
• Flashback On
Tapasya berdiri diatas sebuah jembatan kayu yang melengkung datar diatas sebuah alur air yang membelah daratan, wajahnya menatap dalam ke air tersebut sembari satu persatu air matanya menetes menggubah rasa.
Angin yang semilir menerpa wajahnya membuat rambutnya yang tergerai berterbangan kesana kemari akibat terjangan angin.
Sendi-sendi ditubuhnya seakan tidak berfungsi lagi setelah menerima sebuah kenyataan yang pahit di telinga nya, tadi pagi keluarga Ryzam datang kerumahnya dengan tujuan meminang dirinya untuk anak mereka yaitu Alzacrich Ryzam.
Tapasya ingin menolak, namun ia tidak mampu, manakala kedua orang tuanya dengan wajah memohon untuk menerima lamaran itu karena ini menyangkut kelangsungan bisnis kedua orang tuanya.
Saudara kembarnya sendiri merasa senang, karena ini berarti Tapasya bisa berpisah dari Milo, karena Anandhi lebih dulu menyukai Milo, namun Milo malah memilih Tapasya.
Sebuah anggukan yang menjadi keputusan terberat dalam hidup Tapasya membuatnya benar-benar terbawa oleh alur yang ada.
Karena kedua pihak keluarga malah memutuskan untuk menikahkan Tapasya dan Zac besok pagi nya, maka dari itu hari ini dia akan bertemu dengan Milo dan menjelaskan sejujurnya akan apa yang terjadi padanya, berat atau relanya keputusan Milo nanti menjadi tolak ukur yang tidak akan dapat merubah takdirnya.
Srttt!
Suara Mobil yang terparkir dihadapan Tapasya, membuat Tapasya membalikkan badan dan menatap dalam sosok pria yang keluar dari sana, biasanya dia akan berlari dan memeluk pria tersebut namun sekarng sudah jauh berbeda.
Milo, dia turun dari mobil dengan wajah sumringah, karena kebetulan sekali dia mempunyai sebuah kejutan untuk Tapasya.
"Hai sayang," ujar Milo berjalan ke arah Tapasya dan hendak mencium puncak kepala Tapasya.
Tapasya langsung menghindar yang membuat Milo bertanya-tanya kepadanya, namun Milo tidak mengambil serius, ia lebih fokus kepada niatnya memberi kejutan pada Tapasya.
Ia kemudian bersimpuh dihadapan Tapasya yang lebih tepatnya berlutut, Tapasya menatapnya bingung sebelum Milo merogoh saku jas-nya dan mengeluarkan sebuah kotak yang ia sodorkan kepada Tapasya.
"Aku tahu ini terlalu cepat, tapi aku takut terlambat, maukah kau menjadi istriku?" tanya Milo mengeluarkan sebuah cincin dari kotak itu.
Tapasya membuang mukanya, setetes air mata kembali jatuh dari kedua bola matanya, Milo yang melihat itu merasa kaget dan berdiri.
__ADS_1
"Kenapa kau menangis?" tanya Milo yang membuat Tapasya memberikannya tatapan tajam.
Rambut Tapasya yang tergerai dan terurai terbawa angin menjadi saksi kalimat yang akan diucapkan Tapasya, kedua manik mata berwarna coklat milik Milo menatap dalam merasuk kedalam Manik mata hitam pekat milik kekasihnya itu.
"Aku tidak bisa menerimamu, aku akan menikah besok pagi, aku harap kau mendapat wanita yang lebih baik," ujar Tapasya pada Milo.
Deg!
Bagaikan petir di siang bolong, Milo merasa dihancurkan sehancur-hancur nya oleh kalimat Tapasya kepadanya, ia menjatuhkan kotak cincin beserta cincinnya yang membuat bunyi denting kalah beradu dengan tanah.
"Kenapa?"
"Aku memiliki alasanku sendiri, dan tidak perlu kau tahu apa alasannya," jawab Tapasya membalikkan badannya enggan menatap Milo.
Milo terdiam, matanya masih memandang kekasihnya yang sudah membalikkan badannya sehingga Milo hanya dapat melihat punggungnya, Milo berjalan mendekati Tapasya, ia menarik tangan Tapasya dan menyudutkannya di pembatas jembatan.
"Tapi, kenapa?" tanya Milo pada Tapasya yang sudah lebih mempertegas kalimatnya.
"Ini bukan kebaikan bersama ini, hanya untuk kebaikanmu, kenapa kau menghancurkanku disaat aku sudah menaruh banyak harapan untukmu," teriak Milo yang sukses membuat pertahanan tangis Tapasya jebol seketika.
Milo melepaskan Tapasya membuat keduanya kembali pada posisi berdiri yang benar, angin berhembus seiring udara yang pengap disekelilingnya padahal pasokan udara masih banyak, rupa-rupanya sesak yang menyiksa jiwanya.
"Maafkan aku, tapi kau akan mendapatkan wanita yang terbaik nanti," jawab Tapasya berjalan meninggalkan Milo yang masih berdiri diposisi yang sama.
"TAPI KAU YANG TERBAIK!" teriak Milo mulai frustrasi.
Tapasya tidak menggubris, ia terus berjalan dengan lelehan air mata saat Milo masih menatapnya dengan tatapan Frustrasi, ibarat luka sekerat rasa, sebuah kehancuran karena keterpilihan membawa mereka berdua dalam posisi yang benar-benar salah.
• Flashback Off
Tapasya duduk diruang tamu apartemennya kembali mengingat kenangannya bersama Milo bahkan dari yang terakhir kali nya saat Milo dan dia resmi saling memutus hubungan.
__ADS_1
Tapasya dibuat resah saat semalam Markisa berkata bahwa hari ini alat pembantu bertahan hidup Milo akan dicabut dan itu benar-benar akan membuatnya merasa kehilangan.
Dia tetap mempertahankan ego-nya untuk tetap terlihat tidak peduli padahal hatinya benar-benar terguncang
Ting!
Suara bel yang membuat Tapasya terbangun dari lamunannya memaksa netranya memandang kearah pintu sebelum kedua kakinya berdiri dan melangkah ke pintu tersebut.
Tapasya membuka pintu dan mendapati Markisa tengah berdiri disana dengan tatapan yang penuh kesedihan, ia mencoba membaca tatapan Markisa namun seakan buram, semua khayalan nya bablas.
"Ada apa?"
"Kau tidak ingin membantuku? Beberapa menit lagi alat bantu bertahan hidup Kak Milo akan dicabut, dan aku sudah tidak punya kemampuan untuk menahan kedua orang tuaku," jawab Markisa pada Tapasya.
"Kalau kau saja tidak bisa bagaimana kau bisa berpikir aku bisa?" tanya Tapasya membalikkan badannya.
"Karena kau punya sesuatu yang tidak aku miliki, yaitu ikatan cinta yang kuat kepada kakakku, setidaknya itu bisa menjadi alasan untuk kejadian ini dihentikan," ujar Markisa menahan Tapasya.
Tapasya tidak menggubris dia hendak menutup pintu namun kembali ditahan oleh Markisa.
"Tunggu! Jangan sampai kau menyesali hal ini." ujar Tapasya dalam.
"Jangan terlalu percaya cinta, karena dia bisa membuatmu berada dititik terendah dan menamparmu dengan keras,"
Duk!
Tapasya membanting pintu seusai menyelesaikan kalimatnya, selanjutnya dia malah menangis lelah dan bersandar pada pintu karena sudan membohongi perasaannya.
Bahwa dia mencintai Milo.
•
__ADS_1
TBC [Bersambung]