Pengantin Pengganti Duda Diktator

Pengantin Pengganti Duda Diktator
BAB 28 | Surogasi?


__ADS_3

Setelah selesai dengan urusan dibandara, Zac dan Markisa memilih untuk pulang kerumah mereka mengendarai mobil yang dibawa oleh Milo, sedangkan Milo mengendarai helikopter yang tadi bawa oleh Zac.


Didalam mobil menuju rumah mereka Zac tidak berhenti menggenggam tangan Markisa seolah enggan melepaskan tangan istrinya itu, tak lama kemudian mereka sudah tiba dirumah mereka.


Zac dan Markisa segera turun dari mobil, Markisa hendak berjalan masuk kedalam rumah sebelum Zac menggendongnya secara tiba-tiba dan membawanya masuk kedalam rumah.


Brak!


Suara pintu yang terbanting akibat ditendang oleh Zac membuat Markisa terkaget sedangkan Zac hanya terkekeh atas aksinya.


"Maaf, aku merusak nya," ujar Zac menjawab ekspresi penuh pertanyaan istrinya.


Markisa hanya tersenyum kemudian mengalungkan tangannya di leher Zac dan memberikan senyum yang paling manis dari nya.


"Apa kita bisa melakukan itu?" tanya Zac pada Markisa.


"Kalau aku bilang tidak bagaimana?" tanya Markisa balik pada Zac.


"Kali ini dengan cinta," jawab Zac memohon.


Melihat itu Markisa hanya mengangguk yang membuat Zac tersenyum puas.


Zac mengangkat tubuh Markisa yang tengah mengalungkan tangan dilehernya, Zac melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar dengan Markisa digendongannya, sesampainya didalam kamar, Zac menidurkan Markisa di ranjang.


Zac beralih menindih tubuh Markisa lembut dan menangkup wajahnya begitupun dengan Markisa yang balik menangkup kepala Zac.


Zac mendekatkan wajahnya kepada Markisa sehingga kening mereka berdua kini menyatu, dan dengan satu sentuhan Zac mendapatkan bibirnya pada bibir Markisa.


Zac dan Markisa memejamkan matanya, mereka larut dalam ciuman masing-masing, Markisa mengusap punggung Zac asal sebelum Zac melepas ciumannya.


Zac mengambil posisi duduk dan melepas kemeja yang ia kenakan beserta pakaian bawah-nya, kini dia dalam keadaan full naked, setelah dalam keadaan full naked, Zac beralih melepas pakaian yang dikenakan Markisa sehingga memperlihatkan setiap jengkal tubuh wanita yang berstatus sebagai istrinya itu.


Zac mengusap lembut bagian punggung Markisa sampai ke lehernya sebelum kembali melancarkan ciuman yang membuat keduanya terjatuh diranjang, Zac memperdalam ciumannya sebelum mengangkat tubuh Markisa dan mengarahkan rudalnya tepat di area sensitif istrinya.

__ADS_1


"Aku masukkan yah?" izin Zac perlahan memasukkan rudalnya ke area sensitif Markisa.


Markisa melenguh perlahan, memejamkan matanya sambil menahan sensasi saat Zac memasukkan rudalnya, Zac berhenti sejenak untuk memberikan Markisa adptasi dengan keadaan itu.


Zac ingin memulainya dengan pelan tanpa menyakiti Markisa dan dengan lembut karena dia melakukan ini dengan cinta.


Markisa membuka matanya perlahan dan mendapati wajah suaminya sudah sejengkal darinya, deruan napas dan detakan jantung keduanya menjadi backsound dalam keheningan itu.


Zac belum menggerakkan rudalnya didalam sana, melainkan memberikan ciuman kepada Markisa secara bertubi-tubi untuk memberikan sensasi nikmat dalam menunjang kegiatan olahraga ranjang mereka.


"Aku gerakkan yah?" bisik Zac bertanya pada Markisa.


Markisa mengangguk perlahan sebelum Zac menggerakkan pinggulnya dengan ritme teratur yang membuat lenguhan serta des"ah, lepas dari penjara bibir Markisa.


Untuk mengurangi suara Bising dari ******* Markisa, Zac memilih menciumnya sebagai bentuk bekapan, agar Markisa tidak terlalu berisik dalam melakukan kegiatan mereka.


Zac menggerakkan pinggulnya dengan ritme lambat yang semakin lama semakin cepat, bahkan Tempo yang dilakukan Zac sudah semakin membuat Markisa meracau tidak jelas.


Setelah hampir dua puluh menit, Zac menghentikan gerakan pada pinggulnya dan mengangkat Tubuh Markisa dengan keadaan rudal yang masih tertanam didalam sana, Zac mengangkat Markisa dan menyandarkannya ditembok, keringat kini sudah membasahi rambutnya, ditambah seluruh badannya yang sudah bermandi peluh, menambah gairah yang tercipta dalam permainan suami isteri ini.


Markisa menatap keatas dengan keadaan tubuh terguncang sementara lenguhan demi lengahan sudah tidak terhitung berapa yang lolos dari bibirnya.


Hampir setengah jam dalam posisi itu belum membawa Zac mencapai puncak kenikmatannya sementara Markisa sudah keluar sekali tadi, Zac kembali mengangkat tubuh Markisa dan melepas rudalnya dari dalam sana, Zac membawa Markisa ke ranjang.


Zac menyandarkan punggungnya pada kepala ranjang dan membimbing Markisa untuk naik ke atas nya, Zac kembali memasukkan rudalnya dan membiarkan Markisa melakukan tugas kali ini.


Dengan gaya W*man On T*p, Markisa menggerakkan tubuhnya naik Turun, sementara Zac kini balik mengalungkan tangannya dileher Markisa, Zac mendongakkan kepalanya diatas menikmati setiap gerakan Markisa.


Sudah setengah jam sebelum Zac mengambil alih posisi dan mempercepat gerakan pinggulnya, hingga sampai pada satu titik dimana Zac kembali mendongakkan kepalanya dan menikmati puncak kenikmatan yang terjadi diantara mereka berdua.


Kegiatan itu mereka akhiri dengan ciuman yang panjang dan membersihkan tubuh mereka di kamar mandi.


Setelahnya Zac dan Markisa menghabiskan waktu mereka diranjang, Zac duduk dengan Markisa yang menyandarkan kepalanya di bahu Zac.

__ADS_1


"Ada yang ingin aku katakan," ujar Markisa yang membuat Zac menatap ke arahnya.


"Apa?" tanya Zac menarik tangan Markisa sehingga Markisa kini duduk dipangkuannya.


Zac memeluk Markisa dari belakang dan menaruh kepalanya di pundak Markisa. Markisa bimbang hendak mengatakan hal ini kepada Zac atau tidak.


"Rahimku bermasalah, mungkin aku akan kesulitan untuk hamil, apakah Tuan menerima hal itu?" jawab Markisa bertanya.


"Apakah tidak ada cara mengobatinya?" tanya Zac pada Markisa.


Markisa menunduk perlahan. "Ada tapi akan memakan waktu yang lama, sedangkan Tuan pasti ingin memiliki anak, apakah kita melakukan surogasi saja?"


"Mencari ibu pengganti," lanjut Markisa.


Zac yang mendengar itu mencium pipi Markisa dan semakin mempererat pelukannya. "Tidak perlu ibu pengganti, anak kita pasti akan lahir dari rahimmu, aku mencintaimu, bukan demi anak, aku tidak masalah menunggu, asal selalu bersamamu,"


Mendengar ucapan Zac membuat Markisa tersenyum simpul dan memeluk tangan Zac yang melingkar di pinggangnya.


"Terima kasih, maaf aku mengecewakanmu."


Zac mengambil kepala Markisa dan mengarahkannya agar menatap ke arahnya. "Kau tidak pernah mengecewakanku, kau adalah istri paling pemberani yang pernah aku kenal, dan aku mencintaimu."


Markisa tersenyum kemudian diakhiri dengan ciuman mesra diantara keduanya.


-


TBC


Surogasi adalah proses pembuahan yang dilakukan oleh sel telur istri dan ****** suami dalam rahim lain atau rahim pengganti.


Surogasi kalau dalam agama islam itu hukumnya haram yah kakak-kakak.


Sedikit info dari Author see u next bab!

__ADS_1



__ADS_2