
Jangan lupa Tinggalkan Like agar Author semakin semangat Update :)
"Siapa saja yang memiliki accescard atas ruangan kak Milo?" tanya Markisa yang membuat Asisten Ultramilk berpikir sejenak.
"Nyonya Tapasya, Aku dan Tuan Milo sendiri," jawab Ultramilk pada Markisa.
"Siapa saja yang dari ruangan kak Milo sebelum suamiku ehm maksudku Tuan Rich," tanya Markisa kembali yang membuat Asisten Ultramilk tampak mengingat sesuatu.
Asisten Ultramilk menggeleng, dia tidak tahu dan tidak merasa bahwa ada orang lain yang masuk kedalam ruangan tersebut melainkan Milo sendiri.
"Tidak ada, tapi sewaktu Tuan Rich datang, dia sempat bertemu dengan beberapa menit sebelum teriak Nyonya Tapasya yang membuat seluruh penghuni lantai tiga berkumpul," jawab Asisten Ultramilk.
Markisa dan Dove mengangguk perlahan kemudian berjalan meninggalkan Asisten Ultramilk diruangan itu, mereka berdua berjalan menuju ruangan Milo yang sama sekali belum dibersihkan.
Markisa dan Dove melipat kedua tangan mereka didalam ruangan itu, memperhatikan sekeliling berusaha mencari barang bukti yang tidak memberatkan Zac dan tertuju langsung kepada pelakunya.
"Kau tahu apa yang aku pikirkan, Markisa?" tanya Dove yang membuat Markisa menatap ke arah Dove.
"Apa?" tanya Markisa duduk dimeja kerja Milo.
"Pelakunya adalah orang yang sangat bodoh dan pihak kepolisian disini juga tidak cerdas, kau lihat tongkat baseball disana?" Dove melirik sebuah tongkat baseball dengan bercak darah disudut ruangan tersebut.
__ADS_1
Markisa mengikuti lirikan mata Dove dan langsung berjalan ke arah tongkat baseball itu yang tidak asing baginya, Markisa berusaha mengingat-ingat.
"Jika kau tanya aku, itu mirip dengan kepunyaan Zac yang dia pakai untuk mengajar suamiku ehm maksudku Tango," ujar Dove yang membuat Markisa membulatkan mata sempurna.
Markisa kembali mengecek tongkat baseball tersebut yang sangat mirip dengan kepunyaan Zac namun Markisa mengingat sesuatu.
"Ini bukan milik suamiku, milik Mas Zac memiliki tanda tangan dari Aaroon, dan asli yang dia beli dalam pelelangan dua belas milyar, Tongkat baseball ini jelas tiruan untuk semakin menyudutkan suamiku," jawab Markisa yang membuat Dove melipat kedua tangannya.
"Wow! Dia membelinya dengan harga dua belas milyar dan tadi pagi dia menggunakannya untuk membuat babak belur suami orang," Dove menatap Markisa yang membuat Markisa tersenyum kecut.
"Makanya, berusahalah membuat suamimu bertekuk lutut sehingga dia tidak akan dihajar b oleh suamiku," jawab Markisa memegang pundak Dove dan kembali memperhatikan ruangan lain.
"Disaat seperti ini kita masih sempat membahas tentang suami masing-masing," kelakar Dove yang berusaha mengurangi suasana tegang disana.
[Apa? Kalian berhasil menangkapnya? Tahan orangnya disana]
Markisa mematikan teleponnya sepihak saat mendengarkan kabar bahwa Vanish dan Soklin berhasil menangkap sosok misterius yang berusaha kembali membunuh Milo.
"Kak Dove, ayo sekarang kita kerumah sakit," ajak Markisa yang membuat Dove bergegas menyusul Markisa keluar dari ruangan Milo.
Dove dan Markisa berjalan keluar dari area perkantoran tersebut tanpa memberitahu Asisten Ultramilk terlebih dahulu, mereka segera naik ke mobil dan kali ini Markisa yang memilih menyetir.
__ADS_1
Markisa mengambil posisi terbaik kemudian mempercepat laju kendaraannya menerobos lalu lintas yang ada, dia kali ini harus benar-benar kembali ke rumah sakit dan menemui sosok misterius tersebut.
Tak butuh waktu lama, Markisa dan Dove sudah sampai di rumah sakit yang sama tempat Markisa bekerja, Markisa dan Dove turun dari dalam mobil namun sewaktu Markisa ingin berdiri ia merasakan sedikit nyeri pada perutnya.
"Markisa? Kau tidak apa-apa?" tanya Dove pada Markisa.
"A-aku tidak apa-apa? Ayo masuk," jawab Markisa sedikit meringis.
Disatu sisi Markisa khawatir dengan kondisi kehamilannya yang masih terlalu rawan, Markisa takut jika terjadi apa-apa pada kandungannya, namun tekadnya untuk membuktikan bahwa suaminya tidak salah memperkuat keyakinan nya.
Markisa dan Dove berjalan melewati koridor rumah sakit sampai ke ruangan rawat Milo dan menjumpai Vanish serta Soklin disana.
"Dimana orangnya?" tanya Markisa.
Soklin berjalan membawa seorang wanita berpakaian hitam dan langsung melepas masker wajah wanita tersebut dan membuat Dove serta Markisa membulatkan mata sempurna.
"Indomie?"
•
TBC
__ADS_1
Markisa