
"Yasudah lebih baik kita berangkat sekarang," ujar Zac yang membuat pelukannya terlepas.
Zac berjalan menggendong Markisa keluar dari rumah, karena kondisi kesehatannya Markisa sering kehilangan ke seimbang nya sehingga dia kerap kali terjatuh, menanggapi hal tersebut membuat Zac lebih inisiatif untuk menggendong istrinya sendiri.
Buk!
Zac membuka pintu mobil miliknya kemudian mendudukkan Markisa didalamnya setelahnya Zac menutup pintu mobil tersebut dan masuk kedalam kursi ke kursi pengemudi.
Markisa lebih banyak diam dengan wajah pucat nya bahkan bibirnya sudah memudar warnanya, Zac menekan setir mobilnya kemudian mulai mengendarai mobil tersebut meninggalkan kediamannya menuju rumah sakit.
Zac memutar lagu dari sound radio dari dalam mobilnya menemani suasana hening mereka, suara pria dengan serak basah terdengar melantunkan sebuah lagu dengan nada sedih dan sendu, membuat Zac dan Markisa larut dalam pikiran mereka masing-masing.
Aku dan kau tak dapat bersama ...
Bagai syair lagu tak berirama ...
Selamat tinggal kenangan denganmu ...
Senyumku melepaskan kau pergi ...
Sebuah lagu yang sedikit menyayat hati bagi Zac yang membuat Zac segera mematikan lagu tersebut dan menciptakan suasana hening kembali ditengah perasaan sendu yang terjadi.
Tak lama kemudian mobil Zac mulai memasuki halaman rumah sakit tempat Markisa dulu bekerja, Zac memarkirkan mobilnya kemudian turun dan beralih membuka pintu mobil dibagian kursi penumpang.
__ADS_1
Zac menggendong Markisa turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah sakit tersebut, mereka sudah menaruh janji dengan Dokter Softexia yang menjadi dokter bagi Markisa.
Saat berjalan masuk kedalam sana banyak sekali staf yang menyambut Markisa dengan senyuman, Markisa dan Zac membalas senyuman tersebut dan tidak sedikit dari mereka yang langsung memeluk Markisa yang masih berada dalam gendongan Zac.
Terutama suster Rinso yang merupakan mantan asisten Markisa, sayangnya Markisa datang bukan untuk kembali melainkan untuk berobat, setelah melalui semua kerumunan itu, Zac segera membawa.Markisa masuk kedalam ruangan Dokter Softexia.
"Apa dokter Soft adalah didalam?" tanya Zac pada seorang suster disana.
"Ada Tuan, Dokter Soft ada diruangannya," jawab suster tersebut yang membuat Zac tersenyum.
Zac kemudian membawa Markisa kedalam ruangan Dokter Softexia dan mendapati Dokter Softexia sedang berada di meja kerjanya.
"Hai Zac, Dokter Markisa, kalian sudah datang?" tanya Dokter Softexia berdiri.
Setelah cukup lama akhirnya pemeriksaan tersebut, dan sekarang tinggal menunggu hasil lab yang masih di proses.
"Kau terlihat sehat, apakah kau mengalami gangguan pada kehamilanmu? Anakmu risih?" tanya Dokter Softexia yang membuat Markisa tersenyum.
"Tidak ada apa-apa." jawab Markisa tersenyum.
Tok! Tok!
Suara ketukan pintu dari ruangan Dokter Softexia membuat Dokter Softexia bangkit dan menghampiri petugas lab yang membawa hasil lab Markisa.
__ADS_1
"Terima kasih," ujar Dokter Softexia berjalan masuk kembali kedalam ruangannya dan duduk dihadapan Markisa dan Zac.
Wajah Dokter Softexia sedikit ragu dan tidak tertebak melihat hasil lab tersebut membuat Markisa dan Zac saling melempar pandangan.
"Ada apa?"
"Hm? Kuatkan hatimu yah, Kanker darah ini sudah memasuki stadium lanjutan dan sangat berbahaya bagi kesehatanmu, karena seluruh imun tubuhmu tengah melindungi bayi dalam kandunganmu, jadi jika terus di lanjutkan salah satu dari kalian tidak akan selamat, aku takut ini terjadi, tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin," jelas Dokter Softexia.
Deg!
Seketika hati Markisa hancur, Zac yang terdiam mendengar itu meminta izin untuk pergi ke toilet meninggalkan Markisa dan Dokter Softexia berdiri.
Mata Markisa memerah menahan tangis setelah kepergian Zac, Markisa menarik tangan Dokter Softexia dan menatapnya dalam.
"Saya ingin menjalankan protokal gegas, dengan perjanjian hitam diatas putih," ujar Markisa yang membuat Dokter Softexia terkejut. "Setelah saya bertanda tangan nanti, pihak medis berhak menyelamatkan bayi saya, walaupun keluarga saya nanti meminta saya yang selamat, apapun yang terjadi nantinya."
•
•
•
TBC
__ADS_1