Pengantin Pengganti Duda Diktator

Pengantin Pengganti Duda Diktator
BAB 56 | Aku Juga Bisa Menipumu


__ADS_3

Markisa masuk kedalam unit Apartemen milik Tapasya, dengan membawa dua gelas wine tadi, dia memberikan segelas wine tersebut kepada Tapasya yang langsung diterima oleh Tapasya


"Apa maksud kedatanganmu?" tanya Tapasya pada Markisa.


Markisa menaruh gelas winenya dimeja dan duduk di sofa milik Tapasya dengan posisi kaki melipat diatas kaki lainnya sehingga heels yang dia pakai terangkat sempurna.


"Aku sudah tahu semuanya Tapasya," jawab Markisa tersenyum sini kepada Tapasya. "Indomietha sudah menceritakan kebusukan kalian berdua,"


Tapasya menatap Markisa dalam yang masih seperti tidak terjadi apa-apa pada dirinya, Tapasya menelan ludahnya kasar dengan tatapan penuh intimidasi Markisa kepadanya.


"Tenang, aku tidak akan mempermasalahkan itu, karena aku juga membenci Zac, aku ingin bergabung bersama dalam rencana balas dendammu," lanjut Markisa yang membuat Tapasya tercengang.


"Kau tidak sedang berbohong kan?" tanya Tapasya dengan tatapan penuh pertanyaan.


"Apakah raut wajahku terlihat bercanda? Ayolah come on, kau pikir wanita mana yang tidak sakit dari direbut dan dihancurkan oleh sosok seperti Zac?" jawab Markisa melipat kedua tangannya. "Logika saja, aku sama sepertimu, korban kediktatorannya,"


"Bukannya kalian hidup bahagia? Dan kau sedang mengandung anak Zac," ujar Tapasya yang membuat Markisa tersenyum kecut sehingga memperlihatkan deretan gigi putih miliknya.


"Itu hanya kedok semata, kau tahu pepatah, apa yang kau lihat belum tentu menjelaskan keadaan," jawab Markisa berdiri dan berjalan ke arah jendela unit apartemen Tapasya.


"Jadi apa rencanamu? Dan bisakah aku bergabung?" lanjut Markisa membalikkan badannya menatap Tapasya.


Hening beberapa saat dikala dua bola mata mereka saling bertemu, yang membuat Tapasya mengangguk menyetujui permintaan Markisa.


"Kena kau," batin Markisa dengan tatapan penuh kelicikan.

__ADS_1


"Jadi apa rencanamu?" Markisa berjalan ke arah Tapasya dan duduk di sofa yang sama.


"Tunggu! Bagaimana aku bisa percaya kalau kau benar-benar berpihak padaku?" tanya Tapasya yang membuat Markisa menatapnya tajam.


"Apakah orang yang berpihak kepadamu, pernah memberikanmu tatapan setajam ini? Katakan," jawab Markisa yang membuat Tapasya kali ini benar-benar percaya.


Tapasya mengambil posisi yang pas untuk memulai ceritanya, dia kemudian melipat kedua kakinya dan menaruh tangan diatas pahanya. "Sebenarnya aku adalah Anandhi,"


"Seperti dugaanku," batin Markisa.


Markisa menaruh tangan didagunya guna mendengarkan penjelasan Tapasya yang kali ini menatapnya, Markisa mengangkat alisnya menandakan Tapasya harus melanjutkan ceritanya.


"Tapasya yang asli sudah meninggal, sewaktu dia datang setelah menikah dengan Zac, dia mengalami depresi berat yang membuatnya bunuh diri, karena dendam aku datang kembali untuk membalaskan dendam ku kepada Zac, dengan berkedok membuat masalah antara kalian dan Nyonya Bay, namun tak kusangka kalian dapat menyelesaikannya," lanjut Tapasya palsu yang membuat Markisa semakin serius mendengar ceritanya.


"Lanjutkan," bisik Markisa menekan tombol di area clip on guna merekam.semua kalimat Tapasya.


"Kau licik juga, kukira kau hanya orang yang biasa-biasa saja." puji Markisa yang membuat Tapasys tersenyum.


"Aku rasa aku tidak membutuhkan Indomietha lagi karena ada orang yang lebih licik berpihak kepadaku," ujar Tapasya.


Markisa berdiri dan bertepuk tangan. "Kau benar, Tapasya,"


Markisa kemudian mengeluarkan ponsel dari tasnya dan menekan tombol panggilan. "Kalian semua boleh masuk,"


Tapasya mengerutkan keningnya atas ucapan terakhir Markisa yang sesaat setelahnya Dove datang dengan empat orang polisi menerobos masuk kedalam unit apartemen Tapasya.

__ADS_1


"Ada apa ini?" tanya Tapasya pada Markisa.


"Just play," jawab Markisa memperlihatkan monitor ponselnya yang memperlihatkan adegan obrolan mereka tadi.


i


"Kau menipuku?" tanya Tapasya palsu pada Markisa.


Markisa tersenyum kemudian menggenggam bahu Tapasya erat yang membuat Tapasya palsu sedikit meringis dibuatnya. "Kau sudah menipu kami duluan jadi bagaimana kau bisa berpikir, aku tidak bisa menipumu balik,"


Tapasya palsu geram sementara Dove berjalan ke arah Tapasya dan memberikan tamparan kepadanya.


Plak!


"Itu untuk Kak Milo! Kau benar-benar sialan," geram Dove yang membuat empat orang polisi tadi langsung menyergap dan memborgol tangan Tapasya.


"Kalian akan menyesali ini!" teriak Tapasya saat dirinya dibawa oleh pihak kepolisian.


"Sampai bertemu di pengadilan," jawab Markisa melambaikan tangannya pada Tapasya.



TBC


Dove dan Markisa

__ADS_1




__ADS_2