
Jangan lupa tinggalkan Like dan Komentar agar Author semakin semangat Update.
•
Markisa dan Dove masih berdiri dengan tatapan kaget mereka, seperti dugaan sebelumnya, bahwa Indomietha terlibat dalam masalah ini, namun yang menjadi pertanyaan terbesar bagi mereka berdua apa alasan dan motif dalam melakukan ini.
"Kau mantan istri kedua Mas Zac kan?" tanya Markisa yang membuat Indomietha membuang muka.
Indomietha terdiam, dia tidak menjawab sedang kedua tangannya dalam cengkraman Vanish dan Soklin. Dove yang kesal menarik tangan Indomietha dan menyentaknya.
"Adikku, bertanya, kau harus menjawabnya!" geram Dove yang membuat Indomietha mengangkat kepalanya.
"I-iya aku mantan istri Zac," jawab Indomietha yang membuat Markisa dan Dove semakin mendapatkan titik terang dalam masalah yang mereka hadapi.
"Aku ingin bertanya sesuatu, dan kau harus menjawabnya, aku tidak akan menyakitimu, jika kau bisa diajak bekerjasama," Markisa mendorong Indomietha duduk dikursi tepi koridor.
Indomietha yang memiliki tubuh rada tinggi itu langsung jatuh dengan keadaan terduduk di kursi tersebut sedangkan Markisa melipat kedua tangannya dan menatap tajam Indomietha.
"Apa kau yang melakukan ini semua?" tanya Markisa yang membuat Indomietha kembali terdiam.
"Ah aku tidak tahu," jawab Indomietha.
"Aku hanya butuh kau menjawab YA atau TIDAK! Nona! Angkat kepalamu, aku ingin melihat wajahmu," Markisa menarik dagu Indomietha yang membuat Indomietha kini dalam kondisi kepala terangkat.
__ADS_1
"Dengarkan aku baik-baik, ini akan terdengar mudah kalau kau berterus terang, apakah kau yang melakukan semua ini?" tanya Markisa sekali lagi dengan nada penuh penekanan.
"Tapi-"
"Aku hanya perlu kau menjawab YA atau TIDAK," potong Markisa yang membuat Indomietha gugup.
Indomietha terdiam dengan meremas ujung sweater hitamnya, tidak pernah terbayang olehnya akan berakhir dalam momen penekanan dengan orang sepintar dan secerdik Markisa.
"Ya! Aku yang melakukannya," jawab Indomietha yang membuat Markisa membuang muka.
Dove yang mendengar itu merasa geram kemudian melipat kedua tangannya sebelum derap langkah kakinya terdengar saat ia berjalan ke arah Indomietha.
"Kau tahu, biasanya aku akan langsung menghajar wanita sepertimu, tapi dengarkan ini baik-baik, Markisa mungkin bisa sabar tapi aku tidak, jadi jawab pertanyaan ini dengan baik," bisik Dove merangkul bahu Indomietha.
Indomietha tidak menjawab, sedangkan Dove yang tidak sabaran langsung mencengkram bahu Indomietha pelan, mengode-nya untuk segera menjawab pertanyaannya.
"Aku-"
"Aku tidak butuh penjelasan panjang kali lebarmu! Jawab secara gamblang dan kita anggap urusan kali ini selesai," potong Dove kesal.
Markisa, Vanish dan Soklin berdiri dihadapan Indomietha dan Dove dengan rasa penasaran menanti ada kebenaran apa dalam persengkokolan ini sebenarnya.
"Tapasya! Aku melakukannya berdua dengan Tapasya," jawab Indomietha gemetar.
__ADS_1
"Sudah kuduga," lirih Dove mengatur napas kesal.
Markisa membuang mukanya karena lelah mengetahui semua jawaban yang ia dapatkan, tidak disangka bahwa Tapasya merupakan sosok tersangka utama dalam kejadian ini, entah apa motifnya Markisa dan Dove sendiri masih belum tau pasti.
Krit! Indomietha terjatuh tak sadarkan diri dilantai setelah Dove dengan sengaja membuatnya pingsan, Soklin dan Vanish segera memapah tubuh Indomietha sedangkan Dove berdiri dihadapan Markisa.
"Sekarang apa?" tanya Dove pada Markisa.
"Temui Tapasya dan kita selesaikan masalah nya," jawab Markisa yang membuat Dove mengangguk.
Dove langsung berjalan keluar untuk menyiapkan mobil namun Markisa segera menahan tangannya. "Jika kita datang keadaan begini, kita tidak akan menghasilkan apa-apa,"
"Jadi?"
"Kita harus datang dengan rencana besar, mendekatlah," Dove mendekatkan telinganya kepada Markisa yang membuat Markisa segera memberitahu rencananya.
"Kau yakin?" tanya Dove mengetahui rencana Markisa.
"Ibarat Penipu Yang Tertipu," jawab Markisa tersenyum lebar yang membuat Dove ikut tersenyum.
•
TBC
__ADS_1