
Dove mendekatkan langkahnya ke arah Tango yang berdiri dengan tatapan bengis, memang benar pria manapun akan mempertanyakan tentang kehamilan sedang hubungan badan terakhir bersama Tango adalah tiga bulan yang lalu.
Namun tidak yang tahu, bahwa Dove memang tidak mendapatkan malam pertamanya namun Tango mendapat bagiannya yang dia sendiri lupa telah melakukannya.
"Kau lupa?" tanya Dove pada Tango yang membuat Tango menatapnya tajam.
Dove membuang muka, wajahnya yang manis berubah dengan tatapan penuh kemarahan, sosok ayah dari anaknya mengatakan ini anak haram.
- Flashback On
Satu bulan yang lalu.
Dove duduk diruang tamu rumahnya bersama Dove, ia baru saja mengambil sesi pemotretan untuk dirinya tadi sore setelah skandalnya mulai meredup, karir modeling Dove sudah kembali berjalan dengan baik.
Dove tengah memilih dan memilah beberapa hal yang dia akan pilih sebagai busana dalam sesi pemotretan, selain itu dia juga menunggu Tango, sudah jam dua pagi dan Tango tak kunjung kembali.
Dok!
Suara gedoran pintu dari rumah membuat Dove berdiri, pintu rumah tersebut terbuat dari kaca yang tidak mudah dipecah, jadi gedoran itu hanya berubah dentingan memekatkan telinga.
Dove menaruh buku yang dia pegang dan berjalan ke pintu, dia membuka pintu tersebut menghasilkan suara decitan dan membuat si pengetuk pintu langsung masuk kedalam rumah.
"Tango?" lirih Dove melihat Tango berjalan sempoyongan dan jatuh ke pelukan Dove.
Dove yang kaget langsung menangkap tubuh Tango yang masih sadar namun dalam keadaan mabuk berat, bau alkohol tercium jelas dari dalam mulutnya, biasanya Tango hanya pulang dan tidak berkata apa-apa, namun kali ini dia pulang dalam keadaan mabuk.
Entah dia tengah depresi atau apa, Dove sendiri tidak tahu. "Kamu mabuk yah?"
Sebuah pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu ditanyakan karena sudah jelas apa jawabannya, Tango tentu tidak menjawab melainkan meracau kacau tidak jelas sembari menyebarkan aroma alkohol yang Dove jelas mengenali aroma anggur dari merek terkenal itu.
Dove menutup pintu rumah dan memapah Tango dengan bersusah payah karena tubuh Tango yang sangat besar dan lebih kekar, Dove memilih membawa Tango masuk kedalam kamar.
__ADS_1
Sebenarnya setelah pernikahan itu mereka berdua memilih pisah kamar dan ranjang, sehingga pernikahan hanyalah status untuk tanggung jawab dari sebuah skandal yang sudah mereka lakukan.
Dritt
Suara pintu kamar yang dibuka Dove seiring ritme napas yang memburu akibat kelelahan memapah tubuh Tango membuat Dove segera melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar.
Dia langsung menidurkan Tango diranjang, Tango masih setengah sadar, meracau tidak jelas dan benar-benar sangat kacau, Dove melepas sepatu dari Tango dan berdiri disamping ranjang.
Dia hendak meninggalkan Tango sebelum Tango menarik tangan nya sehingga ia jatuh ke pelukan Tango, Dove menatap kaget terlebih saat tangan Tango bertindak nakal mengusap area sensitifnya.
"Markisa! Aku mencintaimu," bisik Tango yang membuat Dove menatap kesal.
Bisa-bisanya dia menfantasikan Mantan kekasihnya yang kini berstatus iparnya saat dia sedang mendekap dan meraba tubuh dari Dove.
Dove hendak bangkit kembali namun kembali ditahan oleh Tango yang langsung mencium mesra bibir Dove, Dove yang baru pertama kali mendapatkan perlakuan seperti ini dari suaminya menjadi ikut terangsang dan melupakan perasaan kesalnya.
Tango bangkit dengan keadaan yang masih setengah sadar, dia menarik tubuh Dove dan menidurkannya, ia mulai mencium wajah Dove dari bibir, leher, dada sampai ke area perutnya serta tangan nakalnya mengusap kedua buah yang ada didada Dove.
"Markisa, kau mau kan memberikan keperawananmu untukku?" racau Tango membuka kemeja dan celananya.
Tango mulai melepaskan pakaian dari Dove juga dengan lembut dan cepat yang membuat Dove sendiri bingung kenapa Tango bisa bersikap semanis ini.
"Kau sudah siap Markisa?" tanya Tango kembali berdiri dan melepas pakaian dalamnya.
"Sungguh memalukan, dia bahkan masih mencita-citakan hal itu," gumam Dove saat ia sadar bahwa dirinya sudah dibuat telanjang oleh Tango.
Tango kembali naik keatas ranjang dengan keadaan telanjang juga mengangkat kedua kaki Dove dan melebarkannya sebelum ia mengarahkan miliknya yang berbentuk panjang dan tegak berdiri karena nafsu ke lubang bawah Dove.
Trt!
Dove melenguh sejenak saat batang kejantanan itu masuk sepenuhnya kedalam tubuhnya, ini ibarat malam pertama namun tidak bagi Dove yang sadar bahwa Tango sedang membayangkan ini bersama Markisa.
__ADS_1
"Markisa! Kenapa punyamu begitu menjepit? Aku semakin mencintaimu," bisik Tango menciumi wajah Dove.
Pertahanan Dove pecah, dia menangis sejenak saat suaminya benar-benar membayangkan wanita lain saat melampiaskan hasrat ditubuhnya, sebegitu hinanya kah dia sebagai istri? Sampai memberikan kepuasan saja suaminya harus menjadi wanita lain.
"Ah! Markisa! Ini sangat nikmat!" teriak Tango menggerakkan pinggulnya maju mundur didalam liang Dove.
Dove mengambil bantal dan menutupi wajahnya yang menangis, dia sangat sakit hati atas semua ini, sampai akhirnya Tango sampai pada klimakss-nya dan membuat ia mengeluarkan semua cairan kental miliknya yang menyembur kedalam dinding rahim Dove.
Tango seketika tumbang diatas tubuh Dove, inikah yang dirasakan Markisa saat kekasihnya bercinta dengan wanita lain dulu, benar-benar sebuah karma kehidupan.
Dove hanya bisa menangis dan menyingkirkan tubuh Tango dari dirinya.
- Flashback Off
"Bagaimana sekarang? Kau sudah ingat? Dan kau masih ragu kalau anak dalam kandunganku ini anakmu?" geram Dove menarik kemeja Tango agar lebih mendekat kepadanya.
Tango berusaha mengingat kejadian itu sampai itu semua terbersit dikepalanya bahwa dia benar pernah melakukan itu namun dia kira dia hanya mimpi dan melakukannya bersama Markisa.
"Aku kasihan padamu, kau bahkan mengfantasikan wanita lain saat kau menikmati tubuhku," ujar Dove melepaskan kerah kemeja Tango dan hendak berjalan keluar dari ruangan kerja Markisa.
Tango menahan tangan Dove yang membuat langkah Dove terhenti seiring cengkraman tangan Tango yang membuat rasa sakit dilengan Dove.
"Gugurkan kandunganmu, aku tidak ingin memiliki anak darimu," ujar Tango penuh penekanan.
Dove tersenyum kecut, dia melepas tangannya dan kembali memberikan tamparan telak diwajah suaminya, Tango kembali memalingkan wajahnya, setitik air mata keluar dari bola mata Dove.
"Kau bahkan masih menyebut nama mantan kekasihmu malam itu, dan seenaknya saja kau menyuruhku mengugurkannya setelah kau mengatakan anak ini anak haram? Kalau kau tidak ingin merawatnya tidak perlu, aku tidak butuh pria berstatus suami sepertimu, kau ingin selesai? Okey kalau kau tidak menalakku biar aku yang menggugatmu," jawab Dove kembali berjalan keluar dari ruangan itu.
Markisa yang melihat kejadian itu memilih diam atas apa yang terjadi sedangkan Tango masih berdiri disana menatap kepergian Dove.
•
__ADS_1
TBC