Pengantin Pengganti Duda Diktator

Pengantin Pengganti Duda Diktator
BAB 33 | Mertuamu Itu Iblis!


__ADS_3

Markisa yang masih bergetar menahan tangannya membaca hasil bahwa kemungkinan dia bisa memiliki anak kurang dari lima puluh persen, Markisa menaruh hasil riset tersebut di laci meja kerjanya dan berjalan ke kamar mandi yang ada diruangan tersebut.


Dia tidak menyangka bahwa penyakitnya ini yang awalnya dia sepelekan akan menjadi babak baru dari masalah hidupnya, Markisa menatap wajahnya dicermin, berusaha meyakinkan diri nya bahwa semuanya akan baik-baik saja, ia akan menjalani berbagai pengobatan, dia tidak ingin Zac nanti tidak memiliki penerus, walaupun Zac sendiri tidak terlalu menghiraukan keadaan Markisa, tapi Markisa tetap saja khawatir.


Markisa membasuh wajahnya di toilet dan berjalan keluar dari toilet, disaat dia ingin kembali ke meja kerjanya, tampak seorang wanita sebayanya masuk kedalam yang membuat Markisa segers mengusap wajahnya yang basah.


"Maaf, jadwal konsultasi nanti jam satu siang, saat ini belum mulai," ujar Markisa pada wanita tersebut.


Wanita tersebut menggeleng dan menatap Markisa dalam. "Aku tidak ingin konsultasi, aku ada keperluan denganmu,"


"Denganku?" tanya Markisa. "Ayo duduk dulu,"


Wanita yang memakai masker tersebut kemudian melepas maskernya dan berjalan mengikuti Markisa duduk dikursi yang ada dimeja kerjanya.


"Mbak ini siapa yah?" tanya Markisa pada wanita tersebut.


"Aku Tapasya, panggil saja aku Sya, aku adalah istri pertama Tuan Zac, lebih tepatnya mantan istrinya," jawab Tapasya yang membuat Markisa menautkan kedua alisnya.


"Bukannya kedua mantan istri Tuan Zac sudah meninggal?" tanya Markisa ragu.


Tapasya menggeleng, dia menatap Markisa dengan tatapan serius yang membuat Markisa bingung ada apa sebenarnya.


"Aku tidak meninggal, pernikahanku dan Tuan Zac memang berantakan karena sifat kasar dan diktatornya, tapi aku merasa ingin bertahan dan belajar mencintainya, namun aku tidak bisa, aku memiliki kekasih lain," jawab Tapasya. "Hari itu mertuaku datang mempertanyakan bagaimana aku memberikan cucu padanya, padahal Tuan Zac saja tidak pernah menyentuhku dia hanya selalu menyakitiku."


Markisa yang mendengar itu merasa terkejut karena selama Zac dengannya bahkan sebelum Zac mencintainya mereka sudah sering melakukan hubungan ranjang.

__ADS_1


"Mertuaku memintaku meninggalkan Zac, dengan membuatku pura-pura meninggal, seluruh keluargaku bersedih atas kejadian itu dan aku harus menutupi identitasku, karena aku sendiri sudah lelah dengan pernikahanku, selang berapa lama kemudian aku mendengar bahwa Tuan Zac menikah lagi dan istrinya meninggal," lanjut Tapasya pada Markisa.


"Siapa nama istri keduanya?" tanya Markisa pada Tapasya.


"Betadine, pernikahan mereka baru satu minggu dan dia dinyatakan meninggal, aku yakin ini semua rekayasa Nyonya Bay, jasad yang dikuburkan itu bukanlah jasad kami, kau harus berhati-hati dengannya, Mertuamu itu Iblis," jawab Tapasya dengan tatapan serius.


"T-Tapi kenapa kau bisa tahu kalau aku istri Tuan Zac?" tanya Markisa kembali.


Tapasya menghembuskan napas panjang dan kembali menatap Markisa. "Aku melihatmu diantar oleh Zac, sepertinya dia mencintaimu, kau harus bersyukur, namun mertuamu itu tetaplah Iblis,"


Markisa berpikir sejenak, separah itukah Nyonya Bay? Markisa kembali mengangguk dan menatap Tapasya dalam. "Siapa nama kekasihmu?


Tapasya enggan menjawab namun karena desakan Markisa ia bersedia menyebutkan nama kekasihnya. "Kami adalah pasangan yang baik, namun takdir memisahkan kami, namanya adalah Mi-"


"Sayang? Kau ada disini?" Zac membuka pintu ruangan Markisa yang membuat Tapasya buru-buru menutup wajahnya dengan Masker dan tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.


Markisa mengangguk, sedangkan Zac berjalan masuk kedalam ruangan Markisa membawa sekotak makanan untuk istrinya.


"Ada apa Tuan?" tanya Markisa pada Zac.


"Dia siapa?" tanya Zac.


"Pasien," jawab Markisa berbohong.


Zac mengangguk kemudian berjalan ke arah Markisa dengan membawa kotak makanan. "Aku membawakanmu makan siang, aku tidak mungkin meninggalkanmu setelah kita gagal makan siang,"

__ADS_1


Markisa tersenyum yang membuat Zac menarik kepalanya dan ******* bibir istrinya itu pelan, Zac melepas ciumannya dan mengecup puncak kepala Markisa.


"Aku merindukanmu," ujar Zac yang membuat Markisa menoel hidung suaminya itu.


"Baru dua puluh menit padahal, bagaimana kalau waktu itu aku jadi ke Melbourne," jawab Markisa.


"Pasti aku akan bunuh diri," timpal Zac dan mengecup bibir Markisa sekali lagi.


Zac mengangkat tubuh Markisa dan mendudukkannya di meja kerjanya, kemudian mengecup dan menciumi wajah serta leher Markisa.


"Tuan, ini dirumah sakit," tegur Markisa yang membuat Zac menghentikan aksinya.


"Oke, Oke,"


Zac beralih ke kotak makanan yang dia bawa dan memberikannya kepada Markisa.


"Kamu punya sendok? Aku tidak bawa," tanya Zac pada Markisa.


"Di laci Tuan," jawab Markisa yang membuat Zac membuka laci kerja Markisa namun bukannya sendok dia malah menemukan hasil lab Markisa.


"Sayang? Apa ini?" tanya Zac memperlihatkan hasil lab tersebut.



TBC

__ADS_1


Mampir ke Novel Baru Author yah Kakak



__ADS_2