
Jangan Lupa Like Agar Author Semangat Update :)
"Apa? Suami saya ada dikantor polisi?" teriak Markisa kaget.
Markisa tidak lagi menggubris suara yang berasal dari ponselnya, ia duduk dimeja kerjanya sembari memegang pangkal hidungnya, jam berdetak senada diruangan itu seiring dengan tidak habis pikir akan masalah apalagi yang sedang ia hadapi.
"Dokter? Dokter tidak apa-apa?" tanya suster Rinso yang membuat Markisa menggelengkan kepalanya.
Markisa berdiri, ia mengambil tas-nya dan melepas jas kedokterannya kemudian menaruhnya di sebuah gantungan. "Suster, konsultasi hari ini bisa dibatalkan dulu, saya ada keperluan,"
Suster Rinso hanya mengangguk, dia tidak ingin menanyakan lebih jelas ada alasan apa Markisa pergi secara mendadak disaat dia berada dalam waktu kerja.
Markisa berjalan keluar dari ruangannya, suara pintu yang berdecit menandakan bahwa Markisa tengah panik, bahkan hentakan heels-nya sangat berdetak yang membuat orang bisa mendengar langkah gusar dokter kandungan ini.
"Dokter Markisa, mau kemana?" tanya dokter Softexia pada Markisa
"Dokter Soft, aku adalah keperluan sebentar dok, oh iya, dokter bisa tidak menggantikan saya sementara untuk konsultasi pasien," jawab Markisa pada teman sepekerjaannya itu.
Dokter Softexia mengangkat alisnya kemudian menggelengkan kepalanya. "Kalau saya panggilkan Dokter Duku saja bagaimana? Dia Dokter Oxgyn bukan?"
__ADS_1
"Apa Dokter Duku, mau menganttikan saya sementara?" tanya Markisa pada Dokter Softexia.
"Pasti mau," Dokter Softexia berjalan ke arah resepsionis dan menekan tombol panggilan yang ada disana. "Dokter Faredian Sanduku, bisa ke ruangan saya yah, ada keperluan,"
Setelah Dokter Softexia mengucapkan kalimatnya, Dokter Softexia mengangkat jempol kepada Markisa yang membuat Markisa tersenyum memiliki teman seperti Dokter Softexia.
Markisa kembali melanjutkan langkah kakinya, meninggalkan area rumah sakit tersebut, Markisa menatap sekilas, sekelilingnya mencoba mencari tumpangan taksi.
"Kau perlu tumpangan?"
Markisa menatap ke sumber suara tersebut yang ternyata adalah Dove dengan mobilnya, dia masih berada diarea rumah sakit tersebut sedari tadi setelah ditinggalkan oleh Tango, dia sedang merenung saat melihat adik tirinya itu sedang kebingungan.
"Kali ini saja, Antar aku ke Kantor polisi," jawab Markisa masuk kedalam mobil yang membuat Dove bertanya-tanya.
"Bukan urusanmu," jawab Markisa ketus yang membuat Dove mengangguk paham.
Dove tidak membalas lagi ucapan Markisa, ia menjalan brio-nya dengan menambah sedikit kecepatannya, dia sendiri kepo dan penasaran ada urusan apa Markisa disana yang membuat Dove semakin mempercepat laju kendaraannya.
Crtt!
__ADS_1
Dove mengerem mendadak saat melihat seorang wanita dengan berpakaian serba hitam jalan dihadapannya dan hampir saja tertabrak.
Markisa dan Dove membulatkan mata sempurna, mereka berdua pernah melihat wanita tersebut, dan wanita tersebut adalah.
"Mantan istri kedua Zac?" sentak Dove dan Markisa berbarengan.
Dove dan Markisa saling melempar tatapan tidak percaya, itu adalah sosok Indomieytha Dianseleraku, Mantan istri kedua dari Zac, bagaimana bisa dia ada disini, Markisa sendiri tidak terlalu kaget karena dia sudah tahu bahwa kedua mantan istri Zac belum meninggal sedangkan Dove hanya bisa tercengang.
Karena sewaktu akan menikah dengan Zac dulu, Dove diperlihatkan foto mantan istri dari Zac.
Duk!
Suara pintu mobil yang dibuka oleh Dove membuat Markisa ikut keluar, Dove mengejar Indomie yang tidak menyadari keberadaan Dove, sedangkan Markisa hanya menatap pusing melihat sifat kepo kakak tirinya itu.
Dove mengikuti Indomie sampai ia kembali terkejut melihat Indomie bersama Tapasya, yang membuat Dove tercengang dan menabrak tong sampah didekat sana.
Sebuah tangan langsung menarik Dove dari sana dikarenakan Indomie dan Tapasya segera mengcek sumber suara gaduh yang dihasilkan oleh Dove.
"Ini aku! Jangan berisik, aku tidak tahu ada hubungan apa mereka, lebih baik kita segera ke Kantor Polisi, kita tidak udah mengikut campur dalam urusan mereka berdua," bisik Markisa yang membuat Dove mengira dirinya akan diculik.
__ADS_1
•
TBC