
"Tuan Milo?"
"Tuan Milo?"
"Tuan? Anda tidak apa-apa?"
"Tuan?"
"Ah iya? Ada apa?"
Milo tersentak dari lamunannya mana kala suara asistennya memanggil namanya pelan, pagi ini Milo sudah mulai kembali bekerja dikantornya setelah semalam ia mengalami kegagalan dalam pernikahan yang membuat pikirannya sibuk menerawang jauh, delusi dari semua kejadian ini.
Matanya menerawang jauh dalam lamunannya, dia masalah menyalahkan dirinya sendiri serta keadaan yang membuatnya begini, dia berada dalam Zona keterpurukannya sehingga kini fokusnya buyar terganggu.
"Maaf Tuan, ada Meeting sekarang," ujar Asisten Milo yang membuat Milo menatapnya sekilas.
"Batalkan," jawab Milo singkat. "Saya butuh waktu sendiri sekarang,"
"Tapi ini Tender 70M yang direncanakan untuk pembuatan teknologi baru, tidak bisa dibatalkan, lagipula investornya sudah jauh datang dari Paris kesini Tuan," Jelas Asisten Milo dengan nada pelan.
"Siapa Investornya?" tanya Milo melepas kacamatanya dan menatap tajam asistennya.
"Baby Boss Apple, Tuan," jawab Asisten Milo.
"Batalkan!" Milo menghela napas panjang.
__ADS_1
"T-tapi,"
"Kalau sudah kubilang batalkan, yah batalkan!" bentak Milo menggebrak meja membuat Asistennya tersentak. "Sekarang, keluar dari ruangan saya, kabari Baby Boss bahwa saya tidak akan memenuhi meeting hari ini."
Asisten Milo mengangguk kemudian berjalan keluar dari ruangan Milo, meninggalkan Milo yang tengah memijit keningnya pusing, memang dalam keadaan begini batin serta keadaan mental Milo benar-benar terguncang, terlebih dia belum lama sadar dari komanya dulu.
"Apa yang harus aku katakan pada Baby Boss?" batin Asisten Milo panik.
Asisten Milo berjalan menuju ruangan meeting dimana Baby Boss dan suaminya Daddy Boss sudah menunggu, mereka berdua adalah pasangan suami istri yang mengembangkan alatan canggih, mereka berdua bernama Apple dan Android, mereka datang ke denmark untuk urusan kerja bersama Milo, namun tampaknya mereka akan kecewa.
Asisten Milo masuk ke dalam ruangan meeting tersebut. "Permisi."
Apple dan Android yang merupakan klien Milo mengangkat kepalanya dan menatap Asisten dari Milo, Asisten dari Milo masuk dengan langkah pelan dan sedikit ragu bersiap menerima imbas dari penolakan Milo.
"Dimana Tuan Milo?" tanya Android merapihkan jas-nya sedangkan istrinya Apple hanya diam dalam duduknya.
Mendengar penjelasan seperti itu sontak membuat Android dan Apple membulatkan mata sempurna, mereka sudah jauh-jauh terbang dari paris ke denmark hanya untuk sebuah meeting dan Milo membatalkannya secara sepihak.
"Apa maksud kalian?" protes Android yang kesal dan keputusan sepihak ini.
Apple yang mengetahui bahwa Android suaminya itu gampang tersulut emosi segera bangkit dan menepuk bahu Android, ini bukan pertama kalinya perusahaan mereka menjalin kerjasama dan kalau sudah begini sudah dipastikan ada sesuatu yang terjadi pada Milo.
"Baiklah kalau begitu, mungkin proyek kali ini kita batalkan saja," ujar Apple menarik tangan Android keluar dari sana.
Sebenarnya Asisten Milo tidak enak kepada Android dan Apple yang merupakan investor terbesar mereka, namun mau bagaimana lagi, keputusan Milo tidak bisa diganggu gugat sedang Asisten Milo hanya bisa tersenyum dengan jutaan permohonan maaf.
__ADS_1
Sementara itu dikoridor kantor Milo, tanpa Tapasya yang berjalan tergesa-gesa menuju ruangan Milo. Dia ingin menemui kekasihnya itu untuk sekedar memberikan penjelasan.
Tapasya tampak memakai dress putih miliknya dengan tas yang biasa dia pakai dia masuk ke dalam ruangan Milo tanpa mengetuk pintu, Milo yang sedang uring-uringan didalam ruangannya seketika tersentak akibat Tapasya.
"Milo!" teriak Tapasya yang membuat Milo bangkit dan menatap Tapasya tajam.
"Mau apa kau disini?" tanya Milo membuang muka enggan menatap wajah Tapasya.
Tapasya terdiam. Ia berjalan ke arah Milo dia hendak menggenggam tangan Milo sebelum Milo menepis tangan Tapasya yang membuat Tapasya kaget.
"Ada apa kau kesini? Aku tengah sibuk," ujar Milo yang membuat hati Tapasya remuk atas perlakukannya.
Milo tidak pernah sekalipun bersikap kasar padanya sedangkan kali ini Milo sangat dingin seolah enggan bertemu dengan Tapasya.
"Kau marah padaku?" tanya Tapasya menahan tangisnya.
"Tidak, aku hanya tidak ingin bertemu denganmu sekarang," jawab Milo hendak berjalan meninggalkan Tapasya.
Tapasya menahan tangan Milo, ia menatap Milo dengan tatapan sendu sejenak. "Bisakah kau mendengarkan penjelasan ku? Sekali ini saja,"
Milo menepis tangan Tapasya kemudian menyentaknya kasar. "Kita sudah selesai."
•
•
__ADS_1
•
TBC