Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
31


__ADS_3

Keasyikan Billa yang sedang menikmati kehangatan mentari pagi yang tepat menerpa wajahnya terusik dengan suara seorang art muda yang memanggilnya


" Permisi nona..maaf mengganggu.. nyonya dan tuan muda menunggu nona di meja makan " ucap art muda tersebut dengan penuh hormat


" Oh...ia mbak... saya akan segera masuk, terimakasih ya mbak" jawab Billa sopan dengan senyuman


" Ayok mbak .." ajak Billa ramah sehingga membuyarkan lamunan sang art yang tengah melamunkan nona muda nya yang terlihat sangat cantik dan sopan, dalam hati art tersebut sangat mengagumi sang Nona muda, walaupun ia sangat penasaran mengapa di usia yang masih sangat muda telah menikah? bahkan masih sekolah


" I-iya nona..mari silahkan.." jawab art tersebut sedikit tergagap dan mempersilahkan sang Nona muda jalan lebih dulu di depan nya


Billa langsung tersenyum seraya menggeleng pelan melihat tingkah art muda tersebut yang terlihat sangat enggan padanya" Kita jalan bareng ya..mbak ga harus jalan di belakang saya...kita itu sama mbak... ga ada bedanya.. terlebih di mata Tuhan.. hanya keimanan kita yang membedakan kita di mata Nya" ucap Billa lembut seraya mengusap lembut lengan Minah sang art muda tersebut, membuat Minah semakin mengagumi sosok Salsabila


Dengan mata berkaca-kaca Minah langsung menatap wajah Billa dia tidak menyangka bahwa gadis muda tersebut berhati sangat lembut dan sangat baik " Tapi nona.-" ucapan Minah langsung dipotong oleh Billa


Billa meletakkan jari telunjuk nya di bibirnya dan menggeleng pelan, mengisyaratkan untuk Minah diam, dengan tersenyum lembut Billa berkata " Semakin kalian semua terlalu berjarak dengan saya maka saya akan semakin merasa asing dan kesepian dimansion megah ini, mbak tau? seandainya bisa memilih maka saya akan lebih memilih untuk tinggal di gubuk sederhana peninggalan ayah saya... sayang nya untuk saat ini saya tidak berkesempatan untuk memilih" ucap Billa lembut dengan tetap menampilkan senyuman manis nya, walaupun hatinya bimbang


Minah langsung menatap sendu Billa dan mengangguk,Minah wanita berusia 27 tahun,ia seorang janda muda yang lari dari suaminya yang seorang pemabuk dan kasar,untung ia belum memiliki keturunan,Minah bisa melihat kebimbangan di mata indah Billa, walaupun ia tidak tau alasan Billa menikah di usia yang masih sangat muda, tapi ia yakin Billa sedang tidak bahagia, tidak seperti pasangan pengantin baru lainnya, walaupun pernikahan nya sudah hampir enam bulan tapi mengingat pasangan muda tersebut belum memiliki keturunan seharusnya masih sangat romantis


"Apapun masalah nona saat ini..saya yakin nona pasti bisa melaluinya,saya memang tidak tau apa masalah yang nona hadapi.. tapi kalau boleh saya menyarankan cobalah untuk ikhlas jalani semuanya dengan senyuman,nikmati apa yang ada di depan kita, selama itu tidak merugikan orang lain" nasehat bijak Minah untuk sang nona muda


Billa mengangguk dan tersenyum lembut,ia bahagia karena Minah terlihat sangat welcome padanya " Untuk sekarang maaf saya belum bisa cerita ke mbak ..saya belum terbiasa berbagi cerita pribadi pada orang lain, karena selama ini saya hanya berbagi cerita pribadi pada Almarhum ayah dan nenek saja" ucap Billa sendu


" Saya paham.. yakinlah perlahan nona akan terbiasa dengan kehadiran orang lain di kehidupan nona" ucap Minah menyemangati


" Amin...semoga secepatnya ya mbak.." jawab Billa


Keduanya berjalan beriringan menuju pintu masuk yang menuju ruang makan dengan melewati dapur dan meja makan para art..sambil mengobrol ringan keduanya terlihat dekat seakan -akan sudah lama saling mengenal


" Maaf udah nunggu Billa" ucap Billa sopan saat sudah tiba di ruang makan,ia segera mendudukkan dirinya di samping Aby di kursi yang sudah biasa ia duduki jika ia berada di mansion sang mertua


" Nggak kok.. sayang.. suami kamu juga baru aja turun.." jawab mami Tamara lembut seraya tersenyum


Billa mengalihkan pandangannya ke arah Aby.." Kakak ke kantor ?" tanya Billa lembut pada Aby ...ini pertama kali ia bertanya seperti itu pada Aby selama hampir enam bulan pernikahan mereka, walaupun takut ia memberanikan dirinya agar sang mertua tidak curiga dengan hubungan mereka


Deg...

__ADS_1


Aby sedikit terkejut dan terkesiap mendengar pertanyaan dari Billa,tak pernah wanita cantik yang berstatus istrinya itu berbicara lebih dulu padanya apalagi bertanya, sesaat ia terpesona dengan senyuman manis yang Billa tunjukkan, tapi cepat -cepat ia menormalkan detak jantungnya


" Y- ya..ada klien penting dari negara xxx yang meminta meeting hari ini, karena ia harus langsung melanjutkan perjalanan nya ke negara lain" jawab Aby sedikit tergagap ,ini juga yang pertama kali Aby menjawab cukup panjang pertanyaan Billa


Billa kembali tersenyum lembut dan mengangguk, menunjukkan bahwa dirinya sudah paham dengan jawaban dari Aby, walaupun hati kecilnya seakan tidak percaya tapi ia kembali mengingat bahwa ia tidak diberikan hak oleh Aby untuk bertanya atau mengurusi urusan pribadi pria tampan tersebut


Mami Tamara sedikit menyunggingkan senyumnya melihat interaksi putra dan menantunya, menurutnya itu sangat lucu, tapi itu sudah cukup baik mengingat sang putra yang lebih sering pulang ke apartemen pribadinya dari pada ke apartemen yang ditempati oleh Billa,mami Tamara tau semua nya dari orang suruhannya, tapi beliau tidak mau ikut campur terlalu jauh


Ketiga nya langsung memulai sarapan dengan sangat tenang tanpa ada obrolan sampai tiba-tiba sang mami buka suara membuat pasangan muda tersebut langsung menatap sang mami serius


" Boy...Billa..siang nanti mami akan berangkat ke negara xxxxx untuk menemani papi kalian,mami ga tega kalau papi sendirian disana, kalian ga pa pa kan kalau mami tinggal? walaupun ga ada mami kalau ga sibuk tolong usahakan setiap Minggu kalian tetap menginap di sini" pinta sang mami


" kok dadakan mi?" tanya Aby


" Hemm.." di angguki tanda setuju dari Billa, keduanya menatap sang mami


" Gak dadakan kok... kalian aja yang jarang datang ke mansion dan ingat ...saat mami pulang mami mau dengar kabar bahagia dari kalian berdua" jawab mami Tamara


Glek ...


" Insyaallah mi..kami akan selalu berusaha untuk memberikan kabar bahagia untuk mami dan papi " jawab Billa polos, membuat Aby langsung melihat ke arah Billa dengan mata melotot sempurna


*Apa maksudnya nih bocil..? apa dia mau ngasih cucu buat mami? * monolog Aby seraya menatap lekat wajah cantik Billa yang tersenyum tanpa beban pada sang mami, sedangkan sang mami menatap Aby dan Billa dengan senyuman penuh arti


Aby tersenyum kikuk saat sang mami menatap penuh makna padanya seraya menaik turun kan alisnya,mami Tamara terlihat sangat puas dengan jawaban Billa sang menantu kesayangan nya tersebut


" Janji ya" ucap mami Tamara semakin jahil


" Ia janji mi" jawab Billa yakin dan disertai dengan sebuah senyuman manis,tapi senyuman itu langsung terhenti kala Billa merasakan sebuah tangan menggenggam tangan nya di atas meja


" Sayang... emang kamu tau kabar bahagia seperti apa yang mami mau?" tanya Aby mesra seraya mengusap lembut punggung tangan Billa,hal tersebut membuat Billa benar-benar terkejut kelakuan Aby


" E-emang a-apa?" tanya Billa gugup dan berusaha menarik tangan nya dari genggaman Aby...


" Coba tanya sama mami...kabar apa yang mami mau dengar dari kita " jawab Aby santai seraya menatap sang mami

__ADS_1


" A-pa mi..?" tanya Billa masih dalam mode gugup,sekuat tenaga ia menetralkan jantung nya yang terkejut dengan perlakuan Aby pada nya,ini pertama kali fisik mereka bersentuhan,ada desiran aneh di rasakan oleh keduanya, entah apa itu, tapi yang jelas keduanya menolak perasaan tersebut


" Cucu sayang...mami mau cucu dari kalian...kabar kehamilan kamu yang sangat mami inginkan..." jawab nyonya Tamara lembut


Glek....


Billa langsung menelan ludahnya kasar, wajahnya pias saat mendengar ucapan sang ibu mertua, spontan ia langsung menolehkan wajahnya menatap Aby yang justru terlihat tengah asyik dengan ponselnya,sebelah tangan nya masih menggenggam tangan Billa


"K- Kak.." ucap Billa lirih seraya menarik pelan tangan nya dari genggaman tangan Aby


" Hem..., sebentar..aku balas sekretaris ku dulu" jawab Aby santai, membuat Billa langsung terdiam dan menatap mami Tamara yang juga terlihat santai menatap nya, membuat Billa langsung tersenyum kaku


" Ya kenapa..? kamu udah tau kan apa permintaan mami?" tanya Aby pada Billa


" Ia.. tapi....tapi ...anu ...itu... Billa kan masih sekolah " jawab Billa lirih seraya menundukkan kepalanya


" Tuh denger mi...menantu mami belum siap untuk memenuhi permintaan mami...dia masih sekolah " ucap Aby tegas pada sang mami seraya melepaskan genggaman tangannya dari tangan Billa, membuat wanita paruh baya itu langsung menunduk lesu,hal yang sama juga terjadi pada Billa,ia merasa sangat bersalah pada wanita paruh baya yang berstatus sebagai mertua nya tersebut


Ketiga nya kini hanya terdiam dengan pikiran masing-masing,mami Tamara dengan sandiwara nya yang pura-pura sedih, walaupun dalam hati kecilnya beliau sangat berharap tentang kabar bahagia tersebut, tapi beliau juga tidak memaksa secepatnya, Billa yang merasa sangat bersalah pada sang mertua yang sudah sangat ia sayangi tersebut, sedangkan Aby ia tidak ingin terlalu serius menanggapi ucapan sang mami


" Sayang..kamu ga perlu terlalu memikirkan ucapan mami barusan...mami ga maksa kok,mami maklum kok dengan keraguan kamu sekarang...kamu fokus aja dulu dengan sekolah kamu yang sebentar lagi akan ujian Nasional" ucap mami Tamara yang tidak tega melihat wajah bersalah sang menantu kesayangan nya tersebut


" Ia mi.. terimakasih atas perhatiannya..maaf kalau Billa belum bisa jadi menantu terbaik untuk keluarga ini, tapi Billa janji billa akan berusaha untuk menjadi Putri terbaik untuk mami" jawab Billa pelan dengan mata yang sudah berkaca-kaca ,ya Billa memang berharap walaupun ia akan berpisah dengan Aby.. tapi ia akan tetap menganggap kedua orang tua Aby sebagai orang tuanya jika mereka mengizinkan


" Ia sayang...mami percaya kamu yang terbaik untuk kami" jawab nyonya Tamara menenangkan hati Billa


" Terimakasih mi." jawab Billa tulus dan langsung di angguki oleh sang ibu mertua, sedangkan Aby menggeleng melihat kedua nya


" Aby langsung berangkat ya mi...kamu pulang sama supir ya" ucap Aby yang sudah berdiri siap untuk berangkat ke tempat tujuan nya


" Ya.. hati-hati" jawab wanita beda generasi tersebut dan langsung ikut berdiri


Aby langsung menuju ke luar memasuki mobilnya dan meninggalkan kediaman mewah keluarganya


Sedangkan Billa memutuskan untuk langsung menuju kamar nya dan Aby, setelah melepaskan kepergian sang suami,ia merebahkan tubuhnya sesaat hanya untuk merilekskan pikiran nya, karena rencananya setelah dari rumah sang mertua Billa akan langsung ke taman tempat biasa ia dan para anak-anak jalanan yang menjadi muridnya di sekolah alam nya

__ADS_1


Billa sudah menghubungi para sahabatnya kecuali Dave, mereka sudah membuat janji untuk berkumpul di tempat biasa mereka menghabiskan waktu bersama untuk menghilangkan rasa jenuh dan penat dalam diri dan pikiran


__ADS_2