Pengantin Pengganti Duda Diktator

Pengantin Pengganti Duda Diktator
BAB 102 | Tak Bertepi Pandang


__ADS_3

Zac lemas terduduk dilantai, Milo, Dove dan Dairy melepas pelukan mereka sementara Tango dan Toppoki hanya bisa menatap iba mereka semua.


Keadaan sedang simpang siur dan dunia seakan berhenti berputar mana kala mereka dipermainkan oleh takdir, suara pintu terbuka membuat sosok Dokter Softexia keluar dari ruangan tersebut bersama dua orang suster yang langsung membawa Baby Z untuk menangani penanganan intensif.


"Zac? Bayimu sudah lahir dia adalah anak perempuan namun kini keadaannya sedang tidak stabil dan membutuhkan alat pernapasan yang membantunya bernapas, sedangkan Markisa-"


Zac berdiri bersama Milo, Dove dan Dairy, mereka semua menatap dalam Dokter Softexia yang menggantung ucapannya saat itu juga yang membuat semua mata tertuju padanya.


"Markisa kenapa?" tanya Zac dengan berurai air mata.


Dokter Softexia tidak menjawab, setetes air mata juga turun dari pipinya apakah dia harus mengatakan yang sebenarnya kepada Zac tapi kuatkah Zac menerima fakta ini?


"Adik saya kenapa?" tanya Milo datar yang membuat Dokter Softexia menghela napas panjang.


"Saya harap kalian bisa menerima fakta ini, Markisa tidak sadarkan diri dalam prosesi operasi tersebut tidak dilakukan karena sudah terlambat sehingga jalur normal ditempuh, Markisa sempat kembali sadar, dia kehabisan napas saat mengejan dan kini dia sudah menghadap Tuhan, saya turut berduka cita,"


Deg!

__ADS_1


Seketika gelap bagi Zac, dia bagaikan disambar petir dan ditusuk jarum seribu, bahkan kini dia hanya keluh dengan mata membulat dan pandangan kosong tak bertepi pandang.


"Markisa!" teriak Milo yang tidak menerima kenyataan bahwa kini adiknya sudah tiada.


Dove dan Dairy lebur dilantai dengan air mata mereka, mereka kehilangan sosok Markisa yang kuat, kini mereka hanya bisa membawa nama, sosok Markisa sudah tidak ada.


"Gak mungkin! Adik saya masih hidup!" teriak Milo memukul tembok rumah sakit tersebut.


Dove berjalan memeluk Milo guna menenangkan kakaknya itu, Dokter Softexia berjalan masuk kembali ke ruangan persalinan tersebut, Zac terdiam dalam posisinya yang tak berkedip menatap koridor tersebut, terlalu tak bertepi pandang, kini dia hanya bisa menjerit dalam hatinya.


Zac berjalan masuk ke dalam ruangan persalinan Markisa, dia menatap tubuh Markisa yang kini sudah tidak bernyawa, air matanya turun, wajah teduh Markisa yang sudah tidak menahan sakit, inilah bukti pengorbanan Markisa selama ini untuk bayinya.


Milo, Dove dan Dairy serta Tango dan Toppoki masuk menyusul Zac dan mendapati Markisa sudah dalam keadaan tidak bernyawa, miris rasanya, seorang ibu yang berkorban demi kelahiran anaknya kini sudah menghadap Tuhan.


"Sayang? Aku bodoh!" bisik Zac menggenggam erat tangan Markisa. "AKU BODOH!"


"Kau tidak adil! Kau tidak adil! Kenapa kau meninggalkan, dulu sewaktu di ruangan pendingin kau melarang ku pergi, sekarang kau yang meninggalkanku, aku membencimu! Bangun! Aku membencimu!" teriak Zac kesal dan menangis di dada Markisa.

__ADS_1


Dove dan Dairy menutup mulut mereka menahan tangis di pelukan suami masing-masing, kini Zac hanya bisa menerima segala nasib dalam hidupnya, Zac mengusap rambut Markisa, dia belum siap kehilangan istrinya.


Namun takdir berkata lain, Tuhan membuatnya hancur sekarang, Zac hanya bisa diam, menangis dalam renungan takdir.


Zac menerima fakta terburuk dari segala Fakta yang pernah dia terima, Tuhan sedang mengujinya atau bagaimana, kata orang ketika seorang pria menangis karena kehilangan cintanya berarti dia benar-benar berada dalam titik terendahnya.


Zac berada dalam posisi yang sulit sekarang, posisi hancur dan mempertahankan diri, dia hanya bisa menatap kosong tanpa hirauan. Isak tangis yang lain terdengar pilu sedangkan Zac memilih menangis tanpa suara. kabar burung macam apa dan entah bagaimana dosanya di masa lalu sehingga kini Zac dibuat dalam posisi yang benar-benar sulit.


Zac menghela napas panjang dengan wajah yang sudah berurai air mata, bagaimana lagi dia akan menghadapi takdirnya.


Ada satu lagi hati yang patah.




__ADS_1


TBC


__ADS_2