Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
14


__ADS_3

Hari-hari berlalu tanpa terasa, tinggal beberapa Minggu lagi para siswa kelas 12 dan kelas 9 akan mengikuti ujian kelulusan, masing-masing dari mereka disibukkan dengan belajar agar mendapatkan nilai yang maksimal, terlebih untuk para murid yang mendapatkan beasiswa,agar bisa melanjutkan beasiswa nya maka mereka harus berusaha mempertahankan prestasi mereka


" Bill kita jadikan ke perpus jam istirahat nanti?" tanya Kiki pada Billa


" Jadi dong..ada beberapa buku yang harus aku pinjam dan pelajari" jawab Billa


" Lo ikut Mon..?" tanya Kiki


" Ikut dong,ya kali gue ke kantin sendiri" jawab Mona dan mereka melanjutkan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru mereka


Bel istirahat berbunyi, Billa dan kedua sahabatnya langsung bersiap menuju perpustakaan setelah menyimpan semua perlengkapan belajar mereka ke dalam tas masing-masing


Billa dan kedua sahabatnya menyusuri lorong sekolah menuju perpustakaan yang terletak tidak jauh dari taman sekolah, mereka berjalan sambil bersenda gurau saling meledek, selayaknya para remaja lainnya,namun semuanya tiba-tiba terhenti saat seseorang datang menghampiri dan menghentikan langkah mereka


" Lo yang namanya salsa?" tanya Earl tiba-tiba dan menatap wajah Salsabila


" i- iya kak.." jawab Billa gugup


" Gue mau ngomong penting sama Lo" ucap Earl dan langsung berbalik melangkah menuju arah taman belakang sekolah


Sementara Salsabila bingung,Kiki dan mona juga tak kalah bingung, mereka sangat terkejut sampai tidak bisa mengatakan apapun dan tersadar saat suara berat Earl kembali terdengar


" Gue ga banyak waktu" ucap nya dingin


" Cepetan Lo ikuti kak Aby.. takutnya ngamuk kalau kelamaan nunggu" ucap Mona


" Tapi.." ucap Billa


" It's okay..gue yakin dia ga bakal macem-macem sama Lo.. Ok" ucap Kiki menenangkan


Huh..


Billa menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan,ia melangkah dengan sangat ragu mengikuti kemana arah Earl tuju tadi dan sampai di taman ia dapat melihat dengan jelas pria tampan penuh pesona itu sedang berdiri bersandar pada salah satu pohon besar di tempat tersebut


Dengan ragu dan tubuh yang sedikit bergetar ditambah lagi dengan jantung yang berdetak kencang, Salsabila melangkah mendekati Earl dan berdiri tepat di samping nya, Billa diam menunggu Earl yang bicara lebih dulu


" Lo kenal Erick kan? yang sering nongkrong dekat bokap Lo jualan?" tanya Earl tanpa basa basi setelah lima menit saling terdiam tadi

__ADS_1


" Ya" jawab Billa singkat dengan wajah yang tertunduk


" Gue sama dia taruhan buat nembak Lo.. siapapun yang Lo terima berarti itu pemenangnya" ucap nya jujur


" lalu?" tanya Billa terdengar tenang,tapi dengan mata melotot terkejut mendengar ucapan pria tampan disampingnya itu dan hatinya terasa ngilu


" Gue mau kasih penawaran sama Lo" ucap Earl


" Apa?" tanya Billa dengan nada yang masih sangat tenang, walaupun sejujurnya ia sangat tersinggung, tapi ia sadar pria dihadapannya itu bukan lah orang yang mudah di lawan dan ia juga ingin bersekolah dengan tenang di tempat itu tanpa harus berurusan dengan orang -orang seperti mereka


" Kalau Lo mau pura- pura Terima gue,hadiah yang dia janjikan gue kasih buat Lo,dan seterusnya kita langsung putus, hadiahnya lumayan besar dan itu bisa Lo gunakan untuk keperluan lo" ungkap Earl


" Maaf tapi aku tidak tertarik... karena aku manusia bukan sebuah benda yang pantas untuk dijadikan sebagai taruhan dan kalau aku ga terima satu pun diantara kakak, secara otomatis taruhan itu akan batal kan? Permisi" ucap Billa tegas


Earl langsung mengepalkan tangannya setelah mendengar jawaban dan penolakan dari Billa yang tidak ia sangka,begitu banyak wanita yang rela untuk jadi pacarnya walaupun hanya satu hari saja bahkan mereka juga tidak keberatan jika dijadikan kekasih gelap pemuda tampan tersebut, baru kali ini ia ditolak secara nyata oleh seorang wanita yang nyatanya berstatus jauh dibawah nya, walaupun ia akui wanita tersebut memiliki paras yang nyaris sempurna


Sedangkan Salsabila ia sangat terkejut saat mendengar pengakuan dari Earl yang menjadikan dirinya sebagai taruhan,ia juga sedih,sebegitu sepele nya kah mereka memandang dia karena hanya anak tukang kebun dan penjual nasi goreng? memangnya ia sebuah barang?apa salahnya dengan status sosial seseorang?


Rasanya ia benar-benar tidak ingin mengenal atau bertemu dengan orang - orang yang seperti mereka yang menganggap hina orang - orang yang dari kalangan rendah seperti dirinya


Salsabila kembali melanjutkan perjalanan nya dengan langkah gontai dan wajah sedikit murung,ia melanjutkan niat awalnya yang tadi akan menuju perpustakaan, sampai di tempat tujuan kedua sahabatnya telah menunggunya dengan wajah khawatir dan juga penasaran, Salsabila langsung menormalkan kembali raut wajahnya agar terlihat ia baik-baik saja


Sejak hari itu.. hari yang membuat Billa tau tentang fakta kenapa Erick terlihat begitu gencar mendekatinya, kenyataan yang membuatnya sakit,bukan karena ia mengharapkan para pemuda dari keluarga terpandang itu,tapi kenyataan yang membuatnya semakin sadar bahwa perbedaan kasta itu nyata adanya


Tanpa Salsabila tau bahwa mulai hari itu ada hati yang akan benar-benar sakit dengan keputusan Billa untuk menjauh dari mereka, dua hati yang nyata telah tenggelam dalam pesona seorang Salsabila, wanita yang awalnya mereka anggap sebagai sebuah permainan, nyatanya kini mampu mengalihkan hidup dan memporak porandakan hati mereka


Erick yang awalnya hanya tertarik untuk mencoba tantangan baru,nyatanya tenggelam dalam permainannya sendiri dan hatinya terombang-ambing bak kapal tanpa nakodah


Elang yang awalnya hanya ingin menjawab rasa penasarannya akan sosok Salsabila nyatanya malah terjun ke dalam jurang yang ia ciptakan sendiri,ingin mendekat tapi ragu namun menjauhi pun ia tak mampu


Berbeda lagi dengan Dave yang awalnya hanya ingin melindungi Billa dari rencana Erick dan Earl dengan cara menjadi teman gadis cantik tersebut,ia malah merasakan kenyamanan yang berbeda dari Salsabila dan itu belum pernah ia rasakan dari teman perempuan nya yang lain


jika yang lain harus rela bersabar dengan rasa kagum mereka yang tak berani mereka ungkapkan,berbeda lagi dengan Earl Abiyasa Alexander... setelah mendengar jawaban dari Billa ditaman sekolah hari itu, entah mengapa hati kecilnya seakan tak terima, dalam hati ia berjanji jika suatu saat nanti mereka kembali bertemu ia akan membuat Billa bertekuk lutut pada nya atau bahkan akan mengemis cinta pada seorang Earl Abiyasa Alexander,tanpa Earl duga jika dendamnya itu malah berbalik padanya dan mengacaukan hati dan pikiran nya


Sedangkan sosok yang mereka kagumi semakin hari semakin menjauh dari mereka,ia semakin sibuk dengan berbagai kegiatan sosial nya bersama kedua sahabat nya dan para anak jalanan yang kini menjadi adik asuh mereka, hanya Dave yang masih selalu sering bersama mereka dan semakin dekat karena Dave memutuskan pindah sekolah agar bisa semakin dekat dengan Billa dan kedua sahabatnya, hanya saja Dave kelas 12


Kini Salsabila dan kedua sahabatnya sudah menjadi murid senior di Alexander High school, sejak menjadi siswa kelas 10 Billa memutuskan bekerja part time di sebuah toko bunga yang juga masih dekat dengan taman kota, sehingga membuat waktunya benar-benar habis tersita dengan berbagai kegiatan positif

__ADS_1


Erick yang semakin terpikat dengan sosok Salsabila merasa semakin frustasi dengan jarak yang Billa buat, seakan sebuah benteng yang sangat tinggi dan kokoh, itulah yang Billa ciptakan untuk para anak Sultan tersebut,setiap sehabis pulang kuliah atau saat senggang ia selalu mengawasi gadis cantik tersebut, semakin hari ia semakin merasa bahwa Salsabila adalah gadis yang sangat sulit untuk ia gapai


Erick dapat dengan leluasa memandang wajah cantik seorang Salsabila, tapi sayang..ia bahkan sangat jarang bisa ngobrol dekat dengan gadis cantik tersebut,tembok yang Billa ciptakan sangat nyata bagi Erick atau Elang


Beberapa dari mereka melanjutkan pendidikan mereka di Indonesia,hanya Earl yang melanjutkan pendidikan nya di negara asal sang papi, Earl meninggalkan Indonesia tanpa memberikan keputusan tentang taruhan nya dengan Erick, membuat mereka sedikit heran dan bertanya-tanya dengan keputusan Earl langsung pergi tanpa menyelesaikan tantangan nya terlebih dahulu, tidak seperti Earl biasanya


" lo kenapa sih Rick gue perhatiin akhir -akhir ini kayak galau banget?" tanya Amar pada Erick


" Putus cinta ya Lo?" timpal Jo iseng


" Bukan putus cinta..tapi belum juga di deketin orang nya udah menghindar Mulu" jawab Erick serius


" Lo beneran naksir sama anak tukang nasi goreng itu?" tanya Amar dengan mode serius, masalahnya ini menyangkut hati


" Kena karma Lo, jadiin anak gadis orang bahan taruhan,udah gue ingetin awas naksir beneran.." Amar menimpali


" Awalnya gue penasaran aja gimana kehidupan dia,pas tau akun sosmed nya dan sering liat ..gue semakin penasaran dan tertarik , tapi semakin hari dia semakin menjauh, seakan ada benteng yang tinggi yang dia bangun untuk menghindar" jawab Erick berusaha untuk jujur


" Maksud Lo?" tanya Amar dan Jo bersamaan


" Udah hampir setahun ini gue cari tau tentang dia, tapi susah karena kehidupan nya yang lumayan tertutup,akun sosmed nya aja ga pernah ada profil foto yang menampilkan wajah nya langsung, setiap hari dia selalu memasang profil dengan kata-kata bijak atau foto kegiatan para anak jalanann,apa mungkin dia jadian sama Dave?"ungkap Erick


" Kenapa Lo ga tanya sama Dave ? emang kita perhatikan semakin hari mereka semakin dekat, bahkan Dave lebih sering ngabisin waktu nya bareng salsa ketimbang nongkrong bareng kita" ucap Jo


" Gue setuju dengan saran Jo, lebih baik Lo tau langsung dari Dave dari pada Lo ngarep sesuatu yang ga pasti,trus ga enak juga kan nantinya kalau Dave tau Lo deketin tu cewek sementara dia udah jadian sama Dave, seakan-akan Lo itu jadi pebinor..ga lucu aja seorang Erick sang Casanova tiba-tiba jadi perebut pacar teman sendiri" ucap Amar seraya sedikit meledek


Ucapan Amar barusan sontak membuat Erick langsung melotot sempurna


" Gila aja gue jadi pebinor..gue bakal belajar ikhlas kalau emang mereka udah jadian dan saling nyaman,ga mungkin gue khianati temen sendiri, apalagi itu Dave..dia cowok baik ga kayak kita, kecuali kalau yang jadian sama dia bukan temen kita,gue pastikan ga akan mundur sebelum ada kata SAH " jawab Erick lesu


" Ga nyangka gue bisa se naksir itu Lo sama seseorang,wajar sih kalau yang Lo taksir dia, cantik,cerdas,baik, lemah lembut, sosok wanita yang nyaris sempurna untuk teman hidup " jawab Jo dan di angguki setuju oleh Amar juga Erick


" Tapi gue heran kenapa Aby ga bilang apapun tentang taruhan kami ya, kayak bukan dia banget, langsung pergi tanpa menyelesaikan tantangan yang kami sepakati,apa terjadi sesuatu antara mereka? " ungkap Erick setelah hampir satu tahun kepergian Earl


" kita-kita juga kepikiran kesitu, termasuk ketiga sahabat nya,Zidan yang paling dekat dengan dia aja ga tau .. yang Zidan tau Aby pernah ngomong serius sama salsa beberapa Minggu sebelum ujian kelulusan, dan setelah itu Zidan ga pernah liat keduanya ngomong atau sekedar bertegur sapa kalau pun mereka ketemu disekolah,ya kayak biasanya gitu, jadi ga mungkin juga kan kalau Aby udah nembak tuh cewek dan ditolak,secara belum pernah ada cewek yang bisa nolak seorang Aby" cerita Amar


"Lo bener banget " jawab Jo

__ADS_1


" Tapi salsa beda.. banyak banget perbedaan antara dia dengan cewek-cewek yang udah kita kenal dan ajak kencan,apa mungkin kalau dia udah ada calon mungkin ya di kampung nya dulu, kan kebanyakan cewek - cewek di desa dan mondok mereka sudah di jodohkan dengan para senior atau ustadz yang masih single, jarang banget kan mereka mau dengan orang kayak kita gini, dan setau gue Salsa itu anak ponpes waktu masih di kampung nya" ungkap Erick


" Bisa jadi sih" jawab kompak Jo dan Amar


__ADS_2