Pengantin Pengganti Duda Diktator

Pengantin Pengganti Duda Diktator
BAB 32 | Kau Salah Ruangan Nona?


__ADS_3

"Aku minta Maaf tentang Mama, ucapannya jangan kau ambil hati, apapun keadaanmu aku akan menerimamu, percaya padaku," ujar Zac saat sampai didepan rumah sakit tempat Markisa bekerja.


Mereka tidak jadi makan siang, Markisa memilih kembali kerumah sakit dengan diantar Zac yang membuat Zac takut Markisa sakit hati.


"Bagaimana kalau Mama menyuruh Tuan menalak aku, karena aku tidak subur?" tanya Markisa sebelum turun dari mobil.


Zac meraih kepala Markisa dan menangkupnya Pelan. "Apapun yang terjadi, aku akan menerima kondisimu! Percaya padaku aku menikahimu karena cinta, dan aku hanya mencintaimu,"


Mendengar kalimat Zac membuat Markisa merasa sedikit tenang, walaupun Markisa terlihat tegar dia hanya wanita biasa yang didalam hatinya merasakan kesedihan atas kata kata mertuanya.


Tapi untungnya Markisa bisa tegar dan memiliki suami Seperti Zac yang membuat Markisa bertahan, fakta lainnya Markisa akhirnya tahu darimana sifat diktator Zac.


Dan Markisa bisa merasakan bahwa tekanan yang dirasakan istri Zac sebelumnya sepenuhnya bukan dari Zac melainkan dari Mama Zac.


Markisa sendiri harus bermain pintar dalam menangani mertuanya itu, Markisa mencium Zac kemudian turun dari mobil setelahnya Zac menjalankan kembali mobilnya menuju kantornya.


Markisa berjalan kembali ke ruangannya setelah selesai melaksanakan makan siang bersama suaminya, namun saat dia berada di depan ruangan, matanya tertuju pada seorang gadis yang sangat dia kenali.


"Lea?" lirih Markisa memastikan bahwa orang yang dia lihat adalah sahabat lamanya. "Apa yang dia lakukan disini!?"


Markisa berjalan mendatangi ruanganbga dan melihat Lea tengah terduduk diranjang rumah sakit yang biasa dipakai para ibu hamil untuk usg, Markisa masuk kedalam sana yang membuat Lea menatapnya dalam.


"Anda salah ruangan Nona? Kamar mayat ada disebalah sana," ujar Lea yang membuat Markisa menggaruk tengkuknya.


"Lea? Kamu gak ingat aku?" tanya Markisa pada Lea namun yang dia dapatkan hanya wajah cengo dari Lea.


"Kamu budeg yah?" tanya Markisa sekali lagi yang membuat Lea tidak bergeming.


"Ngomong apaan sih?" tanya Lea kebingungan. "Oh bentar,"


Lea mengambil alat bantu dengar miliknya yang ada dinakas, kemudian memakainya yang membuat Markisa hanya menautkan kedua alisnya.


"Nah tadi ngomong apa?" tanya Lea sekali lagi yang membuat Markisa mengelus dagunya kesal.


"Kamu Lea kan? Aku Markisa, Mar Ki Sa!" teriak Markisa yang membuat Lea tersentak.

__ADS_1


"Santai bos! Aku denger kok," jawab Lea menodong Markisa dengan tangannya.  "Iya aku Lea, Leana Dicaprio, kakak siapa yah?"


"Aku Markisa, Kakak angkatanmu dulu, masa kamu lupa,"  jawab Markisa yang membuat Lea berpikir sejenak.


Lea menaruh tangannya di pipi berpikir sejenak bagaimana bisa dia pernah mempunyai kakak angkatan berjenis buah-buahan, Lea sudah setengah mati mengingat dan akhirnya mengingat bahwa Markisa adalah kakak angkatannya dulu.


"Kak Markisa? Ah ... siapa yah?" ujar Lea yang membuat Markisa tidak habis pikir. "Canda kok,"


Lea berdiri dari ranjangnya dan berjalan ke arah Markisa kemudian memeluk kakak angkatannya itu untuk melepas rindu, Markisa membalas pelukan Lea, Markisa ingat betul bahwa Lea memiliki penyakit labil somplak syndrome, yang tidak akan pernah bisa serius.


Dan yang menjadi pertanyaan Markisa adalah kenapa Lea bisa ada dirumah sakit ini dengan alat bantu dengar.


"Kamu ngapain disini?" tanya Markisa pada Lea.


Lea duduk ditepi ranjang dan merenggangkan badannya. "Panjang, Novel Terpaksa Menikahi Tuan Sagu aja lewat,"


"Serius," Markisa memandang Lea dengan tatapan serius yang membuat Lea cengengesan dihadapan Markisa.


"Jadi ceritanya tuh gini, aku kena ledakan bom, terus aku jadi budeg gini, untung aja aku gak ninggal kak, kalau ninggal kan novelku ga bakal jalan," jawab Lea yang membuat Markisa berjalan ke arah mejanya yang biasa dia duduki.


"Yah terus gitulah, lah kakak sendiri ngapain disini? Kakak udah nikah yah?" tanya Lea berjalan ke arah Markisa dan duduk dimeja kerja Markisa.


"Udah," jawab Markisa memangku kedua tangannya menatap Lea serius. "Mau liat fotonya gak,"


Lea mengangguk membuat Markisa mengambil sebuah foto dari laci meja kerjanya, yaitu foto dari Zac suaminya.


"Gimana?"


"Ganteng banget bund, seriusan suami kakak," tanya Lea pada Markisa.


Markisa mengangguk kemudian membuat Lea mengembalikan foto tersebut. "Kamu udah punya suami?"


"Belum! Tapi lagi dikejar sama orang gila," jawab Lea melipat kedua tangannya.


"Siapa?" tanya Markisa pada Lea.

__ADS_1


"Ada deh, namanya Gilbert Smith, dia itu angkuh, Arogant, agak bau badan dikit, tapi gak bantinglah di ajak kondangan, gara-gara inilah aku jadi koma dan budeg begini," jawab Lea pada Markisa. "Akutuh udah jelasin kalau aku cewek baik-baik tapi  dia malah bilang kalau aku kebanyakan nonton mamah dedeh, kepolosanku sangat dipertaruhkan,"


Mendengar itu membuat Markisa sedikit menahan tawanya, sementara Lea masih kesal dan menceritakan tentang dirinya.


"Kakak boleh nanya gak?" tanya Markisa yang disambut anggukan dari Lea. "Kamu ngapain disini?"


"Lah aku yang harusnya nanya kakak ngapa-" Kalimat Lea terhenti saat Markisa mengeluarkan nametagnya dan menaruhnya diatas meja.


"Jadi?" Lea menautkan alisnya bingung.


Markisa melirik pintu keluar yang diatasnya tertera bahwa ini adalah bagian poli-kandungan, ruangan Markisa Adena Mourt, seketika pipi Lea memerah menahan malu.


"Kamu gak baca dulu sebelum masuk? Untung kamu gak nyasar di kamar mayat, atau mau kesana, kamar mayat ada disana," jawab Markisa menunjuk lokasi kamar Mayat.


Lea segera berdiri dan berpikir bagaimana dia bisa salah ruangan seperti ini, apakah dampak dari budeg membuatnya amnesia, apakah dia akan melupakan ingatannya tentang film-film psycopath yang sudah dia nonton.


"Mau aku antar pulang?" tanya Markisa pada Lea yang membuat Lea menggeleng.


"Aku bisa ke ruanganku, sendiri, yaudah aku pergi dulu, sampai jumpa lagi kak," ujar Lea memeluk Markisa dan berjalan keluar dari ruangan Markisa.


Markisa yang melihat itu hanya tersenyum geli sebelum seorang Suster yang bernama Bakmi masuk membawa hasil lab pemeriksaan dari rahim Markisa.


Markisa memang sempat memeriksakan kondisi rahimnya kepada dokter obg khusus untuk mengetahui presentasi berapa dan berapa persen kemungkinan dia bisa hamil.


Markisa berterima kasih dan membuka hasil lab tersebut, air mukanya berubah seketika membaca hasil lab tersebut, wajah teduhnya berubah gusar seketika.


"Apa yang aku katakan pada Tuan Zac nanti?" batin Markisa gusar pasalnya dia takut Zac akan bosan karena tidak bisa diberi keturunan oleh Markisa.



TBC


Leana Dicaprio adalah Karakter dari Novel Budakku Mr Mafia karya Author Kiss, Part ini adalah Part Kolaborasi antara Author Ridz dan Author Kiss.


Betewe kalian mau Markisa hamil gak?

__ADS_1


__ADS_2