Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
22


__ADS_3

Saat selesai dengan telfonnya Aby sedikit menghela nafasnya,ia sudah mulai sedikit risih dengan sikap posesif sesil,ia sangat tidak suka dengan wanita yang terlalu banyak menuntut atau meminta waktunya, entah itu dia yang belum merasakan serius dalam menjalin hubungan atau mungkin itu memang sikapnya,ia sendiri masih belum terlalu paham dengan hubungan yang lebih serius


" Kenapa bro..? suntuk amat tu muka?" tanya elang dan ucapan nya tersebut membuat yang lain juga melihat Aby, termasuk Dave dan Erick yang baru datang secara bersamaan


Belum sempat Aby menjawab suara bass milik Erick terdengar jelas di telinga Aby dan yang lainnya, membuat atensi mereka beralih ke arah dua pria tampan itu


" Wih..mimpi apa gue liat tuan muda Alexander ada di Indonesia? gue kira udah ga bisa jauh lagi dia dari para wanita seksi" ledek Erick saat melihat aby


" Mimpi Porno Lo" jawab Aby frontal, membuat para teman-teman nya yang lain tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban yang keluar dari mulut Aby


" Hahaha... ternyata lama di luar negeri udah bikin temen gue yang satu ini jadi tambah dewasa ya" ledek Erick


" Bukan tambah dewasa bro ... tapi jadi mesum.." jawab Jo frontal


Hahaha 😂😂😂😂


Tawa yang lain pecah , sedangkan yang menjadi bahan tertawaan terlihat biasa saja tanpa ekspresi, wajahnya tetap terlihat cuek dan dingin,ia malah sibuk fokus pada handphone nya,ia baru mengangkat wajahnya saat mendengar pembicaraan Dave dan Amar


" loh Dave..Lo gak tempat sahabat kesayangan Lo..? bukan nya bokapnya meninggal ya?" tanya Amar sedikit menggoda Dave,ia tau bahwa Dave, Erick dan juga elang sangat mengagumi Billa sejak beberapa tahun terakhir


" Udah... sekarang lagi giliran para ciwi-ciwi yang nemenin dia" jawab Dave singkat dan padat,Amar hanya mengangguk tanpa berkata apapun


" Gimana kabar Lo bro...?" Tanya Dave pada Aby seraya tersenyum dan sedikit meninju pundak sang teman


" Ya gini.." jawab Aby singkat, ia kembali fokus pada handphone nya


Mereka semua melanjutkan obrolan dan saling meledek selayaknya mereka saat berusia remaja dulu,tak ada yang berubah dari mereka, semuanya masih bersikap sama seperti dulu dengan berbagai macam karakter


Derttt dertttt dertttt


Handphone Aby berdering dalam saku celananya,ia mengambilnya dan melihat siapa yang melakukan panggilan,Aby sedikit menarik nafasnya saat melihat nama orang yang menelfon dirinya yang ternyata sang ibu


📱-" ya mi ...ada apa?" tanya Aby to the point dan ekspresi wajahnya tampak sedikit berubah

__ADS_1


📱-" Kamu dimana sayang..? mami telfon Billa kok gak di angkat,mami khawatir dengan keadaan nya" jawab mami nya dengan suara yang terdengar khawatir


📱-" By ..lagi di luar mi..duduk sebentar bareng anak-anak ni,mami ga perlu khawatir gitu, mungkin dia lagi istirahat,dia kan juga butuh istirahat untuk malam nya" jawab Aby santai


📱-" Ia juga ya,kok mami lupa kalau sejak kemarin dia belum tidur sama sekali,kamu jangan terlalu lama di luar dan nanti malam temani dia di rumah nya, karena sebelum tujuh hari ga mungkin kita ajak dia untuk pulang ke mansion" ucap nyonya Tamara


📱-" By liat nanti mi..ga enak by nginap di situ kalau ada temennya, mereka pasti akan sangat canggung,biar dia sama temen-temen nya, mungkin mereka bisa lebih menenangkan dia,secara mereka pasti udah lama kenal nya" jawab Aby memberi alasan pada mami kesayangannya tersebut


📱-" ya udah deh gimana baik nya, yang penting mami titip menantu kesayangan mami dan jangan sampai terjadi sesuatu pada nya, dan jangan sekali-kali kamu coba buat nyakitin dia" jawab sang mami mengancam


📱-" Hemm" jawab Aby singkat, ia tidak menanggapi ucapan sang mami yang menurutnya terlalu berlebihan


Panggilan terputus setelah nyonya besar keluarga Alexander mendengar jawaban sang putra semata wayangnya yang sangat dingin, tapi beliau tetap tersenyum menghayalkan jika suatu saat pasangan muda tersebut sudah saling mencintai maka dipastikan akan ada yang sangat Bucin dan sepertinya akan terjadi pada sang putra


" Ya Tuhan satukanlah hati putra dan menantu hamba, jadikanlah mereka pasangan yang saling bergantung pada pasangan halal mereka, jangan Engkau biarkan perpisahan terjadi dalam hubungan mereka.... Amiiiin" doa nyonya Tamara dalam hati


Begitu besar harapan yang kedua orang tua Aby gantung kan pada hubungannya dengan sang istri, walaupun kemungkinan nya kecil, tapi mereka yakin sesuatu yang diawali dengan yang baik maka juga akan memberikan hasil yang baik pula


" Gue cabut " ucap Aby singkat saat ia bangun dari duduknya dan akan melangkah meninggalkan meja dan teman-temannya


" Loh cepet banget sih bro?" tanya elang saat melihat Aby akan meninggalkan mereka


" Capek gue" jawab Aby singkat dan langsung meninggalkan mereka semuanya


Aby meninggalkan cafe beserta para temennya,ia melajukan mobilnya menuju sebuah apartemen mewah miliknya, apartemen yang baru siang tadi ia beli setelah dari proses pemakaman ayahnya Billa, asisten pribadi nya yang merekomendasikan apartemen tersebut atas perintah darinya untuk segera mencarikan ia sebuah apartemen


Aby memarkirkan mobilnya di basement apartment mewah yang ia pilih,ia langsung melangkah menuju lift, menekan lantai tujuan nya, tak berselang lama lift berhenti dan terbuka tepat di lantai yang ia tuju


Aby melangkahkan kakinya menuju unit miliknya, setelah menekan password akhirnya pintu terbuka,Aby memasuki unit nya dan mulai meneliti ruangan demi ruangan, apartemen miliknya memiliki dua kamar tidur dan sudah dilengkapi dengan berbagai perlengkapan yang mewah serta fasilitas yang sangat lengkap


Aby memasuki kamar utama yang cukup luas dan mewah,kamar yang menjadi pilihan nya,ia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size, matanya terpejam sesaat meresapi hunian baru miliknya,Aby membuka matanya menatap langit kamarnya dengan tatapan yang sulit diartikan, pikiran nya melayang jauh,ia seakan sedang bermimpi dengan kenyataan hidupnya saat ini, berat tapi tetap harus ia jalani walaupun ia belum menemukan sebuah keputusan untuk kedepannya


Aby kembali teringat dengan hubungan rumit nya, tapi ia kembali teringat ucapan sesil saat mereka berbicara melalui telepon, tentang kabar dari sesil yang mengatakan akan melakukan pemotretan dan bekerja sama dengan agenci yang berada di Indonesia

__ADS_1


Aby masih bimbang apa yang akan ia katakan pada sesil tentang status nya saat ini yang sudah menikah, Mungkin sesil pasti akan sangat kecewa padanya, walaupun Aby belum mencintai gadis cantik tersebut tapi ia lumayan cukup nyaman dengan hubungan mereka


Sesil adalah wanita pertama yang ia jadikan pacar bukan dari taruhan, karena sebelumnya ia berpacaran dengan para wanita hasil taruhan nya dengan teman-teman nya, sehingga membuat ia sering berganti wanita dan terkenal playboy, walaupun demikian para wanita tersebut tetap saja menggilainya terkecuali satu wanita yaitu seorang gadis sederhana dan putri seorang tukang kebun,tapi memiliki wajah dan sikap yang nyaris sempurna yaitu seorang Salsabila Aulia


Aby mengusap kasar wajahnya saat mengingat Salsabila yang kini telah berstatus sebagai istrinya, ia seakan masih belum percaya bahwa gadis yang dulu pernah secara langsung menolak ajakan kerjasama darinya,kini ia dan gadis tersebut malah terikat dalam satu hubungan yang melibatkan kedua orang tuanya dan beberapa orang lainnya termasuk Agama dan Negara


" Gue harus bicara serius Ama tu bocah untuk merahasiakan tentang hubungan kami, dan gue bakal bilang kalau gue udah punya sesil yang pastinya lebih dewasa dari dia dan lebih cocok untuk jadi pacar gue,gue belum siap untuk menikah" batin Aby frustasi,ia memutuskan untuk berkata apa adanya pada Billa


Aby tidak tau bahwa sesungguhnya keputusan nya tersebut akan menyakiti sudut dari hati seorang Salsabila Aulia dan akan membawa seorang Earl Abiyasa Alexander ke jurang yang sangat menyakitkan dan dipenuhi dengan berbagai rasa penyesalan dan kesedihan


Aby tidak ingin mengetahui apapun yang berhubungan dengan Salsabila,ia tidak tertarik sama sekali, walaupun semua teman dan sahabatnya seperti sangat suka membahas tentang gadis cantik tersebut,Aby belum menyadari bahwa wanita yang kini menjadi istrinya tersebut adalah wanita yang memiliki daya tarik yang luar biasa yang mampu mengalihkan perhatian orang -orang di sekitarnya


Sedangkan di kediaman Almarhum tuan Ahmad tampak Billa sedang ikut serta membantu para tetangga mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara tahlilan,ia berusaha untuk ikhlas dan akan terus berusaha untuk tersenyum agar Almarhum kedua orang tuanya bahagia


Billa termasuk wanita yang tidak suka terlalu lama larut dalam kesedihan, apapun yang membuat hati nya merasa sedih maka ia akan terus berusaha untuk tetap tersenyum dihadapan orang, karena Billa tidak pernah mau hidupnya seakan mengharap belas kasih dari orang,ia menginginkan segala sesuatunya yang tulus


Kedua sahabat Billa sudah izin pulang ke rumah mereka masing-masing, karena mereka juga harus bebersih diri dan berganti pakaian untuk mengikuti acara tahlilan ayah nya Billa, persahabatan mereka memang terbilang cukup dekat bahkan cenderung seperti saudara, terlebih yang mereka tau bahwa Billa kini hidup sebatang kara di kota sebesar kota tempat tinggal mereka sekarang


" Loh nak Billa kok ikutan kebelakang? istirahat aja nak,ini biar ibuk dan yang lainnya yang beresin" ucap buk Susi perhatian,beliau memang termasuk wanita yang sangat keibuan dan selalu berbicara dengan nada yang lemah lembut, Billa mengenal beliau karena putra beliau adalah salah satu dari adik didik di tempat belajar terbuka yang Billa buat bersama ketiga sahabat nya


" Billa udah istirahat dan tidur tadi buk, insyaallah udah cukup kok ibuk tenang aja,oh ya buk mulai hari ini ibuk tinggal bersama Billa dirumah ini bisa kan?" tanya Billa terdengar sangat berharap dengan suara sendunya


" Ibuk lihat dulu nanti ya nak dan akan ibuk usahakan, kasih ibuk waktu satu bulan karena ada saudara ibuk yang akan datang ke Jakarta, jadi biar nanti ia yang akan menggantikan ibuk tinggal di sana, kalau langsung obuk tinggalkan kosong maka nanti akan di tempati orang lain, kasihan kan saudara ibuk itu nantinya ga ada tempat tinggal" ucap buk Susi wanita baik yang tinggal di salah satu rumah liar di kolong jembatan yang tak jauh dari tempat tuan Ahmad berjualan sebelum digantikan oleh beliau


Billa mengangguk paham dan tersenyum lembut,ia juga sangat mendukung apa yang baru saja buk Susi katakan, karena Billa tau tidak mudah mendapatkan tempat tinggal di kota besar seperti Jakarta kecuali mereka yang memiliki uang untuk mengontrak rumah, beruntung nya dulu saat ayah dan ibunya menikah sang ibu memiliki rumah peninggalan orang tuanya walaupun sangat sederhana,tapi itu sangat cukup bagi Billa yang memang sudah terbiasa hidup apa adanya


" Ia buk ga apa-apa Billa paham kok, tapi kalau saudara ibuk sudah datang ibuk langsung pindah ke sini ya, jangan merasa sungkan anggap aja Billa sama seperti putri ibuk dan nanti akan Billa berikan satu kunci cadangan rumah ini, supaya ibuk bisa masu kalau ibuk datang dan ga ada Billa di rumah,ibuk bisa pakai kamar bekas ayah, besok akan Billa bereskan kamar nya" ucap Billa lembut dengan senyuman yang sangat menyejukkan


" Ia nak terimakasih banyak,kamu memang gadis yang sangat baik dan besar hati nak,semoga Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada orang yang selalu membuat baik seperti mu dan semoga kamu selalu bahagia, diberikan jodoh yang terbaik.... Amin " ucap buk Susi tulus


Billa meng Amin kan semua doa yang dipanjatkan oleh buk Susi,ia tersenyum lembut, tapi di balik senyum nya ia menyimpan beribu kegelisahan tentang status barunya yang sangat tidak ia harapkan, bahkan bermimpi ia pun tidak pernah bahwa dirinya harus menikah dengan seseorang yang belum ia kenal


* Sayang nya aku sudah menikah dengan seseorang yang belum aku kenal dan sepertinya ia tidak bisa menerima aku,aku masih belum tau apakah bisa dikatakan bahwa ia adalah jodoh ku? apakah hubungan keterpaksaan kami ini akan bertahan dan berakhir bahagia? atau mungkin malah sebaliknya akan berakhir dengan perpisahan,ya Allah apapun akhir dari hubungan kami nanti hamba akan berusaha untuk ikhlas dan ampuni hamba jika hamba melakukan kesalahan dikedepannya kelak,hamba mohon kuatkan jiwa dan raga hamba.. Engkau yang maha tau segalanya dan terbaik untuk Umat Mu ya Allah* Batin Billa yang selalu memasrahkan diri kepada sang pencipta

__ADS_1


__ADS_2