Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
65


__ADS_3

"Selamat pagi ibu ratu.... bagaimana tidurnya,nyenyak..?, Kita tensi dulu ya" ucap gadis cantik berjas putih seraya menyapa sang pasien dengan sangat ramah dan sopan pastinya


" Pagi bidadari cantik.... panggil Oma... jangan ibu ratu, tidur saya cukup baik, apalagi sebelum tidur ditemani oleh gadis cantik seperti kamu" jawab ratu Katie, istri dari sang penguasa negara tersebut


" Baiklah Oma...kita mulai cek rutin terlebih dahulu ya dan tolong silahkan berbaring sebentar saja " ucap Billa lembut dengan senyuman khasnya


”Bagaimana mungkin cucuku itu tidak sedikitpun tertarik pada gadis secantik dan seanggun dia..? dan sepertinya dia juga sangat baik,demi Tuhan aku sangat menyukai nya" batin ratu Katie menatap wajah cantik Billa,beliau memang tau tentang masalah Aby dari mami Tamara, karena wanita paruh baya itu memang tidak sanggup menahan kesedihannya saat sang menantu kesayangan nya itu pergi meninggalkan dirinya dan sang putra


Billa memulai secara perlahan dan pasti setiap proses pemeriksaan wanita lanjut usia itu, dengan sangat sopan dan penuh kelembutan Salsabila melakukan rangkaian demi rangkaian kesehatan yang rutin nyonya Katie jalankan setiap bulan,Billa tidak menyadari bahwa wanita lanjut usia itu terus menatap wajah cantik nya,tanpa mengalihkan pandangannya walau sedetik pun


" Boleh Oma Tanya sesuatu sayang..


?" tanya nyonya Katie seraya menatap wajah anggun Billa


" Boleh dong Oma ...selagi masih bisa Billa jawab,pasti akan Billa jawab dengan senang hati" jawab Billa lembut


" Berapa usiamu sayang....?" tanya nyonya Katie,sengaja ingin ngobrol lama dengan Billa


" Baru memasuki 20 tahun...ketuaan ya Oma?" jawab Billa dengan tersenyum lembut


" Ga... justru kamu terlihat seperti masih pelajar,kamu cantik sekali...pasti sudah punya kekasih?" tanya Oma Katie sengaja ingin tahu seperti apa reaksi Billa saat di tanya tentang status nya


Billa tersenyum lembut dan menggeleng pelan seraya menatap lembut wajah tua wanita yang berada di hadapannya " Billa ga punya kekasih Oma...dan juga Billa sudah pernah menikah, tapi pernikahan Billa harus kandas karena memang pernikahan itu terjadi karena keinginan kedua orang tua kami,lebih tepatnya ayah Billa yang menitipkan Billa pada sebuah keluarga saat beliau sedang kritis, tapi orang itu memutuskan menikahkan Billa dengan putra semata wayang mereka, sedangkan putra mereka memiliki kekasih yang sangat ia cintai, dan itu membuat Billa merasa sangat bersalah pada kekasih pria itu juga padanya, karena kehadiran Billa telah merusak kebahagiaan wanita lain": jawab Billa dengan wajah sendu


" Kenapa kamu harus merasa bersalah, hubungan mereka hanya sebagai kekasih.. bukan suami istri dan kamulah yang lebih berhak atas suami kamu itu, karena kamu adalah istrinya, jadi dimana suami kamu itu sekarang?" tanya nyonya Katie


" Karena mereka lebih dulu bersama dibandingkan dengan kehadiran Billa dan menjadi pengganggu dalam hubungan mereka, Billa juga ga tau dimana dia berada sekarang" jawab Billa jujur


" Berarti kamu ga mencintai suami kamu itu?" tanya nyonya Katie sengaja ingin melihat reaksi Billa


" Billa belum pernah tau seperti apa cinta itu,dan bahkan Billa belum pernah mengenal cinta pada seseorang kecuali pada nenek dan ayah " jawab Billa sopan


" Kamu pasti merasa sangat menyesal dengan keputusan para orang tua" ucap nyonya Katie dengan wajah sendu


Billa langsung menggelengkan kepalanya disertai dengan senyuman lembut " Demi Tuhan Billa ga pernah menyesal dengan pernikahan itu Oma... yang Billa sesali kenapa Billa ga bisa meraih hati suami Billa saat itu agar pernikahan kami tidak hancur setelah hampir satu tahun pernikahan itu berjalan" jawab Billa sendu dengan suara lirih nyaris tak terdengar

__ADS_1


" Maafkan Oma ya sudah lancang bertanya tentang kehidupan pribadi kamu, tapi sungguh Oma mendoakan semoga kamu selalu bahagia dan bertemu seseorang yang mencintai dan menyayangi kamu dengan tulus" ucap tulus nyonya Katie


" Amiiiin....semoga Tuhan mengabulkan Doa baik Oma dan semoga Oma juga selalu dalam lindungan Tuhan,Oma ga salah dengan bertanya itu semua,jadi ga perlu Oma minta maaf pada Billa, bukankah Oma bilang Billa cucu Oma.…?" jawab Billa dengan tersenyum lembut


" Ok...Oma semuanya sudah selesai dan Oma baik-baik saja, tapi ingat... jangan pernah abay dengan kesehatan" tambah Billa, karena tanpa terasa semua rangkaian pemeriksaan kesehatan sudah selesai dilakukan para perawat yang membantu Billa melakukan semua itu,ini adalah pertama kalinya istri dari sang penguasa negara itu bersedia pemeriksaan serangkaian kesehatan nya dilakukan oleh seorang Dokter muda, bukan oleh Brayen atau dokter - dokter terbaik lainnya


" Sudah selesai...? ternyata sangat tidak membosankan jika menjalankan nya dengan seseorang yang membuat kita sangat nyaman, Oma sangat berharap kamu bersedia bertemu dengan Oma lagi, berkunjunglah ke kediaman Oma dan keluarga" ucap nyonya Katie sendu


" Tentu Billa sangat bersedia Oma...dan semoga Tuhan mengizinkan kita untuk bertemu lagi dengan caranya yang lebih indah lagi dan semoga Tuhan meringankan langkah Billa untuk berkunjung ke kediaman megah keluarga Oma, Billa sangat merasa terhormat mendapatkan Undangan langsung dari wanita cantik dan hebat seperti Oma" balas Billa tulus


" Dan Oma juga merasa sangat bahagia dan bersyukur Tuhan telah mempertemukan Oma dengan wanita sebaik dan secantik kamu,Dimata Oma kamu adalah wanita special dengan semua yang ada pada diri kamu" jawab nyonya Katie tulus


Selesai dengan pemeriksaan dan obrolan mereka, akhirnya Billa meminta izin untuk undur diri dan melanjutkan kembali tugasnya sebagai seorang dokter koas


" Ok Oma Billa mohon izin ya...semoga sehat selalu" ucap Billa sopan


" Ok... kamu juga harus hati-hati ya dan jangan lupa jaga kesehatan, dan Oma berharap sebelum Oma pulang nanti kita akan bertemu lagi" jawab nyonya Katie


" Baiklah Oma Billa tinggal ya dan sebelum Oma pulang nanti akan Billa usahakan untuk menjumpai Oma lagi" jawab Billa pasti


" Love you too my grandma " jawab Billa dengan tersenyum cerah


Billa meninggalkan ruangan super mewah yang dijaga dengan super ketat itu setelah mencium punggung tangan nyonya Katie dengan sangat lembut dan sopan, membuat hati wanita tua itu sangat tersentuh sekaligus bangga memiliki cucu menantu sebaik dan sesopan Billa,selain dengan wajah dan fisik nya yang nyaris sempurna


Tanpa keduanya sadari sejak awal semua interaksi mereka tidak pernah lepas dari perhatian dua pasang mata yang juga sangat mengagumi sosok Salsabila Aulia si dokter muda cantik yang hanya dalam waktu satu bulan keberadaannya di tempat tersebut sudah menjadi tranding topik menarik untuk mereka para pengagum rahasia nya


" Sumpah demi apapun...semakin kesini semakin besar rasa kagum gue ke dia dan semakin besar rasa ingin memilikinya" ucap hitto serius


" Jangan pernah lupa dengan apa yang gue pernah bilang ke Lo kalau dia memiliki begitu banyak perbedaan dengan kita, yang jelas nyata adalah keyakinan kita dan dia berbeda dan kita tau sangat tidak mungkin ia akan bersedia menjalin hubungan dengan seseorang yang memiliki keyakinan berbeda dengan dirinya dan masih begitu banyak perbedaan lainnya" ucap Brayen mengingatkan hitto


" Keluarga gue tidak pernah mempermasalahkan hal itu, uncle gue juga berpindah keyakinan saat akan menikah dengan aunty dan putra tunggal mereka juga mengikuti keyakinan mami nya, dan gue yakin keluarga gue akan setuju jika wanita yang gue bawa seperti dia, hanya saja gue yang ga memiliki keberanian cukup untuk memulai mendekati dia dengan status lebih dari teman atau antara atasan dan bawahan " jawab hitto jujur


" Dan yang gue rasain juga ga jauh dari yang Lo rasain,hati gue ngerasa inscyuire setiap kali gue liat dia ibadah dan setiap kali melihat dia yang nyaris sempurna, bukan hanya dari wajah tapi juga dari kepribadiannya " timpal Brayen serius


Keduanya mengobrol saling curhat, seakan mereka lupa atau mungkin tanpa mereka sadari bahwa yang menjadi topik pembicaraan mereka adalah seseorang yang sedang mereka kagumi bersama-sama, bahkan keduanya memutuskan untuk mendekati wanita tersebut dengan cara yang sportif, sungguh konyol bukan

__ADS_1


Sedangkan Oma Katie masih tersenyum dengan wajah sumringah seraya masih membayangkan betapa bahagianya beliau saat sang cucu kesayangannya datang dan bertemu lagi dengan sang istri yang sudah lama meninggalkan nya


Sedangkan Billa ia langsung menuju lift khusus menuju lantai tertinggi itu,ia menekan tombol lantai dasar, karena ketiga sahabat nya sudah menunggunya di lobby untuk makan siang bersama di kantin


Ting....


Suara lift terbuka tepat di lantai dasar setelah lima menit Billa bersds di dalamnya, lamunan Billa buyar saat mendengarkan suara lift terbuka dan menyadari bahwa dirinya sudah sampai tujuan, dengan langkah anggun dan pasti,Billa keluar dari lift dan langsung melangkah menuju lobby dimana ketiga sahabat nya yang katanya sudah menunggunya di tempat tersebut


" Sorry lama nunggunya" ucap Billa lembut saat sudah berada di dekat ketiga sahabatnya


" It's okay...kita tau kok kamu harus menangani pasien paling spesial di rumah sakit ini dan kami merasa kamu sangat beruntung terpilih menjadi dokter yang menangani salah satu anggota keluarga yang sangat berpengaruh di negara ini" jawab Mo seraya tersenyum tipis


" Mo bener,Lo hebat dan kami bangga jadi sahabat lo" timpal Mona yang juga langsung di angguki oleh Kiki


" kalian berlebihan deh,itu cuma kebetulan aja aku beruntung, karena dokter Brayen harus melakukan operasi dadakan makanya mama menawarkan aku yang menggantikannya dan untungnya beliau setuju" jawab Billa apa adanya


Ketiga sahabatnya hanya mengangguk dan mengangguk setuju dengan ucapan Billa, keempat gadis cantik itu langsung berjalan dengan beriringan menuju kantin untuk mengisi perut yang terasa keroncongan


Seperti hari biasanya Billa sangat jarang memakan nasi seperti ketiga sahabatnya,ia lebih sering memesan roti atau sekedar susu coklat panas atau juga jus,Billa memang tergolong gadis yang jarang mengkonsumsi nasi,ia lebih sering mengkonsumsi roti,buah dan sayuran


Billa dan para sahabat nya memilih duduk di bangku yang sedikit lebih pojok, mereka memang lebih suka ketenangan saat menikmati makanan, terlebih Billa yang memang tidak terlalu suka dengan keramaian,entah mengapa ia merasa tidak nyaman, mungkin karena kehadiran nya selalu menjadi pusat perhatian


" Billa Lo ngerasa ga kalau Tuan muda hitto sering merhatiin Lo?" tanya Kiki tiba-tiba, membuat yang lain langsung menatapnya terlebih Billa


" Lo bener Jo gue setuju dan gue yakin pasti ada sesuatu" timpal Mona yang juga disetujui oleh Mo


" Aku juga berpikir yang sama dengan yang kaljan pikirkan" ucap Mo yakin


" Ga mungkin dong,kalian pasti salah sangka,mana mungkin sih seorang direktur utama di rumah sakit semegsh ini punya banyak waktu untuk memperhatikan wanita yang memiliki kedudukan sangat jauh berbeda dengan nya, terlebih wanita seperti aku " jawab Billa pasti


" Kenapa ga mungkin...kamu itu cantik,baik,pintar, yang pasti nyaris sempurna dan patut untuk di perjuangkan" jawab Mo mantap


" Yuupps ...kita juga setuju" timpal Mona dan Kiki


Dan keempat gadis cantik itu langsung terdiam saat salah satu pelayan kantin datang untuk mengantarkan pesanan mereka,tanpa banyak bicara lagi, keempatnya langsung menikmati menu pesanan mereka masing-masing, karena memang dipastikan pekerjaan sudah menunggu mereka, akan lagi-lagi seseorang sedang memperhatikan mereka, terutama billa

__ADS_1


__ADS_2