Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
01


__ADS_3

Disebuah desa kecil, seorang gadis remaja sedang berlari kecil di pinggiran sawah,ia harus cepat karena sebentar lagi bel sekolah akan berbunyi,ia terlambat bukan karena bangun kesiangan, tapi karena harus membantu sang nenek tercinta membuat beberapa jenis makanan yang akan ia bawa kesekolah untuk ia jual, dengan cara menitipkan makanan tersebut di kantin sekolah tempat ia menuntut ilmu


Setiap pagi ia harus berjalan sekitar 20 menit menuju sekolah nya, dan disore hari ia juga menjadi seorang santri disalah satu pondok pesantren didesa tersebut,lagi" ia juga membawa beberapa jenis makanan untuk ia titipkan di kantin ponpes tempat ia menuntut ilmu agama, dan ia akan pulang esok setelah melakukan Shalat subuh berjamaah di ponpes yang berjarak sekitar 3 km dari gubuk sederhana milik nenek nya tersebut


Dialah remaja cantik, ceria,cerdas yang bernama Salsabila Aulia,remaja piatu yang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu,dan kini ia juga harus rela jauh dari sang ayah yang harus bekerja dikota besar demi mendapatkan rupiah untuk biaya hidup sang putri tercintanya


Salsabila Aulia,remaja 14 tahun, duduk di bangku kelas 8 sekolah menengah pertama, ibunya meninggal setelah melahirkan dirinya,ia diasuh oleh sang nenek yang memang sangat menyayangi nya bak seorang ibu, ayah nya terpaksa mengirimkan nya kedesa karena tidak ada yang mengasuhnya dikota ketika ayah nya harus berangkat bekerja


Walaupun demikian remaja cantik tersebut tidak pernah menunjukkan wajah sedih nya dihadapan siapapun kecuali dihadapan Tuhan nya saat ia memanjatkan Doa untuk kedua orang tuanya dan sang nenek,ia selalu berwajah ceria walaupun tanpa ibu dan bertemu dengan ayahnya hanya setahun sekali saat libur lebaran


Ia selalu bersyukur masih diberi nenek dan ayah yang sangat menyayangi dirinya, terlihat dari sang ayah yang selalu rutin setiap beberapa bulan sekali mengirimkan dirinya beberapa pakaian muslimah yang ia tau harganya tidak murah, walaupun bukan barang branded, tapi sang ayah selalu menunjukkan ingin memberikan yang terbaik untuk sang putri


Setiap bulan ayah nya akan mengirimkan ia uang belanja, membuat remaja cantik tersebut tidak pernah merasakan kekurangan,ia dan sang nenek membuat kueh karena hobi dan hanya untuk tambahan uang jajan saja, jadi uang jajan yang sang ayah kirim setiap bulan bisa ia tabung


" Bila...." panggil seorang remaja cantik yang tak lain adalah sahabat terdekat nya sejak kecil, remaja yang dikenal dengan nama Widia tersebut ,anak pak kepala desa dan bisa dikatakan orang paling terpandang didesa tersebut, karena mereka memiliki sawah dan kebun yang sangat luas


" Assalamualaikum Widia.." Sapa remaja cantik yang selalu dipanggil bila tersebut,tak lupa dengan senyuman indahnya seindah mentari pagi didesa yang masih sangat asri tersebut, senyuman yang selalu menyejukkan hati


" Waalaikum salam Besty...." jawab Widia ceria dan langsung merangkul pundak sang sahabat, mereka kembali melanjutkan langkah memasuki gerbang sederhana sekolah ala pedesaan tersebut


" Kok tumben kamu telat? bukan nya tadi setelah Shalat subuh kamu langsung pulang dari pondok?" tanya Widia karena sangat jarang sahabat cantik nya tersebut datang diwaktu yang sudah mepet seperti hari ini


" Ia.. tadi aku harus lanjutin buat kueh-kueh ini, nenek sedang kurang enak badan,aku ga tega liat nenek ngerjain sendiri" jawab Salsabila menjelaskan pada sang sahabat


" Nenek sakit..? kenapa semalam waktu kita di pondok kamu ga bilang ke aku? harusnya kan tadi setelah subuh aku ikutan ke rumah kamu buat bantuin kamu" omel Widia pada Salsabila,ya mereka memang sangat dekat dan Widia sangat menyayangi Salsabila, begitu pula dengan Salsabila


Kedua orang tua Widia juga sangat menyayangi dan mengagumi remaja cantik tersebut, mereka sangat ingin menjodohkan Salsabila dengan putra pertama mereka yang kini melanjutkan sekolah menengah disalah satu pondok pesantren tersohor di kota yang tak terlalu jauh dari desa tersebut


" Kemaren sore pas aku berangkat ke pondok nenek masih baik-baik aja sayang..." jawab Salsabila seraya tersenyum


" Oh..kirain kamu mau main rahasia-rahasia an sama aku" jawab Widia sok sensitif


" Oya bila kamu tau gak..? kabarnya cucu Abi yang dari kota mau dateng loh ke pondok kita,trus kabarnya orang nya cakep banget dan juga Alim" cerita Widia semangat


" Aku ga terlalu tau sih, tadi setelah Shalat subuh aku dengar sih sekilas gitu, tapi karena aku buru-buru harus pulang jadinya aku ga terlalu serius dengar nya,kamu tau dari siapa?" tanya Salsabila pada Widia


" Ya denger di pondok aja tadi pagi sebelum aku pulang, jadi penasaran deh gimana wajah nya" ucap Widia seraya tersenyum genit membayangkan cucu sang Aby , membuat Salsabila menggeleng melihat tingkah sahabatnya tersebut


Mereka sudah tiba di kantin, Salsabila Langsung meletakkan semua cemilan yang akan ia titipkan, setelah melaporkan pada ibuk kantin, kedua ramaja cantik tersebut langsung meninggalkan kantin dan menuju kelas mereka karena bel sudah berbunyi

__ADS_1


Keduanya sampai di kelas mereka bertepatan dengan sang guru yang juga akan memasuki kelas tersebut, tanpa adanya obrolan lagi mereka langsung memulai pelajaran pertama mereka dengan sangat serius, terlebih hanya tinggal beberapa Minggu lagi mereka akan mengikuti ujian kenaikan kelas 9


Waktu berlalu terasa begitu cepat, tanpa terasa bel istirahat telah berbunyi menandakan semua murid dipersilahkan untuk istirahat, seperti biasanya bila dan Widia serta beberapa teman lainnya menuju kantin, sekedar untuk makan, ngemil atau cuma minum


Beberapa kantin sederhana tersedia di sekolah tersebut, dengan aneka menu jajanan pasar yang juga sederhana khas makanan anak pedesaan dengan perekonomian yang rata-rata terbatas, namun semua itu bukan sesuatu yang memalukan bagi mereka, hidup sederhana sudah mendarah daging untuk orang-orang yang tinggal di pedesaan


Setelah selesai dari kantin mereka kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya,dan setelah nya mereka akan kembali ke kediaman mereka masing-masing,serta melakukan kegiatan membantu keluarga mereka,ada yang kesawah,kebun atau membantu berjualan di tempat wisata yang terdapat di desa mereka


Desa mereka terletak di salah satu kaki gunung di ujung Indonesia, banyak para wisatawan yang berkunjung kedesa mereka, sekedar menikmati indahnya wisata alam yang terbilang masih sangat terjaga dan alami,desa tersebut juga terkenal dengan desanya para santri, sehingga terdapat beberapa peraturan untuk setiap wisatawan yang berkunjung kedesa indah tersebut


Tak jauh berbeda dengan anak-anak lainnya, Salsabila juga sangat senang berjualan di beberapa tempat wisata di desanya tersebut, tapi ia melakukan nya hanya setiap hari Sabtu dan Minggu, sebenarnya sang nenek selalu melarang nya, tapi ia bersikeras untuk berjualan


Dengan alasan ingin menabung lebih banyak lagi, karena ia ingin mewujudkan cita-cita nya menjadi seorang dokter, agar kelak bisa menolong orang-orang miskin didesa nya jika mereka sakit,sang nenek khawatir jika cucu sematawayang nya digoda oleh pria wisatawan, karena tak dapat di pungkiri, Salsabila memiliki wajah yang nyaris sempurna, postur tubuh yang proporsional,walaupun ia tidak pernah melakukan perawatan layaknya remaja lainnya


Akan tetapi Salsabila selalu berjanji dan meyakinkan sang nenek dengan ia selalu menutup sebagian wajahnya dengan menggunakan masker dan sang nenek tidak dapat menolak keinginan cucu kesayangan nya tersebut, terlebih Widia juga selalu menemani Salsabila


Setelah menempuh perjalanan dari sekolah menuju rumah nya, akhirnya Salsabila tiba dirumah sederhana, tempat ia dibesarkan oleh sang nenek dengan penuh kasih sayang



" Assalamualaikum... nenek....Bila pulang" ucap nya ceria


" Siap nenek..." jawab nya dari dalam rumah,ia memang anak yang penurut sejak kecil, sehingga nenek nya tidak pernah merasa kerepotan merawatnya sejak bayi hingga kini berusia 14 tahun,selain penurut ia juga anak yang sangat cerdas dan rajin, serta pantang menyerah sebelum ia mencoba dan membuktikan bahwa dirinya memang tidak mampu


" Nenek ngapain...? kenapa malah ngupasin kelapa? nenek itu butuh istirahat,ini biar Billa yang kerjain" ucap nya seraya meraih parang dari tangan sang nenek


" Alhamdulillah nenek udah baikan kok, tadi pagi itu cuma masuk angin makanya sesak, abis minum obat dan Air jahe hangat langsung enakan,kamu ga perlu khawatir, yang harus istirahat itu kamu sayang... nanti malam kamu juga harus ngaji" ucap sang nenek lembut untuk mengurangi rasa khawatir sang cucu


" Billa itu masih muda nek, masih stroong, kalau cuma begadang sampai jam sebelasan insyaallah masih sanggup banget nek, tapi kalau nenek sakit Billa sedih loh" jawab nya tersenyum manis


" Kamu memang cucu terbaik nenek yang Tuhan kirimkan untuk menemani masa tua nenek, nenek sangat bahagia ada kamu yang menemani nenek di sisa hidup nenek ini,satu pesan nenek apapun yang terjadi dalam hidup mu kedepannya nanti, jangan pernah lupakan Tuhan mu dan selalu jalan kan kewajiban mu sebagai Umat Nya" nasehat sang nenek


" Nenek juga nenek terbaik di dunia ini untuk Billa, tanpa nenek mungkin Billa ga bisa seperti sekarang, bisa sekolah dan mengaji seperti anak-anak lainnya, pengorbanan nenek merawat Billa itu ga mungkin pernah bisa Billa balas, makanya nenek sehat selalu dan panjang umur biar bisa liat Billa sukses dan menikah dengan seorang pangeran, hehehehe " jawab nya sambil bercanda


" Kamu pasti akan bisa meraih cita-cita mu,dan mendapatkan pria yang sangat sempurna dan bertanggung jawab, asalkan kamu tidak berubah menjadi wanita yang sombong dan serakah, karena kedua itu juga termasuk sifat yang dibenci oleh Tuhan " nasehat sang nenek untuk cucu sematawayang nya


" Amiiiin dan insyaallah Billa akan selalu ingat nasehat nenek " jawab sang cucu sungguh -sungguh


" Amiiiin... nenek yakin dan percaya kamu bisa menjadi yang terbaik dimanapun dan bisa menjadi lentera dikehidupan orang lain " jawab sang nenek penuh haru

__ADS_1


" Insyaallah... semoga Tuhan menjadikan Billa makhluk yang berguna bagi orang lain, bukan hanya menjadi seonggok daging yang hidup tanpa manfaat untuk makhluk hidup lainnya " jawab Salsabila bijak


" Amin ya Tuhan " jawab sang nenek cepat dan mereka saling berpelukan hangat,penuh dengan rasa haru,takut saling kehilangan, walaupun sang nenek ragu apakah ia masih bisa melihat cucunya sampai dewasa dan memiliki pendamping yang akan menjadi tempat nya untuk bermanja-manja dan berlindung


Selesai dengan kegiatan di belakang rumah mereka, keduanya masuk untuk mulai menyiapkan beberapa bahan untuk membuat kueh yang akan Bila bawa ke pondok pesantren tempat ia menuntut ilmu agama,tak lupa mereka juga menyiapkan makan malam untuk diri mereka


Setelah selesai membuat kue , nenek beserta sang cucu memutuskan untuk mandi secara bergantian karena waktu sudah menunjukkan hampir Ashar dan sebelum Maghrib tiba Salsabila sudah harus berada di pondok pesantren, karena seperti biasanya setelah makan sore ia akan langsung berangkat menuju ponpes tersebut


Selesai makan Salsabila membantu sang nenek untuk menata dan menghitung jumlah kue yang akan ia titipkan di kantin ponpes dan beberapa warung di desa tersebut


Dreeeeettt


Suara handphone Salsabila, membuat gadis cantik tersebut langsung mengalihkan pandangan dan meraih benda pipih persegi tersebut, ia langsung tersenyum bahagia saat melihat nama sang Ayah tercinta yang terlihat di layar depan handphone tersebut


📱- " Assalamualaikum.. Ayah.."ucap nya dengan wajah dan suara cerianya


📱- " Waalaikum salam.. sayang..,kamu dan nenek apa kabar sayang? "Tanya sang ayah yang juga terdengar sangat bahagia saat panggilan nya di angkat oleh sang putri


📱- "Alhamdulillah baik ayah...ayah sendiri bagaimana...?" tanya nya dengan suara lembut,ia memang sangat jarang mengatakan pada ayahnya jika sang nenek sedang tidak enak badan,itu semua juga permintaan sang nenek dengan alasan tidak ingin membuat sang putra khawatir


📱-" Ayah juga baik.. Alhamdulillah, kamu kapan mulai libur sekolah nya nak? maaf sebelumnya.... sepertinya Ramadhan ini ayah ga bisa pulang.. karena sudah hampir satu bulan ini ayah diminta untuk menjadi tukang kebun di Rumah Sakit milik yayasan tempat ayah kerja..." ucap sang ayah dengan nada bicara yang sedikit lesu


📱-" Gitu ya yah...ya udah deh ga apa, yang penting ayah selalu sehat dan jaga diri baik-baik, kalau memang ayah ga sanggup bekerja di dua tempat seperti itu.. ayah jangan paksain diri, Bila khawatir ayah akan sakit nanti nya" jawab sang putri sedikit terdengar sendu


📱-" Insyaallah ayah akan baik-baik saja nak, tapi ayah mau kamu dan nenek bisa datang ke sini nak,kota merayakan lebaran di sini saja, ayah kangen sama kamu dan nenek, bagaimana bisa kan?" tanya sang ayah sendu dan terdengar sangat berharap


📱-" Tapi yah... kalau Bila sama nenek kesana pasti ongkos nya jadi mahal yah karena jadi dua orang..." ucap sang putri pelan,ia merasa tidak tega pada sang ayah yang hanya berprofesi sebagai tukang kebun dan penjual nasi goreng dengan gerobak di pinggir jalan tapi harus merogoh kocek yang cukup besar untuk membeli tiket untuknya dan sang nenek,bukannya sepele pada pekerjaan sang ayah, justru ia sangat menghargai hasil keringat Ayah nya, sehingga sebisa mungkin ia tidak hidup boros agar ayah nya bisa lebih cepat pensiun dan beristirahat


📱-" Gak kok nak.. kebetulan kemarin katanya ada tiket promosi dan bisa di pesan sekarang, tapi berangkat nya sekitar pertengahan Ramadhan... dan kabarnya penerbangan itu milik perusahaan yang bekerja sama dengan yayasan tempat ayah kerja, jadi untuk karyawan beserta keluarga akan diberikan diskon khusus" jawab sang ayah menjelaskan


📱-" Kalau gitu terserah ayah aja deh gimana baik nya, Bila sama nenek ikut apa kata ayah aja, sekalian biar kami juga bisa ziarah ke makam ibuk, udah dua tahun ga jenguk ibu" jawab Salsabila lembut


📱-" Ya sudah nanti biar ayah urus disini tiketnya ya... kalau gitu ayah tutup ya, ayah harus berangkat jualan disini sudah Maghrib" ucap sang ayah


📱-" Ia yah.. hati-hati ya dan jangan terlalu lelah.. Assalamualaikum" ucap remaja cantik tersebut dan langsung mematikan panggilan tersebut setelah mendengar jawaban salam dari sang ayah


Remaja cantik tersebut kembali menghampiri sang nenek dan ikut membantu menata dan menghitung jumlah kue yang akan ia bawa dan titipkan di kantin ponpes serta beberapa warung di desa tersebut


Setelah selesai dengan semua nya,ia langsung bersiap untuk berangkat ke ponpes tempat ia menuntut ilmu agama dan sang sahabat juga sudah terdengar memanggilnya untuk berangkat bersama.

__ADS_1


__ADS_2