Pengantin Pengganti Duda Diktator

Pengantin Pengganti Duda Diktator
BAB 87 | Menemukan Penggantimu


__ADS_3

Ready Fot Ending?


Visual Milo:






Milo berjalan bersama Aran, Aran sendiri hanya mengikuti kemana Milo pergi karena memang orang yang ingin dia temui di kantor ini adalah Milo sendiri.


"Kamu sampai di Denmark kapan?" tanya Milo mengandeng tangan Aran saat menyebrang jalan karena tujuan mereka adalah restoran di sebrang jalan kantor Milo.


"Semalam, aku terbang dari Australia kesini sebenarnya bareng Bang Aren tapi dia masih ambil job di Novel Duda Salah Kamar," jawab Aran cengengesan.


Milo tersenyum kemudian mengusap kepala orang yang sudah seperti adik nya itu namun entah kenapa Aran masih tetap memanggilnya dengan sebutan Om.


Padahal jarak usia mereka kini cukup terpaut jauh, tak butuh waktu lama bagi mereka berdua untuk sampai di restoran itu, setelah sampai disana, Milo dan Aran segera mengambil meja dan memesan makanan pada waiters.


"Kamu mau makan apa?" tanya Milo pada Aran.


"Apa aja, kalau bisa rice cock vegetable oil," jawab Aran yang membuat Milo menakutkan alisnya.


"Hah?" tanya Milo bingung. "Makanan apa itu?".


"Nasi uduk," jawab Aran cengengesan dihadapan Milo. "Sama kalau bisa, Flour fried with vegetarian beef."


"Apalagi itu?" tanya Milo bingung.


"Bakwan," jawab Aran yang kali ini benar-benar membuat Milo menggelengkan kepala maklum.

__ADS_1


Milo ingin heran namun ini Aran, dia benar-benar menjadi duplikat dari Nanas ibunya, setidaknya kehadiran Aran membuat Milo yang berada dalam titik terendahnya sedikit terhibur.


"Kamu kenal makanan ini darimana semua? Setahu Om makanan ini adanya di indonesia." tanya Milo menatap Aran.


"Kan emang kamu blesteran sana, Bunda Nanas bekasi, Papa Thony Melbourne, anaknya Ondel-ondel," jawab Aran yang membuat Milo menepuk jidat.


Dia lupa bahwa sebelum menetap di Melbourne, keluarga Anthony terlebih dahulu di Indonesia lebih tepatnya di bekasi.


Milo tersenyum atas jawaban Aran kemudian kembali mengingat bahwa hari ini dia sudah memutuskan hubungan nya dengan Tapasya yang membuat senyum di wajahnya memudar.


"Om? Kenapa cemberut gitu?" tanya Aran yang membuat Milo mengangkat kepalanya.


"G-gak kok," jawab Milo yang membuat Aran menarik kedua sudut bibir Milo dan membuatnya tersenyum.


"Nah gini kan cakep," ujar Aran yang membuat Milo tersenyum sungguhan.


Kini mata mereka saling bertatapan dan membuat hening seketika, Milo menatap wajah Aran yang tersenyum polos kepadanya.


Milo menarik napas panjang, ia menatap wajah Aran sekali lagi. "Om cuma lagi jatuh aja, susah buat berdiri."


"Tapi Om gak mati kan?" tanya Tapasya memangku dagu dengan kedua tangan nya.


"M-maksudnya?" tanya Milo yang membuat Aran berdiri dan menangkup wajah Milo.


"Om, orang kayak Om itu, Living of the edge, orang yang selalu jatuh tapi gak pernah mati itu hebat, jadi walaupun Om berada dalam titik Terendah Om, Om harus bisa semangat," jelas Aran kembali memperbaiki posisi duduknya.


"J-jadi?"


"Semangat aja sih, Aran gabisa kalau bijak Om, nanti readers kira Aran kesurupan kalau bijak," jawab Aran.


Brak!


Suara gebrakan meja membuat Milo dan Aran menatap ke arah sumber tersebut yang ternyata adalah Tapasya, Milo berdiri dan menatap tajam Tapasya.

__ADS_1


"Dia siapa?" tanya Tapasya menunjuk Aran.


"Bukan urusanmu, kita sudah tidak memiliki hubungan lagi," jawab Milo.


Aran sendiri terdiam, dia dalam posisi yang tidak tahu apa-apa dan masih polos dalam keadaan begini.


"Milo, aku akan berjuang."


"Terlambat, aku sudah mengubur semua rasa cinta kita, aku pernah berjalan di jalan berkarang, dan entah kenapa aku terjatuh di jalan datar, kurasa tidak ada lagi yang perlu diperjuangkan." jelas Milo yang membuat Tapasya menatapnya nanar.


"Kenapa? Apa karena gadis ini?" tanya Tapasya menunjuk Aran.


"Eh! Fitnah!" tolak Aran menyilangkan kedua tangannya.


"Iya! Kalau memang iya kenapa?" jawab Milo dengan nada tinggi.


"Hah? Gimana cerita bos?" tanya Aran bingung.


Deg!


Tapasya terdiam, kakinya bergetar lemas dan menatap sendu Milo yang seolah tidak peduli lagi dengannya. "T-tapi kenapa?"


"Karena aku sudah menemukan penggantimu!" jawab Milo menarik tangan Aran mendekat padanya. "Kau tidak percaya?"


Milo langsung menarik kepala Aran dan memberikan ciuman kepada Aran sehingga membuat bibir mereka berdua saling terkait dihadapan Tapasya yang membulatkan mata tidak percaya.





TBC

__ADS_1


__ADS_2