Penjara Hati Sang Pewaris

Penjara Hati Sang Pewaris
44


__ADS_3

Billa baru sampai di rumah sederhana peninggalan sang ayah, setelah sekedar bertegur sapa dengan buk Susi yang kini tinggal di rumah tersebut,Billa langsung menuju kamar nya untuk menyimpan tasnya,ia akan langsung pergi ke tempat yang sudah ia dan kedua sahabatnya janjikan untuk bertemu


" Buk Billa keluar sebentar ya,ada janji sama mona dan Kiki, mungkin pulang nya agak siang atau sore, karena kami sekalian akan ke taman untuk pamitan sama adik-adik" ucap Billa mengatakan tujuan ia keluar rumah


" Ia nak...apa kamu ga balik lagi ke rumah kerabat mu ? kapan kamu akan berangkat?" tanya buk Susi karena tadi melihat Billa yang membawa pulang tas punggung yang lumayan besar


" Mungkin dalam waktu dua hari ini Billa akan berangkat,Billa gak pulang ke sana lagi buk, sebelum berangkat Billa akan disini" jawab Billa sopan


Buk Susi hanya mengangguk paham,beliau memang tidak terlalu berani banyak bertanya pada Billa, terlebih tentang masalah pribadi, karena menurut nya Billa termasuk gadis yang sedikit tertutup dan cenderung pendiam, walaupun beliau mengakui Billa gadis yang sangat baik dan lembut, sebenarnya beliau sangat penasaran dan yakin bahwa gadis cantik yang sudah beliua anggap sebagai putri beliau sedang ada masalah, terlihat dari matanya yang masih sembab menunjukkan bahwa gadis cantik tersebut habis menangis


" Hati-hati ya nak.. jangan pulang malam, akhir-akhir ini cuaca ga menentu, sering hujan tiba-tiba,ibuk hari ini ga jualan mau istirahat dan kalau kamu ga keberatan ibuk mau ajak kalian berdua jalan-jalan besok" ucap buk Susi


" Ia buk,Billa usahakan ga sampai malam kok, kalau ibuk ga jualan Billa pingin ajak ibuk sama adik makan malam di luar, sekalian buat ngerayain kelulusan Billa dan perpisahan sebelum Billa berangkat " jawab Billa dengan tersenyum


" kita makan malam di rumah aja ya,biar ibuk yang masak sambil kita bakar-bakar di halaman belakang,gimana? " tawar buk Susi,beliau merasa ga enak kalau makan diluar dan Billa yang membayarnya, karena beliau tau Billa pasti butuh banyak uang untuk keberangkatan nya keluar negeri untuk melanjutkan pendidikan nya, tanpa beliau tau bahwa Billa memiliki tabungan yang cukup banyak ditambah lagi dengan uang saku untuk keberangkatan nya yang ia terima dari yayasan


" Ya udah deh terserah ibuk aja, gimana enaknya,dirumah sepertinya ga terlalu buruk juga,ibuk ga perlu belanja biar nanti Billa yang belanja sebelum pulang, jadi kita akan masak bareng, sekalian ibuk ajari Billa masak ya, takutnya nanti menu di tempat baru ga sesuai dengan lidah Billa, hehehe" jawab Billa sopan


" Ok deh kalau tuan putri maunya seperti itu" jawab buk Susi sedikit bercanda


" Ya udah Billa langsung jalan ya, taksinya udah datang tuh, Assalamualaikum..." jawab Billa dan langsung mengucapkan salam seraya meraih dan mencium punggung tangan buk Susi


" Waalaikum salam..ingat hati-hati ya" jawab buk Susi yang melihat Billa dari depan pintu


Billa mengangguk seraya mengangkat kedua jempol tangan nya tanda setuju, yang di tanggapi dengan sebuah senyuman oleh buk Susi


" Ibuk tau hidup mu berat nak dan sepertinya kamu sedang menghadapi masalah,sayanya kamu enggan untuk berbagi cerita ke ibuk, tapi apapun masalahmu ibuk Doa kan yang terbaik untuk kamu" batin buk Susi sendu saat melihat kepergian Billa


Sebenarnya buk Susi sangat penasaran siapa dan dimanakah rumah orang yang Billa katakan kerabat yang memintanya untuk tinggal dengan mereka, sehingga setiap malam Billa pulang ke rumah orang tersebut, sampai -sampai buk Susi pernah berfikir negatif pada Billa karena setiap sore atau malam ia mengatakan akan pulang ke rumah kerabatnya dan baru kembali ke rumah setelah pulang dari sekolah atau taman, bahkan sesekali sampai beberapa hari Billa ga pulang ke rumah


Buk Susi sangat takut kalau sampai Billa terjerumus ke lembah sesat, tapi pikiran buruk itu dengan cepat beliau tepis jauh-jauh dari pemikiran,beliau selalu berdoa untuk keselamatan dan kesehatan Billa, gadis cantik yang telah memberikan tempat tinggal yang layak untuk beliau dan sang putra,serta sebuah usaha yang hanya tinggal melanjutkan dan mempertahankan nya, melalui Billa lah beliau kini bisa merasakan hidup yang lebih layak seperti orang-orang dan putra beliau juga bisa melanjutkan kembali sekolah nya


Taksi online yang membawa Billa berhenti tepat di depan sebuah danau yang terletak tak terlalu jauh dari pusat kota, setelah menyerahkan ongkos sesuai dengan tarif yang sudah di tentukan Billa langsung turun dan menuju pinggir danau,Billa memilih duduk di rerumputan yang terhampar luas dan indah di pinggir danau buatan tersebut, diseberang sana tampak beberapa orang yang sedang memancing



Lamunan Billa buyar saat kedua sahabatnya mengejutkan nya dari belakang,Mona dan Kiki orang yang ditunggu oleh Billa, seutas senyum Billa tunjukkan pada kedua wanita cantik tersebut, hatinya menghangat saat melihat wajah ceria kedua sahabatnya itu


" Udah lama?" tanya Mona lembut,ia tau sahabat cantik nya sedang ada masalah dan pasti habis menangis, terlihat dari matanya yang tampak sembab dan hal itu juga yang Kiki rasakan,ada yang beda dari sahabat mereka

__ADS_1


" Belum.. palingan juga baru sekitar sepuluh menit yang lalu,sengaja datang awal" jawab Billa singkat


" Ada apa? Lo habis nangis.. ada masalah? " tanya Mona dan lagi-lagi di angguki oleh Kiki


" Kalian kapan jadi berangkat nya? kemungkinan besar aku bakal ikut ke negara pilihan Mona,tapi melalui negara pilihan ku yang awal , setelah disana aku akan mengajukan pindah jurusan dan pindah universitas ke negara pilihan mona" ucap Billa menjelaskan


" Gue besok, kalau Kiki sekitar satu Minggu lagi,Lo kapan? kenapa harus pindah jurusan dan negara? bukankah desainer itu pilihan Lo? sebenarnya Lo ada masalah apa sih bill? cerita ke kita" ucap Mona


" Gue berangkat lusa dini hari, penerbangan jam 03.30 dini hari,gue pengen deket kalian terus, walaupun ga dua-duanya minimal satu orang, untuk saat ini cuma kalian yang gue punya, buk Susi sama anaknya punya kehidupan sendiri yang harus mereka hadapi" jawab Billa


" Bohong..kita tau Lo ga sedang baik-baik aja,Lo sedang ada masalah..Lo ga percaya sama kita?" tanya Kiki final


Billa sudah tidak sanggup menahan air matanya yang memaksa tumpah, dengan segera Billa menghambur memeluk kedua sahabatnya,ia langsung menangis tersedu, meluapkan kesedihan dan menumpahkan beban berat yang ia rasakan


" Aku-aku capek ... aku udah ga kuat lagi dengan semuanya,tapi aku belum sanggup untuk cerita ke kalian, please bawa aku sejauh mungkin dari kota atau negara ini..aku mohon" pinta Billa dengan tersedu


Mona dan Kiki sangat terkejut dengan reaksi yang Billa tunjukkan, mereka sampai bengong melihat keadaan Billa saat ini, belum pernah mereka melihat Billa sesakit dan sehancur saat ini, bahkan saat ayahnya pergi untuk selamanya pun ia tidak sehisteris dan sehancur saat ini


"Sabar sayang... kalau Lo belum mau cerita ga usah di paksain ok..kami akan selalu mendukung Lo, kapan pun Lo ngerasa siap untuk cerita maka kami akan siap jadi pendengar setia Lo, sekarang tenang Lah" ucap Kiki seraya mengusap lembut punggung Billa yang bergetar karena menangis


" Thanks .." ucap Billa lirih seraya mengusap air matanya


" Lo yakin Ki?"


" Kamu yakin Ki? "


Tanya Mona dan Billa bersamaan , keduanya terkejut karena Billa dan Mona sangat tau bahwa Kiki sangat ingin bekerja sebagai seorang sekretaris, karena menurutnya sekretaris selalu berpenampilan cantik dan menarik,dan satu lagi impian konyolnya yaitu supaya bisa dapat suami seorang CEO, minimal bisa pacaran dengan cowok tajir


" Gue yakin se .....yakin-yakin nya, karena kayak nya jadi dokter juga sangat menjanjikan buat dapetin cowok tajir sekelas CEO, Haha" Jawab Kiki kocak, membuat Billa dan Mona menggeleng melihat tingkah konyol Kiki


" Menghayal Lo ketinggian buk...wajah pas-pasan aja mau ngegaet CEO, mimpi kali Lo, Billa yang cantik aja ga berani mimpi yang tinggi kayak Lo" Ledek Mona pada Kiki


Hahaha 🤣😂😂😚😂


Ketiga wanita cantik yang sudah bersahabat hampir empat tahun itu tertawa terbahak-bahak dengan kekonyolan mereka sendiri dan akhirnya mereka memutuskan untuk langsung menuju taman dan bertemu dengan para adik didik mereka untuk melakukan perpisahan


Mereka ketaman bersama-sama dengan menggunakan mobil Mona, sekitar 20 menit akhirnya mobil Mona terparkir rapi di tepi jalan raya yang memang digunakan untuk memarkirkan mobil bagi para pengunjung yang ingin berjalan-jalan di sekitar taman


Dari pinggir jalan sudah tampak para anak-anak yang sudah menunggu kedatangan ketiga wanita cantik tersebut, mereka sedang bercenda ria satu sama lain, dan binar bahagia langsung tampak saat melihat kedatangan Billa and friends,para anak -anak tersebut sudah tau tentang keberangkatan Billa dan yang lainnya, sehingga tidak membuat mereka terkejut lagi, mereka mengucapkan selamat kelulusan ketiga gadis cantik yang sudah seperti kakak mereka sendiri

__ADS_1


Setelah mengucapkan kata perpisahan dan ucapan selamat tinggal, mereka semua bermain di taman depan sangat bahagia sampai tidak menyadari kehadiran Dave dan Zidan di tempat itu, kedua pria tampan tersebut ingin berbicara serius dengan Billa


" Keliatannya asyik banget ya, sampai -sampai Abang datang ga ada yang nyambut" ucap Dave pada mereka semua


" Eh... Abang Dave..."


" Kak Dave.."


Ucap para adik didik mereka dan Billa and friends bersamaan,membuat Dave dan Zidan tertawa geli melihat reaksi spontan mereka, tapi ada sedikit berbeda yaitu raut wajah Billa yang awalnya tampak bahagia bersama yang lain,berubah langsung sendu dan acuh saat melihat wajah Zidan dan Dave,semua itu dapat di rasakan oleh Dave dan Zidan serta kedua sahabat Billa


" Aku langsung pulang ya...udah hampir sore, tadi aku janji sama ibuk akan belanja" ucap Billa lembut pada Mona dan Kiki,ia langsung meraih tas sandang miliknya


" Oh ok...Lo hati - hati ya,atau mau kita temenin?" tanya Mona sedikit khawatir saat melihat perubahan wajah Billa


" Aku udah gede sayang...udah hampir 18 tahun dan udah lulus sekolah juga" jawab Billa masih berusaha untuk sedikit bercanda


" Gede apanya? gue sama kiki yang udah 18 tahun kali Lo belum,Lo masih bocil" Ledek Mona membuat Billa tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya


" Aku jalan ya... thanks buat semua nya.. assalamualaikum....bay.." ucap Billa lembut seraya melambaikan tangannya dan melangkah menuju jalan raya


Billa bahkan tidak sedikit pun melihat atau menyapa Dave dan Zidan, saat ia melihat para sahabat Aby ia merasa seperti melihat bayangan wajah Aby, bukan wajah mereka yang mirip dengan Aby,tapi mereka adalah para sahabatnya dan kelakuan mereka sama


" Bisa kita bicara sebentar...?" tanya Zidan dengan suara serius, membuat Billa menghentikan langkah nya


" Ga ada yang perlu kita bicarakan, kita tidak terlalu dekat bahkan kita tidak berteman, jadi saya rasa tidak ada hal yang penting diantara saya dan anda,juga teman-teman anda yang lain" jawab Billa dingin tanpa membalikkan tubuhnya


" Mungkin menurut Lo ga penting... tapi gue mau tau sejauh apa hubungan antara Lo sama Earl? sorry... karena itu hal pribadi Lo" jawab Zidan tegas


" Kenapa ga tanya sama dia? dia teman Anda kan? saya tidak berhak menjawab...karena .... yang berhak menjawab dia dan kalau anda bertemu dengan nya tolong sampaikan rasa terimakasih saya atas semua fasilitas yang ia berikan untuk saya beberapa bulan ini" Billa menjawab dengan tenang dan tersenyum tipis


" Gue mau jelasin tentang kebenaran nya...kal---" belum selesai Zidan bicara Billa langsung menyela


" Stop...saya udah tau dan sangat tau kebenaran nya, semua itu sudah terencana sejak empat tahun yang lalu bukan? oh satu lagi tolong sampaikan juga ucapan selamat dari saya untuk dia atas kemenangan nya,tolong sampaikan juga maaf saya yang sudah lancang menolak tawarannya empat tahun lalu..permisi" jawab Billa tegas dan ia kembali melanjutkan langkahnya


Jawaban Billa membuat Zidan dan Dave sangat terkejut, dari mana Billa tau tentang taruhan mereka empat tahun yang lalu dan sekarang? sedangkan saat datang ke apartemen mereka semua tidak mengatakan apapun tentang taruhan itu,apa Elang yang telah mengatakan nya, karena ia yang terakhir meninggalkan Billa" berbagai pertanyaan timbul di benak kedua pria tampan tersebut


Dan yang lebih mengejutkan tentang pengakuan Billa yang pernah menolak Aby empat tahun lalu, serta fasilitas yang Aby berikan untuk nya beberapa bulan ini, apa maksudnya? itu semua bukan seperti Aby yang mereka kenal, terlebih tentang adanya bodyguard yang berjaga di apartemen tempat mereka menemui Billa, sungguh tanda tanya besar yang kini muncul di pikiran Dave dan Zidan


" Tapi kita yakin ada sesuatu yang lebih dengan hubungan kalian " jawab Zidan sedikit memaksa karena Billa sudah menghentikan sebuah taksi

__ADS_1


" Apapun hubungan saya dengan dia kalian ga perlu khawatir,saya tidak merugikan nya dan saya sudah membayar nya dengan sesuatu yang cukup berharga bagi saya, walaupun mungkin itu tidak berarti apa-apa baginya " jawab Billa berubah sendu,ia langsung masuk ke dalam taksi dan meninggalkan semua nya serta berbagai pertanyaan dari kedua sahabatnya dan juga kedua teman aby


__ADS_2