Pengantin Pengganti Duda Diktator

Pengantin Pengganti Duda Diktator
BAB 35 | Bertemu Kembali


__ADS_3

"Jadi? Kau adik dari Milo?" tanya Tapasya pada Markisa.


Kini mereka berdua tengah terduduk di kursi koridor rumah sakit tersebut setelah mengetahui hubungan Milo dan Tapasya.


"Kau ingin bertemu kak Milo?" tanya Markisa pada Tapasya.


Tapasya menatap Markisa ragu, ia menundukkan kepalanya sejenak dan kembali menatap Markisa. "Tidak, kalau aku bertemu Milo, Nyonya Bay akan marah dan mengancam hidup orang tua ku, sekarang semua orang hanya mengetahui bahwa aku sudah meninggal,"


Markisa menatap iba Tapasya, ia meraih tangan Tapasya dan menggenggamnya erat. "Aku kasian kepadamu, ini semua karena Mertuaku, hidupmu jadi berantakan, bagaimana kalau kubantu kau membongkar segala kejahatannya, kita akan mengatur siasat, lagipula jika terus begini pernikahanku dengan Tuan Zac, juga ikut terancam."


Tapasya kembali mengeluarkan ekspresi ragu, dia menatap Markisa dalam berusaha mencari ketulusan pada pancaran mata Markisa yang sepenuhnya tulus.


"Bagaimana caranya?" tanya Tapasya pada Markisa.


Markisa tersenyum dan mengangguk serius karena dia sudah menemukan rencana yang bagus, Tapasya menatap Markisa dengan yakin karena Markisalah yang bisa membantunya terlepas dari semua ini.


"Tenang saja, aku akan menyusun siasat dan kau tinggal memainkannya saja, kita berdua adalah korban dari mertua, tapi bedanya aku bisa bertahan menghadapi mertua seperti dia," jawab Markisa yang langsung mendapat pelukan dari Tapasya.


"Terimakasih Markisa," ujar Tapasya.


Tapasya sangat bersyukur bisa bertemu Markisa, ia percaya bahwa Markisalah yang bisa membantunya mendapatkan keadlian, dia lelah hidup dengan nama lain sementara dirinya yang asli sudah di diagnosis meninggal.


Disaat keduanya sibuk mengobrol tanpa sadar sosok Milo yang baru saja datang mejenguk Dairy datang dari arah berlawanan dan melihat Tapasya bersama Markisa.


"Tapasya!?" lirih Milo yang membuat Markisa dan Tapasya dan Markisa membalikkan wajahnya menatap Milo kaget.

__ADS_1


Melihat itu, Tapasya langsung lari dari sana menghindari Milo, namun Milo langsung mengejar Tapasya, Tapasya berlari menuju parkiran rumah sakit tersebut dan berhasil ditangkap oleh Milo yang langsung mendekapnya kencang.


"Kau Tapasya kan? Kau Tapasyaku!" Milo membalikkan tubuh Tapasya menatapnya, ia menangkup wajah Tapasya dengan kedua tangannya.


Tapasya menangis terisak yang membuat Milo juga ikut meneteskan air mata. "Katakan padaku, aku tidak sedang bermimpi,"


Tapasya memejamkan matanya dia tidak berani menatap Milo yang sedang menatapnya tajam, melihat itu membuat Milo segera mencium bibir kekasihnya yang ia pikir sudah meninggal itu, Milo menekan kepala Tapasya sehingga ciuman mereka samakin dalam.


Tak lama kemudian Milo mulai melepaskan ciumannya dan menatap Tapasya dalam. Tapasya sudah membuka matanya dan berani menatap Milo yang wajahnya basah dengan air mata.


"Lepaskan aku," lirih Tapasya memohon.


"Kau tahu? Aku hampir bunuh diri saat kau dinyatakan meninggal, aku berdiri di depan pusaramu, menangis dan bersumpah tidak akan menikah, karena aku hanya mencintaimu, dan sekarang engkau sudah ada dihadapan ku dan meminta dilepaskan, tidak akan lagi, sayang!" jawab Milo kembali mendekap Tapasya dengan kencang, membuat Tapasya menangis tersedu didalam dekapan Milo.


Kerinduan selama bertahun-tahun lamanya terbayarkan sudah, upaya move on dari Milo atas Tapasya yang selalu gagal nyatanya membawa dirinya kepada kenyataan bahwa kekasihnya itu masih hidup.


"Kau ingat ini? Kita membelinya sebelum merencanakan pernikahan seminggu sebelumnya, kau mengatakan bahwa cincin ini indah dan kau sangat menginginkannya, aku sudah membelinya namun kau malah menikah dengan orang lain, tapi aku tetap menyimpannya," ujar Milo pada Tapasya.


Tapasya menengadah keatas menatap langit siang yang tampak mendung, ia kembali nenangis mengingat kenangan manis mereka dulu yang membuat satu kalimat terucap dari bibir Tapasya yaitu hanya. "Maafkan aku, Milo,"


Milo berdiri dan mengusap air matanya juga air mata Tapasya, ia meraih jari Tapasya dan memasangkan cincin tersebut pada jari Tapasya.


"Sekarang tidak akan ada yang memisahkan kita," bisik Milo kembali mendekap Tapasya.


Sementara itu Markisa yang melihat dari kejauhan hanya tersenyum melihat Tapasya dan Kakaknya bersatu, setidaknya Markisa sekarang mengetahui apa alasan kakaknya tidak menikah selama ini.

__ADS_1



Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, Markisa Tengah berdiri dihalaman rumah sakit menanti kedatangan Zac yang akan menjemputnya, tak lama kemudian sebuah aston terparkir dihadapan Markisa yang sudah pasti itu adalah Zac.


Markisa segera masuk kedalam mobil dan disambut oleh Zac disana, Markisa mencium pipi Zac yang langsung menjalankan mobilnya meninggalkan area rumah sakit.


"Bagaimana sayang? Kau lelah?" tanya Zac pada Markisa.


"Kalau aku jawab lelah, Tuan mau apa?" tanya Markisa berusaha menggoda suaminya itu.


"Aku pikir kita bisa memulai rencana membuat Baby Z, tapi kalau kau lelah kita akan melakukannya lain kali," jawab Zac tersenyum manis kepada Markisa.


Markisa menatap Zac gemas dan meraih kepala suaminya itu kemudian menciumnya gemas, Zac menghentikan mobilnya yang kebetulan ada dilampu merah dan membalas ciuman Markisa, kini mereka berdua saling bertukar ludah didalam mobil tersebut menunggu lampu merah tersebut berganti hijau.


"Kita akan melakukannya malam ini, Tuan," jawab Markisa saat Zac melepaskan ciumannya saat lampu merah berganti hijau.


"Kau lelah kan? Aku tidak ingin memaksamu," ujar Zac pada Markisa.


"Sejak kapan Tuan jadi tidak pemaksa begini? Biasanya sifat diktator itu selalu ada," Markisa meraih dagu Zac dan memainkan brewok tipis disana.


"Semenjak aku mencintaimu," jawab Zac.


"Baiklah kalau begitu, aku yang akan menjadi istri diktator," kelakar Markisa yang membuat Zac sedikit tertawa.


Selanjutnya Markisa hanya memikirkan bagaimana rencana mengungkap semua kejahatan mertuanya pada Mantan istri pertama dan istri kedua Zac dulu demi mengembalikan identitas Tapasya yang sudah dinyatakan meninggal sebelumnya.

__ADS_1



TBC


__ADS_2