baik-baik kan gak bakal ada drama-dramaan," Markisa menyandarkan kepalanya di bahu Zac.


"Emang dulu aku cinta sama kamu," jawab Zac pada Markisa


"Gak sih, tapi Mas yang akhirnya ngemis cinta aku," Markisa memainkan janggut tipis Zac yang membuat Zac sedikit geli.


"Jadi nyesel nih?" tanya Zac mengusap kepala Markisa


"Gak! Karena kalau gak nikah aku mana bisa menaklukan seorang Tuan Diktator," jawab Markisa tersenyum sinis kepada suaminya.


"Mas pria baik-baik kok, sayang," kekeh Zac mengangkat tubuh Markisa dan menggendongnya.


"Mau kemana?" tanya Markisa ada Zac.


"Temenin aku renang," jawab Zac berjalan ke arah kolam renang.


Setelah sampai disana, ia mendudukkan Markisa dipinggir kolam renang, kemudian merenggangkan tubuhnya sejenak


"Mau ikut berenang gak?" tanya Zac menggendong kembali tubuh Markisa.


"Gak,"

__ADS_1


"Oh Kamu Mau,"


"Gak Mas, dingin," jawab Markisa kembali.


"Oh Kamu Mau banget, lompat bareng-bareng yah," goda Zac berjalan mendekati kolam berenang.


"Mas, jangan Mas,"


Zac tidak menghiraukan permintaan Markisa, ia segera mengambil ancang-ancang untuk berenang dan dengan sekali lompatan ia melompat ke air yang dingin tersebut.


Byurr!


Ciprakan air tercipta saat tubuh Markisa dan Zac terjun bebas di kolam renang, Zac tertawa pelan saat melihat Markisa, buru-buru berenang ke pinggir kolam karena belum punya persiapan.


"Jahil banget sih, gak ku kasih jatah lagi," teriak Markisa berusaha naik ke atas pinggir kolam.


Namun disaat Markisa berusaha naik, kakinya terpeleset yang membuat ia kembali jatuh ke kolam renang.


Zac kembali tertawa namun dengan volume yang lebih kencang dari tadi, sehingga membuat Markisa mengembangkan pipinya kesal.


Melihat itu, Zac segera naik ke atas kolam renang dan berjalan ke sisi kolam yang dimana Markisa berada, Zac mengulurkan tangannya hendak membantu Markisa, namun disaat Markisa menerima tangan suaminya, Zac dengan sengaja melepas tangan Markisa yang membuat Markisa kembali tercebur ke kolam.


Tawa Zac kembali meledak yang membuat Markisa semakin kesal.


"Jahil banget sih, ku balas nanti yah," rengek Markisa menyerah untuk naik ke tepi kolam.


Zac masih tertawa melihat tingkah istrinya dan tanpa di sadari Markiss menarik kakinya yang membuat ia terjatuh, namun bukannya jatuh ke air, Zac malah jatuh ke belakang dan membentur lantai.


Markisa yang melihat itu sontak panik dan buru-buru naik ke atas, ia berjalan khawatir ke arah Zac yang tampak tidak sadarkan diri.


Markisa meraih kepala Zac dan memangkunya di pahanya kemudian menepuk pipi suaminya.


"Mas maaf yah aku gak sengaja," ujar Markids menepuk pipi Zac.


Zac yang tidak sadarkan diri membuat Markisa semakin khawatir sehingga air mata turun dari pipinya karena khawatir.

__ADS_1


"Mas bangun!" teriak Markisa frustrasi.


"Perhatian banget sih, sampai nangis gitu," Zac membuka sebelah matanya yang membuat Markisa cemberut seketika.


Markisa yang sudah sangat kesal lantas memukul dengan membabi buta ke wajah Zac.


Zac yang mendapat pukulan dipipinya lalu meringis yang membuat Markisa menghentikan aksinya dan membantu suaminya berdiri.


"Makanya jangan jahil jadi orang," kesal Markisa yang membuat Zac memeluk istrinya itu. "Dasar! Pria sialan yang kucintai!"


Disaat mereka berdua sedang bercanda ria, tanpa mereka sadar sosok Tango berdiri di area lain dari kolam renang tersebut dan memandang Markisa dan Zac dari kejauhan.


"Aku kasihan padamu! Kau masih belum menerima kenyataan bahwa mantanmu sudah bahagia dengan suaminya," ujar Dove yang membuat Tango berbalik.


"Ini semua karena kau! Aku masih mencintai Markisa," tegas Tango yang membuat Dove berjalan ke arah Tango.


"Tegarkan hatimu, apa yang sudah kau tukar tidak bisa kau kembalikan," bisik Dove mengelus pipi pris yang berstatus suaminya itu.


"Lihat saja aku akan menghancurkan hubungan pernikahan mereka!" sentak Tango dengan begitu yakin yang membuat Dove tertawa sinis.


"Kau lupa, Markisa adalah ratunya disini, dia selangkah dihadapanmu, dia ibarat pro player dan kau ingin langsung melawannya? Mimpimu ketinggian, aku takut jika terlalu tinggi mimpi akan tersangkut dengan satelit," jelas Dove berjalan meninggalkan Tango disana.



TBC


Zac dan Markisa




Tango dan Dove


__ADS_1



__ADS_2