
"Dewa penolong?"
Dairy terdiam akan konotasi kalimat bernada ketidakpahaman itu, Pria itu kemudian membantu melepaskan ikatan pada tangan Dairy dan melepaskan bom yang menempel di badan Dairy. Dia sebenarnya tahu bahwa Bom tersebut tidak menyala namun dia ingin Dairy memiliki effort rasa terima kasih lebih kepadanya.
Dairy yang masih bingung siapa pria yang menolongnya itu hanya menatap dengan tatapan bingung penuh pertanyaan terlebih saat pria berkacamata itu membawanya keluar dari kamar mandi dengan cara digendong. Wajah teduh, kacamata khas dan senyum tegas dibalik rahang keras itu membuat Dairy sedikit tidak bisa berpaling dari pria yang menolongnya itu. Pria asing yang dia sendiri tidak tahu apa maksudnya.
"Siapa kau?" tanya Dairy kembali yang sudah diletakkan di ranjang.
Dairy mengambil posisi duduk sedang pria yang baru saja menolongnya mengambil posisi bersimpuh dihadapan Dairy.
"Toppoki Adams, aku tahu namamu. Kau Dairy Mlikita Mourt, namamu manis tapi tak semanis perbuatanmu."
Dairy terdiam, bagaimana bisa pria yang mengaku bernama Toppoki ini tahu namanya, dan bagaimana juga dia bisa tahu masalah yang terjadi antara dia dan kakak-kakaknya.
"Aku sahabat Dove, tadi aku melihat dia kesini dan mengikutinya, tidak kusangka aku akan mendengar semua obrolan kalian. Jika kau tanya aku. Aku ada di Tim Dove dan Markisa, namun jika kau mencari seorang sahabat yang bisa mengubah mu menjadi lebih baik, aku siap menemanimu," lanjut Toppoki yang membuat Dairy terkesiap.
Dairy sontak membalikkan wajahnya dan berusaha tidak mengambil kontak mata langsung dengan pria dihadapannya itu. "Berhenti omong kosong. Aku sudah cacat, berubah pun aku. Itu tidak akan merubah apapun dari keadaanku,"
__ADS_1
Toppoki tersenyum. "Itu hanya pemikiran dangkalmu karena kau merasa sendirian, sekarang lihat, aku ingin menjadi temanmu, jangan pernah berpikir bahwa kau sendirian, cobalah berubah. Kau gadis yang manis, kalau kau berubah tentu banyak orang yang ingin berteman denganmu,"
"Andaikan itu semudah yang kau ucapkan, masalahnya diriku sudah menanamkan banyak dendam yang sulit aku cabut lagi," teriak Dairy yang membuat Toppoki tersenyum kembali kemudian mengambil posisi berdiri.
Toppoki mengambil tangan Dairy, entah kenapa dia sangat penasaran dengan Dairy terlepas dari semua kejahatan dan kebusukan yang pernah dia lakukan, dia seperti merasa tertantang untuk mengenal Dairy lebih jauh.
"Masalahnya bukan pada dirimu Dairy. Tapi pada hatimu, cobalah menerima kenyataan dan melepas semua apa yang tidak bisa kamu lakukan, jangan terlalu memikirkan apa yang Tuhan berikan kepada orang lain, tapi kita harus ingat apa yang Tuhan berikan kepada diri kita sendiri, jika kita selalu memandang apa Privilage orang lain, sampai kapanpun kita tidak akan puas." jelas Toppoki yang membuat Dairy tercengang.
Sepanjang hidupnya dia tidak pernah menerima kalimat seperti ini sehingga dirinya merasa ditampar sangat dalam oleh kalimat Toppoki. Dairy perlahan menangis, sebuah isakan pliu keputus asaan, dia sebenarnya tidak ingin begini, namun dia begini karena semua orang meninggalkannya disaat dia dalam kondisi paling buruk.
"Kau gadis yang baik, jadilah sahabatku, partnerku, kalau bisa bagian dari hidupku," ujar Toppoki mengsejajarkan tubuhnya sehingga dia bisa mengusap rambut Dairy. "Malam ini pernikahan kakakmu, kau akan menjadi pasanganku, tidak ada penolakan, ayo kubawa kau bersiap."
"Kita mau kemana?" tanya Dairy pada Toppoki.
Toppoki tersenyum menatap Daity kemudian membuka pintu mobilnya tanpa menjawab Dairy, ia memasukkan Dairy sebelum dirinya ikut masuk di kursi pengemudi.
"Aku akan merubahmu menjadi ratu, karena setiap wanita berhak untuk bahagia," jawab Toppoki memasang selt sabuk pengaman bagi Dairy.
__ADS_1
Setelahnya Toppoki tampak mengetik pesan untuk seseorang melalui ponselnya sebelum dia mengirimkannya dan memperbaiki posisi duduknya, dia kemudian menginjak gas dan meninggalkan area kediaman Mourt.
Dilain tempat Markisa tengah meminum susu ibu hamil nya dan terduduk di kursi meja makan, Zac tengah berada di ruang gym pribadinya sehingga Markisa sendirian diruangan itu.
Ping!
Markisa membuka ponselnya yang bergetar seirama denting notif yang ternyata adalah pesan dari rekannya Toppoki.
"Dokter Markisa, aku sudah berhasil meyakinkan Dairy untuk berubah, kedepannya jika ada tugas lagi silakan infokan padaku,"
Markisa tersenyum membaca pesan itu, sebuah plot twist, rencana Toppoki untuk merebut Dove dari Tango adalah rencana Markisa karena dia tahu bahwa Tango mencintai Dove tapi dia hanya perlu membuka hati.
Begitupun dengan rencana Toppoki menjadi dewa penolong Dairy, ini juga adalah rencana Markisa, karena Markisa paham betul bahwa Dairy adalah sosok yang keras kepala dan perlu sosok yang dewasa seperti Toppoki untuk meladeninya.
Dan sekarang Markisa hanya perlu membereskan sisanya namun setitik harapan bahwa Toppoki adalah jodoh Dairy masih terbersit di kepala Markisa.
•
__ADS_1
TBC